Nutrisi Yang Baik Untuk Menstimulasi Keingintahuan Anak

Rasa ingin tahu anak perlu dikembangkan. Tak cukup mengandalkan naluri belaka. Perlu bentuk pengasuhan yang mampu merangsang besarnya rasa ingin tahu anak. Dalam proses tumbuh-kembangnya, anak mengeksplorasi segala sesuatu yang berada di sekitarnya. Kegiatan gabungan unsur motorik dan kemampuan kognitif yang perlu didukung oleh fasilitas dan sikap pengasuhan yang bijak. Termasuk memberikan sebanyak mungkin suasana bermain, bergerak, dan peluanganak untuk banyak bertanya.

BANYAK bertanya merupakan bagian penting dari perkembangan anak. Anak perlu lebih banyak mendengar bunyi, suara, dan orang berbicara. Itu bentuk rangsangan tersendiri bagi bagian pusat bicara di otaknya yang terus-menerus berkembang. Tanpa itu, anak kurang berkembang kemampuan berbicaranya.

Lebih dari sekadar kemampuan berbicara, anak juga harus terus belajar. Untuk itu anak akan terus bertanya. Dalam bertanya, ketajaman menalarnya terasah. Belajar berasosiasi, belajar memilah sebab dan akibat, mengisi jejaring sel otaknya. Dan itu semua bagian dari proses pertumbuhan di dalam otak.

Dalam proses pertumbuhan sekaligus perkembangan otak, terbentuk jalinan sel-sel saraf. Semakin laju stimulasi yang mendukung proses tersebut, semakin banyak jalinan otak terbentuk. Dan itu yang akan mengisi kapasitas otak. Tingkat kecerdasan bukan ditentukan oleh besarnya isi kepala semata, atau struktur otaknya, melainkan seberapa banyak jalinan antar sel terbentuk di dalam otak.

Maka stimulasi terhadap otak merupakan bagian vital dari bertumbuh-kembangnya isi kepala. Anak yang berbibit cerdas akan lebih banyak dan sering bertanya.

Masalah timbul karena sikap pengasuhan acap mengabaikan hal sevital ini. Respons orangtua, pengasuh, dan mereka yang dekat dengan anak, terhadap apa yang anak ingin ketahui, sering tidak memadai. Itu sebab, jika tak bijak menghadapi anak, gelas kecerdasan anak sering tidak terisi penuh.

Stimulasi otak dengan memberikan lebih banyak ruang kepada anak untuk lebih sering dan lebih banyak bertanya, bagian dari kegiatan untuk mengisi gelas kecerdasan anak sampai penuh. Sikap pengabaian terhadap kegiatan demikian, menjadikan gelas kecerdasan anak gagal terisi penuh.

Rasa ingin tahu yang tinggi pada anak, yang terus terasah, dan terkondisi sejak kecil, yang akan menciptakan anak yang sukses mengembangkan kapasitas otaknya. Unsur kreativitas juga lahir dari sisi ini. Bagian dari kecerdasan yang tidak semua anak bernasib baik mendapatkan bekalnya.

Sikap bijak pengasuhan yang selalu memenuhi kebutuhan anak akan jawaban mengisi keingintahuannya, sungguh diperlukan. Bukan sekadar menjawab, namun arif pula dalam memberikan jawaban. Jawaban yang sesuai dengan tingkat pencerapan anak dan tidak menjadikan anak sampai putus asa oleh jawaban yang tidak bijak.

Jawaban tanpa nalar (reasoning), yang belum terjangkau oleh kemampuan mencerapnya, atau sama sekali tidak memperoleh respons yang layak, akan membuat anak yang sejatinya cerdas, bisa jadi gagal meraihnya.

Untuk bisa bijak menjawab setiap yang anak tanyakan, diperlukan wawasan yang luas, selain bijak menentukan pilihan sikap. Tidak setiap yang benar patut diungkapkan, tidak setiap yang baik itu benar. Tidak setiap yang benar itu bagus. Maka keputusan etis juga harus menjadi pertimbangan lain dalam memberi respons keingintahuan anak.

Unsur beretika dan beretiket juga sudah harus menjadi pertimbangan dalam mengasuh suatu proses perkembangan otak anak. Kematangan anak mekar dari sikap pengasuhan yang dewasa, sikap yang arif orangtua dalam menjawab dan menyikapi persoalan atau masalah hidup. Termasuk upaya menanamkan bekal kemandirian hidup (skill for life) kepada anak.

Stimulasi tidak cukup hanya dari luar. Perangkat lunak saja tak cukup kalau perangkat kerasnya, yakni otaknya sendiri tidak bertumbuh optimal. Sebagai perangkat keras, disket otak juga perlu cukup besar muatannya. Untuk itu dukungan gizi dalam menu harian tidak boleh kurang. Apa saja?

Menu berprotein merupakan menu pokok untuk menumbuhkan otak agar bisa bertumbuh optimal. Masa puncaknya ditempuh dalam dua tahun pertama kehidupan (golden age). Maka kecukupan protein dalam dua tahun pertama kehidupan anak tidak boleh kurang.

Setelah pemberian ASI Ekslusif mengisi 6 bulan pertama kebutuhan gizi anak dengan menu terbaik, makanan tambahan selanjutnya juga perlu diperhatikan. Masa penyapihan menjadi penting dalam menentukan nasib otak anak kelak. Termasuk kemudian bagaimana isi menu harian di meja makan ibu.

Sekarang semakin terungkap apa saja kebutuhan fisik otak lainnya. Perangkat keras otak membutuhkan berbagai zat penting lainnya. Sebut saja DHA. Bahkan sejak masih dalam kandungan ibu mula, otak anak membutuhkan sejumlah zat gizi vital. Tentu sejumlah vitamin dan mineral juga (trace elements) khususnya yang bersifat esensial (asam amino esensial, asam lemak esensial, yakni zat gizi yang harus datang dari menu harian karena tubuh sendiri tak mampu memproduksinya).

Kita tahu asam glutamat (glutamic acid) juga penting dalam metabolisme otak. Selain itu dalam minyak ikan omega (Omega-3) dan Omega-6, serta Omega-9 dalam sumber makanan nabati, terkandung sekian zat gizi vital buat otak. Maka semua zat gizi tersebut merupakan fondasi terbangunnya rumah otak yang besar dan kokoh.

Dengan perangkat keras yang besar dan kokoh, tinggal kita sebagai orang yang lebih tua mengisinya dengan pelbagai program perangkat lunaknya. Program perangkat lunak itu ada di tangan orangtua, para pengasuh, dan pendidik kepada siapa diberikan mandat untuk membesarkan anak. Tujuannya agar gelas kecerdasan anak terisi penuh, dan bukan setengah penuh. Termasuk dengan program senantiasa memberikan respons untuk memenuhi segenap keingintahuan anak.

Share artikel ini:

Artikel Terkait