Menikmati Makanan Probiotik

Kita semakin akrab dengan apa yang orang sering sebut probiotik. Yaitu jasad renik (mikroba) baik yang menguntungkan dan diperlukan, yang bila dikonsumsi secara cukup, dapat memberi manfaat kesehatan secara nyata. Kebiasaan mengkonsumsi probiotik secara rutin terbukti banyak manfaatnya, bukan saja demi kesehatan, melainkan agar tidak terkena sejumlah penyakit. Apa saja manfaat, dan pilihannya, kita bicarakan di sini.

Bahwa probiotik diperlukan oleh kita, semua orang mungkin sudah tahu. Namun mungkin belum semua tahu kalau probiotik sudah kita miliki sejak awal kehidupan. Bayi normal sudah membawanya dari persinggungannya dengan jalan lahir ibu ketika dilahirkan. Hanya bayi yang dilahirkan bukan lewat jalan lahir ibu melalui pembendahan rahim (sectio caesarea), yang di ususnya tidak subur tumbuh mikroorganisme yang hidup damai berdampingan. Namun hal itu dapat diatasi bila bayi segera diberi ASI. Konsumsi ASI meningkatkan jumlah probiotik bifidobakteria dalam saluran cernanya. 

Probiotik Mikro Flora usus
Probiotik itu tak lain dari kuman yang hidup di dalam usus kita. Bukan sembarang kuman, melainkan jenis kuman khusus yang membuat kita menjadi sehat. Di dalam setiap usus manusia terdapat kuman khusus yang justru membantu tubuh menjadi sehat. Bukan kuman yang menjangkitkan penyakit. Kita menyebutnya sebagai “flora usus”.

Jumlahnya mikroba (kuman) dalam usus kita sekira 10 pangkat 14 (1014), atau lebih banyak dari jumlah total sel tubuh. Ia berkembang di dalam usus, tanpa mengganggu, malah menolong agar usus berfungsi normal. Jenis kuman lactobacillus, dan bifidobacterium, antara lain kuman-baik pengisi usus kita.

Tak semua kuman bisa disebut probiotik sebelum memenuhi syarat atau kriteria tertentu, probiotik yang bermanfaat harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Jumlah mencukupi syarat (minimum 106)
  2. Probiotik harus dapat diproduksi dalam keadaan hidup dalam jumlah banyak (skala industri). 
  3. Selama penyimpanan dan penggunaan, probiotik harus tetap hidup dan stabil. 
  4. Probiotik harus tetap hidup di dalam ekosistim usus. 
  5. Terbukti pada penelitian, konsumen memperoleh manfaat dari probiotik yang dikonsumsinya.

Berkat kuman hidup probiotik ini, kerja usus kita menjadi optimal. Usus dilindungi dari ancaman berbagai kuman penyakit. Bukan hanya itu, probiotik juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas), dan membebaskan usus dari berbagai jenis gangguan.

Oleh karena itu agar pencernaan, dan tubuh selalu sehat, kuman usus harus dipelihara. Beberapa keadaan bisa merusak dan mengganggunya. Paling sering bila sedang dalam kondisi jatuh sakit, sehabis minum antibiotika, berdiet khusus, stress, dan pada mereka yang berusia lanjut. Pada konidisi tersebut flora usus harus ditumbuhkan kembali.

Tambahan probiotik dapat membantu mengatasi gangguan dalam sistem pencernaan. Sembelit, misalnya. Susah buang air besar sering disebabkan oleh menurunnya probiotik dalam usus. Oleh karena itu sebaiknya memilih minum probiotik ketimbang obat pencahar kalau lagi susah ke belakang.

Prebiotik
Kuman usus tentu perlu dipelihara. Agar subur dan dapat berkembang, perlu cukup diberi makan. Makanan itu namanya prebiotik. Jenis makanan berserat yang menjadi menu pokok kuman usus kita. Terbanyak jenis serat yang larut (soluble fiber). Terutama yang berasal dari jenis karbohidrat (oligosaccharide). Jenis makanan buat kuman ini yang kita kenal sebagai prebiotik.

Prebiotik ialah bagian makanan yang tidak diurai usus yang merangsang pertumbuhan dan atau aktifitas  bakteri probiotik di dalam usus.

Suatu bahan dapat disebut prebiotik jika memenuhi syarat berikut :

  1. Jumlahnya mencukupi syarat (minimum 2 gram / hari) 
  2. Tidak diurai atau diserap di bagian atas saluran pencernaan. 
  3. Terbukti dalam penelitian meningkatkan jumlah bakteri probiotik. 
  4. Menghasilkan efek di dalam usus atau darah yang bermanfaat bagi kesehatan.

Fruktooligosakarida (FOS), Inulin, merupakan beberapa bahan alami yang memenuhi kriteria Prebiotik. Sumber makanan kaya akan prebiotik termasuk umbian bawang (bulb) misal bawang bombay, umbian akar (tuber) misal lobak, akar chiccory, kulit ari polong-polongan (legumes) misal kacng arcis, kapri,  kedelai, bebuahan juga sumber prebiotik. Dan pastinya banyak terkandung pula dalam air susu ibu (ASI). Itu sebabnya bayi yang diberi ASI lebih sehat saluran pencernaannya dibanding yang tidak mendapat ASI.

Agar kuman usus kita senantiasa subur, perlu memerhatikan pula jenis makanan yang menyuburkan probiotik di saluran pencernaan kita. Termasuk perlu sering mengonsumsi jenis bawang-bawangan tentu dan berbagai bebuahan.

Segudang manfaat probiotik
Sudah disebut kalau probiotik menyimpan segudang manfaat agar pencernaan sehat dan dengan demikian tubuh juga akan menjadi sehat. Sejumlah gangguan kemungkinan berhulu dari kekurangan probiotik dalam usus kita, antara lain pada kasus alergi.

Pencernaan kita dimasuki beraneka macam menu, yang menyehatkan maupun yang mengganggu kesehatan. Bila pencernaan tidak bersih dan seimbang antara kandungan kuman baik dan kuman jahatnya, dapat menyisakan racun-racun kimiawi di dalam usus. Hadirnya ‘racun’ ini yang memunculkan reaksi alergi. Probiotik mencegah munculnya kemungkinan ini.

Barang tentu semua jenis kuman jahat dan sejumlah gangguan yang merusak usus juga bisa ditolong oleh kehadiran probiotik. Maka penyakit atau gangguan usus tak perlu terjadi bila probiotik dominan dalam usus kita. Kasus diare, tak tahan susu (lactose intolerance), radang usus besar (irritable bowel syndrome), kuman lambung helicobacter pylori yang bikin penyakit maag kemungkinan bisa dicegah kalau probiotik usus mencukupi.

Peran probiotik juga mampu menurunkan kolesterol darah, meredam darah tinggi, mencegah batu ginjal, bahkan menjinakkan kuman di kemaluan wanita (vaginosis), sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh. Kita tahu kekebalan tubuh terbesar diperankan oleh pencernaan.

Melihat begitu besar peran probiotik bagi kesehatan, dan mampu pula mencegah sejumlah penyakit, jangan lupa rutin mengonsumsi probiotik.

Share artikel ini:

Artikel Terkait