Permainan Outbond dan Perkembangan Anak

Kini, sudah ada berbagai program permainan outbond yang memang dirancang untuk anak di dekat rumah kita. Sebetulnya, apakah itu semua punya manfaat bagi perkembangan anak, selain senang-senang? Outbond adalah kegiatan di alam terbuka yang menyenangkan atau yang punya sensasi.

“Jika dilihat dari teorinya, tentu manfaat outbond banyak, terutama jika dikaitkan dengan perkembangan otak, mental, dan cara belajar anak”

Di masa awal-awal, perkembangan otak anak akan banyak bergantung pada gerakan fisik yang dilakukan. Itulah kenapa anak kecil itu secara naluri terdorong untuk banyak polah, lari sana-lari sini, dan seterusnya. Dengan outbond itu, anak-anak akan mendapatkan sensasi baru sehingga mau merasakan berbagai gerakan fisik yang selama ini kurang dirasakan, seperti  menjangkau, mengayun, bergulung, menggelayut, memutar, membentuk pola, dan lain-lain.

Riset menemukan berbagai gerakan itu berhubungan dengan Otak Reptil yang gunanya untuk mengkoordinasi gerakan kasar, Otak Keseimbangan, Otak Emosional, dan Otak Berpikir. Jika permainan itu dilakukan bersama-sama dan terarah, ini akan lebih bagus lagi.

Penelitian pendidikan menyimpulkan bahwa anak-anak akan belajar dengan bagus apabila mereka diajari dengan metode kinerstetik, metode visual, dan metode auditorial.

Kinerstetik adalah metode belajar yang melibatkan anak ke dalam sebuah permainan sehingga mereka mengalami langsung apa yang diajarkan dalam permainan itu.

Untuk mengajarkan anak menguasai rasa takut, biasanya tidak bisa dengan cara diberi ceramah. Kita perlu melibatkan dia dalam sebuah eksperimentasi atau permainan.

Metode visual adalah belajar dengan melihat gambar. Apapun  yang kita ajarkan ke anak, sebaikanya melalui gambar atau benda fisik. Metode auditorial adalah belajar dengan suara, entah lewat musik atau apa.

Meski ada banyak manfaat bagi intelektual dan mental anak, tapi orangtua disarankan agar menawarkan kegiatan bertahap. Jangan langsung mencoba yang baru.

Yang juga penting adalah membantu anak untuk mentransformasikan pelajaran dalam permainan itu ke dalam sikap hidup sehari-hari melalui dialog dan penjelasan.

Misalnya kita bisa bertanya ke dia apa saja pelajaran yang penting dari permainan itu lalu kita kaitkan lagi dengan kasus sehari-hari. Hal kecil ini akan membawa manfaat yang besar bagi anak.

Share artikel ini:

Artikel Terkait