@shutterstock

Peran Teknologi Untuk Parenting

Saat ini teknologi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bahkan, peran teknologi sudah menjadi teman di kehidupan sehari-hari. Dalam banyak hal teknologi akan mendekatkan yang jauh, tapi tak jarang hal ini juga malah menjauhkan yang dekat.

Dalam bidang parenting, teknologi juga memiliki peran yang besar. Ada berbagai macam dampak yang ditimbulkan, di antaranya seperti berikut ini.

Konsumsi teknologi
Anak-anak yang lahir tahun di atas tahun 2000 memiliki banyak kesempatan untuk merasakan canggihnya teknologi. Dulu sewaktu Anda masih kecil pasti jarang sekali ada orang yang memiliki alat elektronik. Namun sekarang, alat elektronik sudah bisa ditemui di mana saja.  Sebuah survei dari Pew Reserach tahun 2008 menemukan bahwa 93 persen pasangan yang telah memiliki anak setidaknya memiliki satu buah komputer di rumah. Sisanya sekitar 58 persen memliki dua unit atau lebih. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan pada kehidupan mereka, namun kalau tidak dibatasi dan diawasi bisa menimbulkan banyak masalah seperti si kecil yang kurang perhatian, keharmonisan keluarga yang berkurang, hingga gangguan kesehatan.

Keselamatan
Sewaktu masih kecil dulu, orang tua sering memperingatkan Anda tentang bahaya bermain peralatan elektronik. Sekarang hal yang sama juga terjadi pada si kecil Anda. Membiarkan si kecil bermain internet tanpa pengawasan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatannya, tidak cuma fisik tapi juga mental.

Kalau diperhatikan, saat ini anak-anak kecil lebih suka bermain gadget daripada dengan teman sebayanya. Jika dibiarkan saja, kemampuan sosialnya akan berkurang. Jadi, orang bisa memulai dengan batasi screen time mereka. Dalam sehari paling tidak si kecil hanya boleh bermain gadget selama 15 menit.

Pengaruh budaya
Selain dampak negatif, teknologi juga memberikan pengaruh positif pada bidang parenting. Setiap negara di dunia pasti memiliki cara prenting yang berbeda-beda untuk mengasuh si kecil. Nah, Anda bisa belajar banyak tentang cara-cara perenting di negara maju untuk diterapkan pada si kecil.

Penggunaan secara positif akan meningkatkan kedekatan keluarga sehingga yang dekat tidak akan merasa jauh dan yang jauh selalu terasa dekat. Semoga informasinya bisa membantu ya Ibu.

Share artikel ini:

Artikel Terkait