Pentingnya Pendidikan Sex untuk Anak Balita

Balita butuh berbagai bekal pendidikan untuk menghadapi kehidupannya kelak. Untuk menunjang agar si Kecil dapat memperoleh semua pendidikan yang kita berikan, harus didukung dengan daya tahan tubuh yang baik.

Pendidikan Sex
Apakah pendidikan sex perlu kita berikan kepada si Buah Hati? Tugas siapakah? Orang tua atau sekolah?

Frida Mangunsong, seorang Doktor psikolog memaparkannya pada acara talk show yang diadakan Dancow Parenting Center dan Delta radio 99,1 FM pada hari Rabu, 19 Maret 2008.

Menurut Frida, anak balita hendaknya telah memperoleh pendidikan sex sejak dini. Hal ini berguna untuk mencegah timbul dan berkembangnya pikiran-pikiran negatif pada anak, terutama apabila anak sudah mulai menerima informasi dari media-media yang ada, seperti televisi, internet, buku, dll. Pendidikan sex sejak dini juga berguna bagi buah hati agar mereka dapat berhati-hati dengan perlakuan berbahaya yang mereka terima dari lingkungan sekitar mereka, seperti pelecehan seksual, dll.

Menurut Frida, orang tualah yang paling tepat untuk memberikan pendidikan sex sejak dini, karena keluarga adalah sekolah (wahana belajar) pertama bagi balita.

Mulailah memberi informasi sex dari yang sederhana, misalnya memberitahukan anak bagian-bagian tubuh atau beda jenis kelamin. Frida mengungkapkan agar orang tua hendaknya harus waspada apabila si Kecil yang sudah berumur 3 tahun, belum pernah menanyakan jenis kelamin. Dalam hal ini, orang tua harus mengambil inisiatif untuk menanyainya tentang apa yang telah diketahui. Kemudian jelaskanlah kepadanya dengan bahasa sederhana yang dapat dimengerti sesuai usia balita/batita.

Jangan Kaget
Frieda mengatakan, bahwa orang tua jangan cepat kaget jika si Balita sudah mulai melontarkan pertanyaan mengenai sex. Hendaknya jangan anggap bahwa pendidikan sex itu tabu. Karena, tanpa kita beri informasipun lambat laun anak akan mudah mengakses dari sumber manapun. Maka, bijaksanalah orang tua bila dapat memberi informasi tentang sex secara jujur dan sederhana kepada si Kecil lebih dahulu.

Jawablah singkat, padat dan jelas sesuai dengan pertanyaan si Kecil. Lihatlah reaksinya dan tunggulah komentar yang akan timbul. Apakah sudah puas, ataukah akan ada pertanyaan lanjutan darinya? Kita harus siap apabila memang ada pertanyaan lanjutan.

Tips Jitu (dari Frieda bagi orang tua tentang pendikan sex bagi balita)

  • Gunakanlah istilah-istilah yang tepat pada saat anak bertanya
    Gunakan istilah yang sebenarnya, jangan diganti dengan bahasa atau istilah lain yang justru akan membingungkan anak misal adik datang dari burung bangau. Jadi, istilah seperti sel telur, mani, dll dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dari si anak.
  • Ambil inisiatif
    Jika sampai usia 3 tahun anak belum pernah menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan sex, maka segeralah bertanya kepada anak sejauh mana yang telah diketahuinya. Jangan timbul pikiran-pikiran negatif, dan jangan biarkan anak “berkreasi” sendiri dengan pikiran mereka.
  • Jelaskan dengan jelas sesuai kebutuhan
    Jawab pertanyaan anak sesuai kebutuhan, sesuai pertanyaan, secara singkat, padat dan jelas.
  • Jangan ada yang ditutup-tutupi atau jangan sungkan
    Jawablah dengan jujur setiap pertanyaan si kecil. Jangan sungkan dan jangan menganggap pertanyaan mereka adalah pertanyaan tabu.
  • Lakukan sedini mungkin
    Jangan tunda pendidikan sex bagi anak, terutama bila ia sudah terekspos dengan media informasi yang ada. Jelaskanlah bagian tubuh anak, dan jelaskan pula pada mereka bahwa mereka tidak boleh melepas bajunya di depan orang lain dan jangan biarkan orang lain menyentuh atau meraba bagian tubuh anak. Yang boleh melihat bagian dalam tubuh hanya orang tua dan dokter ketika sedang memeriksanya. Terangkanlah dengan bahasa yang sederhana apa yang boleh dan tidak sehingga anak jelas dan mengerti.
  • Jadilah pendengar yang baik
    Dengarkanlah komentar dan ocehan si Kecil dengan sabar, dan jelaskan semua yang ingin mereka ketahui
  • Harus sabar dan bijaksana

Pendidikan sex dan pendidikan Gizi
Reinani mengatakan bahwa pendidikan sex dapat juga tergabung dengan pendidikan gizi. Misalnya adik bayi yang tumbuh dalam perut bunda yang semula kecil menjadi besar karena mendapat makan melalui darah bunda. Darah mengandung makanan karena bunda cukup makan makanan bergizi.

Pentingnya Nutrisi Yang Adekuat
Tubuh membutuhkan nutrisi yang adekuat agar fungsinya dapat berjalan dengan optimal. Dengan didukung bekerjanya fungsi tubuh yang optimal, diharapkan daya tahan tubuh juga akan terjaga dengan baik, dan dengan daya tahan tubuh yang baik, maka anak dapat menyerap informasi dan pendidikan apapun yang diberikan padanya.

Reinani Mahadi, praktisi gizi dari PT. Nestlé dalam acara yang sama mengemukakan makanan beragam dengan porsi mencukupi akan membuat kebutuhan gizi si Kecil menjadi terpenuhi, misal yang terdiri 5 jenis yaitu, Makanan tersebut adalah makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk-pauk sebagai sumber protein dan lemak, susu selain sebagai sumber protein sekaligus sumber vitamin dan mineral, sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral serta serat.

Kebutuhan gizi anak untuk tumbuh kembang harus disesuaikan dengan umurnya. Setelah berumur satu tahun, kebutuhan gizi anak tidak dapat mengandalkan hanya dari susu semata. Anak sudah harus mulai dikenalkan makanan lain yang lebih beragam, yang berasal dari menu keluarga.

Namun, kebutuhan anak akan susu tetap tidak boleh diabaikan. Setelah berumur setahun anak masih membutuhkan susu sekurang-kurangnya 2 gelas perhari.

Pertumbuhan organ sex dan reproduksi juga membutuhkan kecukupan gizi. Misal protein diperlukan untuk produksi hormon pertumbuhan juga hormon sex. Susu adalah salah satu sumber protein yang bermutu tinggi dan mudah dicerna.

Mengapa Perlu Susu?
Segelas susu hangat sebelum tidur dipercayai membantu tidur lebih nyenyak. Ketika tidur lelap, terjadi puncak proses produksi hormon. Anak-anak membutuhkan hormon pertumbuhan agar tumbuh optimal. Susu berfungsi sebagai bekal gizi di waktu tidur.

Sebetulnya orang-dewasapun butuh hormon pertumbuhan untuk penggantian dan perbaikan sel guna pemeliharaan serta "keawetan" tubuh antara lain sel kulit. Sebab itu orang dewasapun dianjurkan tetap minum susu.

Selain itu, susu juga akan membuat saluran cerna si kecil terjaga kesehatannya. Sehingga daya tahan tubuh si kecil dapat terjaga dengan baik. Hal ini karena saluran cerna merupakan bagian dari sistem imun terbesar dalam tubuh yang mengatasi zat – zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Berlebihan konsumsi susu dapat membuat si Kecil "ogah" makan makanan lain yang lebih padat. Hendaknya orang tua tetap memberikan buah hatinya makanan yang beragam dan cukup 2-3 gelas susu perharinya.

Bila si kecil tidak mau mengkonsumsi susu, maka berikanlah susu dalam bentuk lain, misalnya pudding, es krim, keju, dll.

Reinani juga menjelaskan bahwa hendaknya untuk membuat susu yang telah diperkaya dengan probiotik atau prebiotik tidak menggunakan air yang terlalu panas, karena dapat menyebabkan si bakteri-baik menjadi berkurang. Gunakanlah air hangat sekira 45 derajat.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait