Peran Ibu dalam Mengajarkan Balita Rasa Kasih Sayang

Perasaan kasih sayang merupakan hal penting bagi manusia. Dengan adanya perasaan kasih sayang, seseorang bisa merasakan kedamaian, kenyamanan, ketentraman dan kebahagiaan hidup. Ketiadaan kasih sayang akan memberikan berbagai hal yang merugikan, seperti timbulnya perasaan frustrasi, stres atau hal-hal lain yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang maupun ketentraman hidup orang lain.

Perasaan kasih sayang, sebenarnya telah diberikan Tuhan ke dalam hati setiap manusia sebagai sebuah potensi dasar yang perlu dipelihara dan ditumbuhkan terus agar senantiasa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Salah satu upaya untuk memelihara dan menumbuhkan adanya potensi kasih sayang ini adalah melalui pemberian pengalaman-pengalaman yang sarat dengan nilai-nilai kasih sayang. Pengalaman-pengalaman tersebut, pertama kali akan diperoleh seseorang pada usia dini melalui interaksinya dengan lingkungan terdekatnya, yaitu orangtuanya, terutama ibunya. Hal ini dapat dimengerti, mengingat saat seorang masih berusia dini, interaksi yang dilakukannya terhadap lingkungan di luar keluarganya, relatif masih sangat terbatas ketimbang pada saat ia sudah berusia lebih besar. Ibu menjadi lingkungan terdekat bagi anak, karena secara kodrati memiliki tugas mulia mengandung, melahirkan dan menyusui anaknya. Sehingga, ibu akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjalin kedekatan hubungan dengan anaknya. Maka secara logis, ibu akan bisa menjadi sosok yang sangat berperan dalam pembentukan watak anaknya, antara lain dalam membentuk anak yang memiliki perasaan kasih sayang.

Melihat besarnya kesempatan ibu untuk berperan dalam pembentukan watak anak agar memiliki perasaan kasih sayang sejak dini.

Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu:

  • Perlakukan anak secara positif, misalnya melalui berbicara lembut dengan anak, memberi perhatian atau melalui tindakan-tindakan memeluk, membelai atau mencium anak. Jangan mencela anak dengan kata-kata kasar atau negatif sekalipun pada saat itu orangtua merasa marah atau kecewa dengan tingkah laku anak. Apabila suatu saat orangtua sudah terlanjur berkata negatif pada anak, segeralah minta maaf dan berikan pengertian pada anak, bahwa orangtua hanya membenci tingkah laku anak, bukan membenci pribadi anak.
  • Dukung atau perkuatlah tingkah laku anak yang mampu memberikan kasih sayang terhadap orang lain.
  • Ceritakan pada anak, kisah-kisah yang dapat menjadi tauladan mengenai pribadi yang mampu memberikan kasih sayang.
  • Ciptakan kondisi rumah yang penuh dengan kasih sayang, misalnya makan malam bersama, mengajak anak untuk saling mendoakan dan meminta maaf satu sama lain, dsb.
  • Luangkan waktu bersama anak untuk bisa bermain, bercanda, ngobrol atau berbicara dari hati ke hati bersama anak. Berusahalah untuk menjadi pendengar yang baik pada saat anak berbicara. Bantulah anak dengan menunjukkan kepedulian atau dukungan, semangat dan inspirasi sehingga anak benar-benar merasakan adanya kasih sayang orangtua padanya.
  • Libatkan anak pada kegiatan yang bisa memberi pengalaman padanya bagaimana mengekspresikan kasih sayang. Misalnya berkunjung ke panti asuhan untuk menunjukkan bagaimana kita mengasihi sesama manusia.

Share artikel ini:

Artikel Terkait