Menyikapi Kecenderungan Anak Dalam Memilih Barang Mainan

Anak-anak memang harus kita beri sebanyak mungkin kesempatan untuk bermain. Model permainan yang sangat dianjurkan adalah berbagai jenis permainan yang dapat merangsang dia untuk melatih gerakan motorik (fisik).

Ini karena ternyata bermain itu merupakan sarana belajar yang bagus untuk mengembangkan otak si anak. Bagi anak-anak, bermain itu ya belajar dan belajar itu ya melalui bermain. Tanpa pembelajaran motorik, menurut Jean Marzollo dan Janice Lloyd, penulis buku Learning Through Play, perkembangan otaknya akan terhambat.

Secara umum, anak-anak bermain dengan orang (people) dan barang (toys). Pertanyaan yang sering muncul adalah, apa perlu orangtua membedakan barang-barang mainan itu menurut jenis kelamin? Bagaimana sikap kita saat menjumpai anak yang punya kecenderungan bermain berbeda? Misalnya, ternyata anak perempuan lebih memilih main mobil-mobilan atau main bola, yang sebetulnya itu untuk anak laki-laki? Haruskah kita langsung bersikap bahwa ia ”berbeda”?

Secara umun, kita memang perlu membedakan barang-barang mainan, menurut jenis kelamin anak kita. Tapi, pembedaan itu sebaiknya hanya kita berlakukan untuk hal-hal yang memang harus dibedakan.

Misalnya saja barang mainan mobil. Rasa-rasanya kita sulit membedakan apakah barang mainan itu hanya dikhususkan untuk anak laki-laki atau anak perempuan? Sebab dalam kenyataannya, barang mainan mobil itu bisa cocok untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Ini beda dengan barang mainan seperti bola tendang. Terhadap kasus seperti ini kita perlu melihat tingkat kewajarannya.

Hal lain yang perlu dilihat lagi adalah keragaman pilihannya. Bisa saja anak kita memilih permainan tertentu yang menurut kita tidak cocok karena memang tidak banyak pilihan yang menarik buat dia atau sudah bosan dengan bonekanya. Yang juga penting untuk dilihat lagi adalah konteks kultur. Mungkin saja anak perempuan kita menyukai pakaian tertentu yang di kultur lain dipakai untuk anak laki-laki. Terhadap hal seperti ini kita perlu bersikap bijak, tidak harus menghakimi bahwa anak kita telah salah memilih model pakaian atau barang permainan.

Dengan kata lain, belum saatnya kita membuat sikap yang menghakimi bila melihat anak kita menyukai barang-barang mainan yang menurut kita tidak cocok untuk jenis kelaminnya. Ini karena ada sekian konteks yang perlu kita pertimbangkan.

Di luar dari persoalan di atas, yang paling inti sebetulnya di sini adalah tujuannya atau esensinya. Tujuan kita perlu membedakan barang mainan berdasarkan jenis kelamin adalah untuk mengidentifikasi identitas gendernya dan pembelajaran mengenai peranannya dalam kehidupannya kelak. Dua hal inilah yang paling mendasar sebetulnya.

Untuk kultur kita yang umum, anak perempuan sangat bagus didorong menggunakan barang-barang mainan sejenis boneka atau masak-masakan atau yang lain. Ini karena dengan barang mainan itu dia bisa membangun identitas gender berdasarkan kulturnya dan belajar mengenai salah satu peranan dalam hidupnya nanti. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait