Pentingnya Pijat Bayi

Pijat secara umum untuk siapa saja memiliki banyak manfaat. Terutama untuk melancarkan sirkulasi dan peredaran oksigen.

Berbagai keuntungan pijat ini lantas digunakan untuk mendukung terapi bagi bayi. Rina Poerwadi, APDHA, praktisi aromaterapi holistic memaparkan, pijat juga sangat penting dan bermanfaat bagi bayi. Lancarnya sirkulasi darah berkat pijat akan membuat kulit bayi menjadi sehat, makan lebih banyak, dan bayi menjadi lebih aktif. 

Mafaat Pijatan
Umumnya bayi yang mendapat pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang. Dengan sirkulasi darah dan oksigen yang lancar otomatis membuat imunitas tubuh bayi lebih baik. Bukan hanya secara fisik, menurut Rina, pijat juga sangat mempengaruhi emosional, karena aktivitas pijat akan menjalin bonding antara anak dan orangtua. “Unsur utama pijat bayi adalah sentuhan (touch), bukan tekanan (pressure),” ujarnya. Oleh sebab itu selain oleh terapis spesialis, pijat bayi sangat baik dilakukan oleh ibu atau ayah. "Sejujurnya saya lebih senang mengajarkan teknik pijat pada orangtua untuk selanjutnya mereka sendiri yang mengaplikasikan pada anak," ungkapnya.

Rina menyarankan, pijat bayi sebaiknya dilakukan saat berusia diatas 1 bulan, mengingat kulit bayi belum terbentuk sempurna. "Selain itu secara emosi dan mental pun bayi sudah lebih stabil" jelas Rina. Menurutnya, berbagai sarana pendukung yang perlu diperhatikan saat melakukan aktivitas pijat anak antara lain penggunaan essential oil sesuai kebutuhan anak, temperatur ruangan, selimut (terutama saat pijat bayi), iringan musik, situasi dan mood. Beberapa contoh essential oil yang baik untuk anak-anak ialah sweet almond, eucalyptus smithii, roman chamomile, serta mandarine.

Berdasarkan penelitian T. Field & Scafidi dari Universitas Miami, AS,terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain kenaikan berat badan bayi dan peningkatan produksi air susu ibu (ASI). Telah diamati perubahan berat badan 20 bayi prematur setelah mendapat pijatan secara teratur. Bayi mengalami kenaikan berat badan 20 - 47% per hari setelah dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Sedangkan bayi berusia 1 - 3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak dipijat.

Ini disebabkan bayi yang dipijat mengalami peningkatan kadar enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Alhasil bayi menjadi cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu sehingga meningkatkan produksi ASI. Rene Spitz, dokter anak dan psikiater dari Amerika, melaporkan, bayi yang banyak memperoleh sentuhan, khususnya dari ibu, jarang mengalami gejala hospitalismus seperti radang telinga tengah, campak, gangguan usus, dll. Terapi pijat 30 menit per hari bisa mengurangi depresi dan kecemasan. Tidurnya pun bertambah tenang.

Terapi pijat 15 menit selama enam minggu pada bayi usia 1 - 3 bulan juga meningkatkan kesiagaan (alertness) dan tangisnya pun berkurang. Ini akan diikuti dengan perbaikan kondisi psikis, berkurangnya kadar hormon stres, dan bertambahnya kadar serotonin yang menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon stres. Lebih jauh lagi, pijat anak disinyalir memiliki pengaruh terhadap perkembangan otak dan kecerdasan. “Terapi pijat membantu memperlancar sirkulasi darah dan oksigen yang masuk ke otak, sehingga memungkinkan otak mendapatkan cukup nutrisi dari darah,” urai Rina.

Memijat ada tekhniknya
Untuk anak yang sedang memar atau keseleo, umumnya Rina memijat justru bukan di bagian yang memar, melainkan di bagian lain yang berkaitan dengan titik meridian dan cakra tubuh. Dengan demikian anaknya tidak akan bertambah menderita saat dipijat. Walaupun demikian Rina mengakui dalam kasus tertentu ada pula keseleo atau terkilir yang memang harus dipijat di area tersebut secara lebih intensif.

Pada anak yang lesu dan malas bergerak, Barbara Ahr, ahli fosioterapi dalam bukunya Massages For Babies menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih bertenaga dan diarahkan ke jantung. Usapan juga dapat merangsang aliran darah dan getah bening. Anda bisa mengusap-usap bagian punggung, tungkai, atau lengan si kecil.

Mengurut bayi bisa juga dengan gerakan remasan. Menurut Ahr, remasan meningkatkan keelatisitasan otot yang terletak pada gelendong jaringan otot. Dengan kata lain, remasan dapat membuat otot bayi menjadi lebih kuat. Lakukan teknik ini di bagian tungkai atau lengan dengan menggunakan sisi tangan bagian dalam dan sedikit gerakan memeras.

Teknik kocokan dilakukan dengan cara "menggulung". Tangan diletakkan sejajar dengan anggota badan, sambil mengurut seperti mengaduk adonan. Teknik ini bermanfaat agar jaringan otot lebih rileks. Cara lain, dengan teknik lingkar. Mula-mula dilakukan usapan, kemudian membuat bentuk lingkaran-lingkaran dengan kedua tangan. Dari lingkaran besar kemudian mengecil. Dengan latihan, lingkaran yang terbentuk akan makin bulat. Teknik urut lingkar memberikan stimulasi pada permukaan jaringan, bahkan ke bagian jaringan lebih dalam. Hasilnya, aliran darah meningkat dan pembuluh darah lebih lebar.

Semua teknik urut (usapan, remasan, kocokan, dan gerakan lingkar) bisa saling melengkapi. Bila dikerjakan secara lengkap, hasilnya akan lebih baik. Pemijatan bisa dilakukan oleh ayah, ibu, nenek, atau anggota keluarga lain. Penelitian di Australia membuktikan, bayi yang dipijat ayahnya berat badannya cenderung naik dan hubungan dengan ayah makin baik. Bahkan bayi yang dipijat sejak usia empat minggu, ketika mencapai usia 12 minggu, akan lebih esponsif.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait