Perlukah Membedakan Kamar di Rumah?

Ada kamar orang tua, ada kamar anak. Perlukah masing-masing kamar ini dibedakan? Ya, perbedaan kamar ini disarankan karena adanya batas privasi yang tidak boleh diganggu oleh siapapun, bahkan oleh anak sekalipun. Lingkungan dalam rumah terbagi menjadi tiga bagian wilayah yaitu wilayah umum, wilayah khusus dan wilayah super khusus. Apakah itu? Mari simak yang berikut ini.

Wilayah umum

Pada wilayah ini komunikasi terjalin bebas dengan anggota keluarga maupun orang-orang dari luar seperti pembantu, sopir, suster dan lain sebagainya. Tidak ada rahasia dalam wilayah ini karena semuanya bersifat umum. Misalnya, seperti jadwal tidur si kecil, menu makan, penempatan barang-barang yang umum dipakai, standar penerimaan tamu dan keamanan rumah.

Wilayah khusus

Dalam wilayah ini, komunikasi hanya terjalin dengan orang-orang tertentu yang bersangkutan. Misalnya seperti raport anak, gaji pembantu dan pembagian uang rumah tangga.

Wilayah rahasia

Komunikasi yang terjadin pada wilayah ini hanya antara orang tua saja. Dalam wilayah ini terdapat rahasia yang belum perlu dikomunikasikan dengan anak atau orang lain. Misalnya saja, deposito, hutang, dan hubungan pribadi orang tua.

Nah, untuk melindungi wilayah rahasia dan khusus, orang tua memerlukan ruang untuk menjaga privasinya. Ini artinya kamar tersebut  tidak dapat dimasuki oleh anak dengan bebas apalagi oleh orang lain. Selain itu, dengan memisah kamar antara orang tua dan anak akan melatih si kecil untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab atas kamarnya sendiri. Ketika anak beranjak dewasa, mereka juga membutuhkan ruang untuk menjaga privasinya.

Tidak hanya masalah privasi saja, namun kamar orang tua dan anak dibedakan karena alasan kesopanan dan norma tertentu dalam masyarakat. Ini juga penting agar si kecil tidak sembarangan masuk kamar orang tua temannya saat bertamu.

Semoga bermanfaat, ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait