Permainan Untuk Anak Perempuan yang Mampu Mengasah Otak

Dunia anak adalah dunia bermain. Bermain merupakan hal yang harus diperoleh si Kecil sebagai bagian dari tahap dari tumbuh kembangnya. Melalui bermain si kecil mendapatkan hal baru dan banyak belajar. Menurut American Academy of Pediatric bermain tak hanya dapat mempengaruhi tumbuh kembang fisik dan emosional si kecil, tapi juga dapat mengembangkan kemampuan kognitifnya agar semakin cerdas.

Pembentukan kecerdasan anak sejak usia dini merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap orangtua. Apalagi jika si kecil berada dalam usia periode emas, yakni masa dimana kemampuan otak anak sedang berkembang dengan pesat.

Menurut DR. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), Msi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, masa periode emas adalah sejak bayi dalam kandungan hingga si Kecil berumur 3 tahun. Saat itu jumlah sel-sel otak bertambah dengan cepat mencapai miliaran sel. Namun tetap membutuhkan rangsangan agar hubungan antar sel-sel otak semakin kompleks.

Oleh karena itu, si kecil membutuhkan rangsangan untuk dapat membuat saraf di otaknya semakin kuat, stimulasi yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya, misalnya seperti dengan memberikan permainan yang dapat mengembangkan otaknya.

Tentunya peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membentuk kecerdasan si kecil. Oleh karena itu Ibu tetap harus membimbing dan mengarahkan si kecil bermain dengan tepat untuk merangsang kemampuan kognitifnya. Pilihlah permainan yang meningkatkan daya kreativitas, imajinasi dan kecerdasan otak, contohnya seperti permainan di bawah ini ya Bu. Permainan ini cocok dimainkan untuk anak perempuan yang berusia 3 hingga 10 tahun.

 

Bermain Boneka

Permainan yang satu ini pastinya menjadi favorit anak perempuan. Selain bentuknya yang lucu, teksturnya pun juga sangat lembut, sehingga nyaman digunakan saat si kecil bermain.

Bermain boneka ternyata mengajari si kecil banyak hal yang beguna untuk mengasah otaknya, seperti mengembangkan kemampuan psikomotoriknya serta kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving).

Tak hanya itu, saat si kecil asik bermain dengan bonekanya, ia juga mengembangkan daya imajinasinya sambil mengoceh untuk melatih kemampuan berbahasa dan juga memperbanyak perbendaharaan kosakata yang dimilikinya.

Jika si kecil bermain boneka bersama dengan teman-temannya, ia juga sedang melatih kemampuan dirinya untuk bisa berkomunikasi dan bersimpati dengan temannya.

 

Bermain Masak-Masakan

Karena suka melihat Ibu memasak di dapur, si kecil pun jadi ingin menirukan aktivitas yang biasa dilakukan Ibu tersebut. Anak-anak memang senang sekali meniru kebiasaan yang dilakukan orang dewasa di dekatnya. Namun dapur menjadi tempat yang berbahaya untuk si kecil bermain. Permainan masak-masakan pun menjadi solusi agar si kecil tetap bisa meniru Ibu memasak.

Permainan masak-masakan dapat melatih daya imajinasi dan kreatifitas anak perempuan. Si kecil bisa mengembangkan ide membuat menu masakan sesuai seleranya. Selain itu, dengan bermain masak-masakan, keinginan si kecil untuk membantu Ibu memasak pun menjadi lebih tinggi. Ibu bisa memberikan tugas yang ringan seperti mengocok telur dan mengaduk adonan. Jika si kecil sudah beranjak besar, ia pun akan tumbuh mandiri dengan membuat makanannya sendiri di dapur.

 

Bermain rumah-rumahan

Permainan rumah-rumahan ini bisa mendukung kecerdasan anak perempuan khususnya untuk mengembangkan imajinasi. Biasanya si kecil akan berperan sebagai seorang orang tua, yakni Ibu, kemudian peran Ayah dan anak-anaknya akan diperankan oleh teman atau para bonekanya. Dengan berperan sebagai Ibu, si kecil belajar untuk bertanggung jawab membersihkan rumah, mencuci, memasak dan lain-lain, yang akan tertanam dalam benak dirinya hingga ia besar menjadi serorang dewasa yang bertanggung jawab.

Tak hanya itu saja, bermain rumah-rumahan juga akan menguji kemampuan si kecil dalam menyelesaikan masalah. Si kecil akan menghadapi tantangan untuk mendekorasi rumahnya, disinilah kemampuan memecahkan masalah tersebut diuji.

 

Bermain Peran (Role Play)

Anak perempuan senang sekali bermain peran, karena ia bisa mengembangkan daya imajinasi dan khayalnya. Lewat permainan ini anak perempuan belajar berimajinasi dan kreatif dengan membuat sebuah ide cerita sendiri, yang akan mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan memecahkan masalah.

Saat si kecil bermain peran, sebaiknya Ibu juga tetap mendampinginya. Ibu harus mengetahui perkembangan yang didapat si kecil dari lingkungannya apakah baik atau buruk. Apalagi pengaruh media dan lingkungan anak di sekitarnya harus disikapi dengan bijak.

Share artikel ini:

Artikel Terkait