Permainan Sederhana Untuk Anda dan Buah Hati

Tidak semua ibu baru memiliki bakat terpendam untuk bisa langsung menciptakan beragam permainan menarik yang bisa dilakukan bersama anak. Anda tidak sendiri. Untuk itulah kami mengajak Anda melakukan berbagai permainan mengasyikkan yang bisa dilakukan bersama batita. Mari kita mulai dengan hal-hal yang sederhana.

USIA 12 – 15 BULAN
Pada usia ini, bayi semakin pandai merangkak, belajar berjalan, berbicara dan memanjat. Si kecil mulai membentuk kekuatan otot tubuh dan mempelajari keseimbangan. Ia mulai menemukan berbagai hal yang menarik untuk di eksplorasi. Pada usia ini, anak belajar dari apa yang mereka lakukan. Yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan anak mencoba melakukannya, mendukung usahanya dan memberi pujian atas berbagai hal yang berhasil ia lakukan.

Ayo Merangkak
Saat bayi Anda mulai merangkak, dukung ia untuk terus melatih kemampuan fisiknya dengan permainanan ini:

  • Bersihkan area bermain si kecil dari benda-benda yang bisa melukainya.
  • Letakkan mainan favorit si kecil di sudut ruangan.
  • Taruh si kecil di lantai, duduk di sebelahnya dan merangkaklah menuju
  • mainannya. Pastikan agar ia melihat apa yang
  • Pegang mainannya dan katakan, “Ayo sayang, sini ambil teddy bear mu!”
  • Bujuk ia agar mau bergerak ke arah mainan tersebut.
  • Saat ia berhasil mendatangi bonekanya, ajak anak merangkak berputar-putar ruangan sambil mendengarkan musik yang gembira.

Tips:
Saat anak terlihat siap untuk berdiri sendiri, letakkan mainan pada posisi yang lebih tinggi agar ia berlatih mengangkat tubuhnya untuk mengambil mainan favoritnya.

Cilukba
Tahukah Anda bahwa cilukba sangat bermanfaat? Bermain cilukba membentuk kemampuan komunikasi dan sosialisasi anak. Meskipun anak belum mengembangkan kemampuan verbalnya secara sempurna, mereka bisa belajar untuk mengkomunikasikan emosi bahagia dan kesenangan dengan orang lain.

Ada banyak cara bermain cilukba:

  • Menutupkan kedua tangan anak ke mukanya dan kemudian membukanya.
  • Menutup mata kita dengan kedua tangan.
  • Menutupi wajah dengan handuk.
  • Bersembunyi di balik pintu atau perabotan dan muncul dengan tiba-tiba di hadapan si kecil.
  • Meletakkan mainan atau boneka kesayangan anak di balik selimut dan menyingkapnya.

Tips Favorit:

  • Menggambar wajah tersenyum di ibu jari lalu menyembunyikannya di balik jemari yang lain.

USIA 15 – 18 BULAN
Salah satu perkembangan yang paling menonjol pada usia ini adalah kemandirian. Tanpa Anda sadari, kini si kecil dapat Anda tinggalkan (meski hanya 10 menit) untuk bermain sendiri tanpa Anda temani. Anak senang meniru apapun yang dilakukan orang dewasa. Mereka belajar banyak dari melihat dan meng-copy apa yang Anda lakukan.

Bernyanyi Bersama
Kapan waktu yang tepat untuk mengajak si kecil bernyanyi? Kapan saja di mana saja. Saat berkendara di mobil, di ruang tunggu rumah sakit, atau saat mengantri di kasir supermarket, Anda bisa mengasah kreativitas dan imajinasi si kecil.

Pilihlah lagu-lagu dengan lirik yang mudah dan melodi yang riang seperti:

  • Balonku ada lima
  • Pelangi-pelangi
  • Potong bebek angsa
  • Topi saya bundar
  • Kalau kau suka hati tepuk tangan

Tips:
Saat bernyanyi bersama, gunakan tangan dan tubuh sebagai alat Bantu, misalnya dengan bertepuk tangan, menggoyangkan pinggul atau menghentakkan kaki. Selain lebih seru dan menyenangkan, hal ini bisa membantu mengembangkan koordinasi tubuhnya.

Yuk Membaca,
Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengembangkan minat baca pada anak-anak selain mulai mengenalkannya dengan aktivitas ini sedini mungkin. Yang sulit, anak mungkin hanya bisa duduk diam di pangkuan Anda selama 5 menit. Jadi saat Anda mengajaknya membaca buku cerita, perhatikan hal-hal di bawah:

  • Pilih buku cerita yang berisi lebih banyak gambar-gambar besar dan berwarna warni di bandingkan penuh dengan kata-kata.
  • Jangan memilih buku cerita yang terlalu panjang, cerita pendek berisi kisah hewan-hewan di hutan atau kumpulan sajak-sajak berirama yang lucu.
  • Ajak anak untuk terlibat di dalam cerita dengan mengganti nama tokoh utamanya dengan nama si kecil.

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Parents Indonesia) USIA 18 – 24 BULAN
Kini ia jauh lebih pandai berbicara dan memiliki kemampuan untuk memahami banyak perkataan Anda. Kebanyakan anak pada usia ini dapat mengucapkan 30 hingga 50 kata dan sudah bisa merangkai dua suku kata. Si kecil juga sudah menguasai kemampuan motorik baru seperti menyusun balok, melempar dan menangkap bola dengan sempurna, serta berlari dan melompat. Kini saat yang tepat untuk menciptakan permainan yang lebih kreatif bersamanya.

Senang, Sedih dan Marah
Meskipun anak mulai merasakan emosi sejak ia dilahirkan, namun pemahaman akan berbagai jenis ekspresi baru mulai dikembangkan pada usia ini. Dengan bantuan boneka tangan, anak bisa mengembangkan kemampuan kognitif, memahami berbagai ekpresi berdasarkan emosi dan mengembangkan kemampuan berbahasa.

Yang perlu disiapkan:

  • Pada satu lembar kertas, gambar berbagai ekspresi wajah mulai dari senang, sedih, marah, takut, dll.
  • Gunting dan rekatkan tiap ekspresi wajah pada gelas kertas warna warni yang muat untuk dimasuki tangan Anda.
  • Pangku si kecil dan berceritalah dengan bantuan boneka tangan tersebut.
  • Saat tokoh utama sedang sedih, keluarkan boneka berwajah sedih, begitu pula saat sedang gembira atau marah.

Sama atau Berbeda?
Pada masa ini, kemampuan kognitif anak berkembang dengan pesat. Ia sudah dapat mengelompokkan berbagai benda berdasarkan persamaan dan perbedaannya. Ini permainan yang bisa membantu meningkatkan kemampuannya:

  • Sediakan berbagai mainan yang dimiliki si kecil seperti boneka, permainan bongkar pasang, bola, alat tulis, dll
  • Bagi mainan tersebut dalam tiga kelompok. Tiap kelompok harus memiliki dua mainan yang sejenis dan satu yang berbeda. (misalnya satu boneka kelinci, satu boneka teddy, dan satu alat tulis dalam satu kelompok).
  • Taruh mainan tersebut di atas meja dan minta si kecil untuk memilih mainan apa yang tidak sejenis dengan kedua mainan lain. Beri waktu padanya untuk berfikir. Jika ia terlihat mengalami kesulitan, Bantu ia dengan memberi petunjuk seperti, “Yang dua jenis bisa dipeluk dan di ajak tidur, yang satu lagi tidak.”
  • Jika ia berhasil, lanjutkan dengan kelompok mainan yang lain. Beri penghargaan berupa pelukan atau kata-kata pembangkit semangat saat ia berhasil.

USIA 24 – 36 BULAN
Saat anak memasuki usia 36 bulan. Ia sudah menguasai hingga 900 kata dan bisa berkomunikasi dengan tiga hingga lima kalimat. Pada tahap ini, rasa ingin tahunya sangat besar. Dukungan dan kasih sayang Anda akan sangat membantunya tumbuh menjadi anak yang bahagia dan penuh percaya diri.

Berburu Harta Karun
Sebenarnya, ini adalah bentuk yang lebih kompleks dari permainan petak umpet. Hanya saja, yang bersembunyi bukan orang tapi barang yang sangat menarik untuk ditemukan si kecil.

  • Pilih satu jenis mainan yang paling disukai si kecil, atau hadiah kejutan yang Anda tahu ia sukai.
  • Sembunyikan barang tersebut pada lokasi yang sebenarnya umum dan mudah di jangkau. Tapi samarkan sedikit keberadaannya agar tidak terlalu mudah ditemukan. Misalnya meletakkan satu set crayon yang baru Anda beli di atas sofa, tapi sembunyikan dibalik beberapa bantal.
  • Bawa si kecil ke ruangan dan beri tahu bahwa Anda sudah menyembunyikan satu hadiah spesial untuknya. Saat ia mencari, beri petunjuk seperti, “Ayo, kamu semakin dekat dengan hadiah itu.”

Tip:
Jangan menyembunyikan mainan pada tempat-tempat yang sulit dijangkau anak dan pastikan ruangan sudah aman dari berbagai benda yang bisa melukainya.

Apa Yang Kau Lihat?
Saat sedang berjalan-jalan di luar ruangan atau berkendara di dalam mobil, stimulasi kemampuan visualnya dengan bertanya padanya: Apa yang kau lihat? Permainan ini bisa mengusir kebosanan saat sedang berkendara jauh dan membantunya mengembangkan kemampuan untuk mengamati alam sekitar.

  • Tanyakan padanya: Apa yang kau lihat?
  • Jika anak menjawab, “Bunga!” lanjutkan dengan menanyakan hal-hal seperti warna bunga tersebut, bagaimana bentuknya, seperti apa daun yang tumbuh di tangkainya, dll

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Parents Indonesia)

Share artikel ini:

Artikel Terkait