Musik dan Kemampuan Kognitif Anak

Untuk anak yang sedang belajar berbicara, musik memang luar biasa manfaatnya. Melalui musik, anak-anak akan mengenal kata-kata yang susah kita mengajarkannya. Ia juga akan mengenal realitas di sekelilingnya melalui syair dari lagu itu.

Seiring dengan perkembangan si anak, musik juga merupakan alat pendidikan yang bagus. Kita bisa menyampaikan pesan-pesan moral, dorongan untuk berprestasi, atau logika hidup yang mendasar.

Para peneliti umumnya mengkaitkan pentingnya musik itu dengan kebutuhan perkembangan otak yang disebut Otak Berpikir (Cortex). Supaya Cortex itu berkembang, maka perlu ada sejumlah aktivitas yang harus dilakukan anak.

Di antaranya adalah menikmati atau memainkan musik, permainan berulang, bermain olah kata, mengenali pola, menyusun puzzle, dan menumpuk mainan. Aktivitas ini sangat mendukung penguasaan anak terhadap matematika, berbicara, pemecahan masalah, memori, membaca dan menulis.

Sudah banyak penelitian serupa dari para ahli yang mengkaitkan musik dengan kemampuan akademik tertentu atau keterampilan hidup tertentu. Intinya, musik itu bagus untuk mendukung perkembangan otak si anak.

Hubungan musik dengan otak juga kerap dikaitkan dengan gelombang otak. Para ahli sampai pada kesimpulan bahwa otak manusia akan sangat bagus daya serapnya terhadap materi pelajaran ketika otak itu dalam gelombang alfa.

Kapan itu terjadi? Otak anak akan alfa apabila ia dalam keadaan rileks yang terjaga dan ini akan mudah dicapai ketika menderngarkan musik. Dengan begitu, daya serapnya bagus atau memorinya kuat.

Para ahli berkesimpulan bahwa hanya dalam kondisi alfa dan beta-lah supermemori, konsentrasi, dan kreativitas dapat diraih. Beta adalah  ketika otak dalam keadaan sadar penuh dan waspada atau serius.

Karena pentingnya musik untuk meng-alfa-kan otak itu, Colin Rose, penulis tentang accelerated learning, menyimpulkan bahwa apa yang dicapai oleh meditasi berminggu-minggu, akan dapat dicapai oleh musik dalam beberapa menit.

Sebelum Anda mulai mengajarkan sesuatu, misalnya mengajak si Kecil belajar membaca, mewarnai, menulis, atau menghafal angka, akan sangat bagus apabila kita dampingi dengan musik yang mendukung.

Hanya saja, para ahli menyarankan bahwa musik yang kita putar itu harus sesuai dengan tujuan dan kepentingan. Musik yang membuat anak ceria, tentu harus kita bedakan dengan musik yang membuat anak tenang.

Yang paling penting untuk kita sadari di sini adalah jangan sampai kita mengandalkan musik untuk mencerdaskan anak. Musik tidak bisa melakukan itu. Musik hanya akan bagus untuk mendukung usaha kita dalam mencerdaskan anak

 Jadi, kuncinya adalah pada usaha kita, bukan musiknya. Musik adalah pendukung, bukan penentu. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait