Pembentukan Karakter Anak Melalui Pramuka

Dulu, sewaktu Anda kanak-kanak, kegiatan Pramuka mungkin merupakan salah satu kegiatan paling populer. Bahkan kegiatan bermain hingga berkemah pun jadi kenangan masa kecil yang hampir semua dari kita memilikinya. Kini dengan semakin beragamnya kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan, kegiatan Pramuka rasanya makin jarang tersebut dalam kosa kata anak-anak kita. Sungguh sayang, sebab sesungguhnya kegiatan Pramuka, atau yang secara universal disebut kepanduan (scouting) mengajarkan banyak hal pada kita.

“Pramuka dimana pun dididik untuk takwa kepada Tuhan, peduli kepada sesama hidup, peduli pada dirinya, dan membela negara, sesuai yang dikatakan Lord Badden Powell sebagai penemu kepanduan. Di seluruh penjuru dunia prinsip dasarnya sama, tetapi caranya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kepentingan di setiap negara,“papar H. Drs. Endy R. Atmasulistya, Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Diklat dan Kepramukaan.

Lebih lanjut Endy menyebutkan bahwa tujuan utama kepramukaan adalah menyiapkan manusia beriman dan takwa, berilmu pengetahuan teknologi, dan bermoral pancasila.

Pengelompokan anggota Pramuka menjadi siaga, penggalang, penegak dan pandega dilakukan sebagai proses pendidikan yang diterapkan sesuai dengan usia. “Adik-adik siaga (7-10 tahun) dalam kepramukaan dipandang sebagai anak yang cerewet, ingin tahu segala hal, tapi selalu ingin bermain. Bukan playing, tapi games. Karena itu kegiatan di tingkat siaga dirancang berbentuk games, sifatnya menyenangkan, rekreatif dan edukatif di alam terbuka,” tegas Endy

Menurut Endy, tujuan semua kegiatan itu adalah pembentukan karakter, dan bermain merupakan alat. Melalui permainan dilakukan tahapan-tahapan untuk membentuk karakter. “Misalnya ada bunga, beri mereka informasi kenapa bunga harus dijaga dan dipelihara. Untuk melihat apakah mereka mengerti, coba lemparkan dan lihat reaksi mereka. Biasanya anak-anak akan berebut, dan jika yang mendapatkan bunga itu memperlakukan bunga itu dengan baik, berarti dia paham. Setelah itu ajak mereka jalan-jalan melihat keindahan bunga, hingga ia menghayati. Maka dia akan terbiasa sayang pada bunga. Endy kemudian menambahkan bahwa setiap kegiatan pramuka selalu diupayakan mencakup kegiatan yang bersifat spiritual, emosional, intelektual, sosial dan fisik, untuk memaksimalkan perkembangan karakter anak.

Apa yang disampaikan Endy sejalan dengan panduan kegiatan pramuka siaga yang tercantum dalam situs Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yang disebut dengan Pesta Siaga dan diselenggarakan dalam bentuk:

  • Permainan Bersama, berupa kegiatan keterampilan kepramukaan seperti menyusun puzzle, mencari jejak, permainan kim dan sejenisnya.
  • Pameran Siaga, kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Siaga.
  • Pasar Siaga (Bazaar), simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga sebagai pedagang, dengan masyarakat umum sebagai pembeli.
  • Darmawisata, kegiatan wisata ke tempat tertentu, dan pada akhir kegiatan Pramuka Siaga harus menceritakan pengalamannya, dalam bentuk lisan maupun tulisan.
  • Pentas Seni Budaya, kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Siaga.
  • Karnaval, pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Siaga. Perkemahan Satu Hari (Persari) , perkemahan bagi Pramuka Siaga yang dilaksanakan pada siang hari.

Melihat tujuan baik dari kegiatan kepramukaan, mungkin sudah saatnya kita sebagai orang tua mengenalkan kembali anak-anak dengan kegiatan ini. Namun tentu saja dengan tetap memastikan bahwa metode yang dilakukan sesuai dengan prinsip dasar dan tujuan kegiatan pramuka.

Share artikel ini:

Artikel Terkait