Periksa Payudara Sendiri

Kini diakui, pemeriksaan payudara sendiri (sarari) memberi manfaat lebih ketimbang dengan menggunakan alat periksa medik. Selain bisa lebih rutin dilakukan, pertumbuhan awal tumor di payudara bisa lebih dini dideteksi. Kasus kanker payudara menunjukkan kecenderungan terus meningkat sekarang ini. Untuk mencegah tidak sampai terlambat ditangani, setiap wanita harus dapat mengenali apa pun jenis tumor payudaranya, secara lebih dini. Bagaimana melakukannya, dan kapan perlu diwaspadai, kita membicarakannya di sini.

Tidak sedikit kasus kanker payudara terlambat ditangani lantaran terlambat dibawa ke dokter. Alasan keterlambatan berobat bisa karena dua hal. Pertama tidak peka terhadap perubahan yang muncul pada payudara sendiri, dan abai melakukan upaya pemeriksaan payudara mandiri.

Kita tahu adanya benjolan di payudara tidak selalu kanker. Mungkin hanya tumor jinak belaka. Namun apa pun benjolan yang semula tidak ada lalu menjadi ada, harus disikapi secara memadai. Memang belum tentu kanker, bisa jadi hanya radang, kista, atau tumor jinak payudara belaka.

Lakukan sewaktu mandi
Untuk memeriksa sendiri payudara terhadap kemungkinan adanya benjolan tidaklah sukar. Siapa pun dapat melakukannya. Prinsip pemeriksaannya bagaimana secara sistematik menyisir dengan perabaan seluruh permukaan payudara memakai jemari untuk merasakan adakah suatu benjolan di sana.

Agar tidak ada bagian payudara terlewat sewaktu pemeriksaan, biasakan merabanya secara sistematik mulai dari bagian tepi payudara berkeliling mengitari seluruh permukaan payudara sampai akhirnya tiba di bagian putingnya. Rabaan disertai sedikit penekanan untuk merasakan sekiranya benjolan berada di bagian payudara yang lebih dalam. Makin dalam letak benjolan, makin sukar teraba. Bisa jadi terluput dari perabaan.

Biasakan memeriksanya sewaktu mandi. Tak perlu tiap hari, setidaknya seminggu sekali dinilai cukup. Terutama tiga hari atau seminggu setelah menstruasi, karena umumnya payudara dalam keadaan lunak. Kalau pemeriksaan sewaktu mandi dilakukan dalam posisi berdiri, sesekali lakukan juga dalam posisi berbaring telentang sebelum tidur.

Benjolan payudara yang dipengaruhi oleh periode haid yang bersifat hilang timbul biasanya bukan yang perlu dirisaukan. Hanya benjolan yang menetap yang memerlukan perhatian lebih dan menjadi petunjuk bagi kita untuk melakukan pemeriksaan medik lanjutan. Dokter akan melakukan pemeriksaan mammography untuk memastikan apa jenis benjolannya.

Bedakan ‘Benjolan’
Benjolan payudara bisa disebabkan oleh sejumlah penyebab. Bisa ganas, bisa juga jinak. Benjolan yang jinak kita sebut tumor payudara, dan baru digolongkan kanker payudara bila bersifat ganas.

Untuk mengenali suatu benjolan payudara bersifat ganas, bisa kita  amati dengan cara merasakan seperti apa sifat benjolannya saat merabanya. Bila itu suatu kanker, umumnya bersifat lebih keras, batas benjolan tak jelas, dan sukar digerak-gerakan dari bagian dasarnya.

Tidak demikian halnya bila itu suatu tumor jinak. Umumnya, batasnya jelas benjolan jelas, seperti meraba bulatan dalam kantung, masih bisa digerak-gerakkan. Namun apa pun jenis benjolannya jangan membuat kita abai. Jangan pula menunda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, memastikan apakah itu bukan suatu keganasan payudara.

Apa perlunya mengenali keganasan payudara secara lebih dini? Oleh karena makin dini kanker payudara dikenali, makin besar kemungkinan untuk disembuhkan. Bila terlambat menangani, makin menjadi tinggi stadium kankernya, makin kecil bisa ditolong. Terlebih kalau sel kanker sudah telanjur menyebar ke mana-mana (metastasis).

Lebih waspada pada yang berisiko
Pada mereka yang berisiko terkena kanker yang diduga kuat bersifat genetik. Bila ada orangtua, ibu, saudara kandung yang terkena kanker jenis apa pun, bisa saja ada kemungkinan warisan genetik itu juga kita bawa dalam tubuh.

Perhatikan putting susu 
Selain itu periksa juga secara rutin puting susu adakah perubahan pada kulit puting, dan sekitarnya, adakah cairan yang keluar. Apa pun yang keluar dari puting susu, apalagi kalau berwarna darah, curigailah sebagai hal yang abnormal. Bagi yang sedang dalam masa menyusui, memang perlu dibedakan. Tetapi tetap waspada dan minta bentuan dokter ahli apakah kelainan puting terkait dengan menyusui saja atau ada hal lain kecurigaan tumor / kanker bisa juga keduanya.

Hal yang sama bila kulit payudara ada bagian yang mengisut berkeriput menyerupai kulit jeruk, juga termasuk yang harus dicurigai kalau di bagian bawahnya sudah ada keganasan payudara.

Tidak tergoda
Apapun jenis benjolan ditemukan pada payudara, atau ada kelainan dari puting susu, curigai dan waspadai. Dan janganlah menunda memeriksakan diri ke dokter agar memperoleh kepastian apa yang perlu dilakukan. Jangan tergoda dengan pengobatan yang belum terbukti dan hanya berdasar kabar burung kesaksian orang. Misal, pengobatan tradisional, herbal dari daerah dan negara manapun atau ‘orang-pintar’ siapapun, tanpa pendampingan dokter ahli yang berpengetahuan melakukan penanganan medik (kedokteran) yang sesuai. 

Kanker payudara pada stadium dini, masih mungkin ditolong. Selain di’buang’ benjolannya, kemoterapi makin banyak jenis yang baru, digabung dengan radioterapi, kanker payudara masih mungkin dijinakkan. Namun sayang tak sedikit kasus kanker payudara yang ditemukan semasih dini, gagal ditolong pihak medik karena berkonsultasi dulu ke orang pintar, sehingga saat memasuki stadium lanjut sudah tidak mungkin lagi diatasi oleh bantuan medik.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait