Persiapan Balita Pertama Kali Naik Pesawat

Yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Balita Naik Pesawat

Bagi orang dewasa, penerbangan selama dua jam itu mungkin bukan masalah. Tapi tidak begitu bagi si mungil.

Agar selama penerbangan tetap nyaman dan tenang, sang ibu pun harus bersiap ekstra teliti, agar tidak ada barang penting yang terlupakan. Nah, apa saja persiapan yang harus dilakukan Ibu sebelum membawa bayinya naik pesawat, berikut penjelasannya:

Baca Juga : Beberapa Benda yang Tak Boleh Dibawa ke Pesawat

Berpergian dengan pesawat terbang tentu tidak sama dengan berkendara di darat. Misalnya, tidak mungkin berhenti kapan saja dikehendaki bila anak rewel jika berada di dalam pesawat. Beda halnya jika menggunakan transportasi darat. Begitu pula soal tekanan udara di dalam kabin pesawat.

Bagi orang dewasa sekalipun suasana dan kondisi berada di dalam kabin pesawat udara berpengaruh pada kondisi fisik dan kejiwaan. Rasa takut, pengap, atau terlampau dingin adalah bagian dari kemungkinan tidak nyaman selama berada di pesawat. Seperti itu juga yang mungkin dialami balita.

Suasana yang asing, deru pesawat yang masih mendengung, dan kehadiran penumpang lain, bisa jadi membuat anak merasa tidak nyaman. Anak bisa menjadi rewel, tak mau tidur, bahkan uring-uringan. Dampaknya, orangtua pusing dan bahkan panik dibuatnya.

Acap kali kita menyaksikan bunda yang serba salah menghadapi anak balitanya yang uring-uringan. Tak jelas apa mau si anak selama berada di pesawat udara. Dibujuk salah, dipeluk salah, digendong salah, diberi minum susu juga salah. Sang Bunda lantas seperti kehabisan akal. Semakin tidak tepat respons bunda menyikapi balitanya, semakin menjadi-jadi kerewelan sang anak.

Menjadi lebih sabar
Sebagai orangtua, kita tidak selalu lancar berkomunikasi dengan balita. Bahkan orangtua sering tidak memahami keinginan anak. Anak sendiri belum bisa mengungkapkannya secara tepat dan bisa dimengerti. Bukan tidak mungkin, anak sendiri tidak tahu apa yang dikehendakinya.

Buat kebanyakan orangtua dan pengasuh, menghadapi anak yang tidak dipahami kemauannya, kerap memicu emosi. Apalagi jika kadar kesabaran orangtua sedang turun. Bahkan bukan tidak mungkin terjadi kekerasan oleh orangtua terhadap anak. Bukan saja kekerasan fisik, melainkan bentakan dan hardikan. Hal itu bisa membuat batin anak terluka. Untuk mencegahnya, sebaiknya orangtua mengatasinya dengan kepala dingin. Orangtua juga bisa mencoba berempati terhadap apa yang tengah anak rasa dan alami. Kesabaran menjadi modal berharga bagi setiap orangtua untuk mengasuh dan membesarkan anaknya.

Baca Juga :Menjaga Mood Anak Saat Liburan
 

Kesehatan telinga

Yang penting untuk diperhatikan bila balita diajak terbang adalah kesehatan fisiknya. Khususnya jika sedang mengidap flu. Perhatian perlu diberikan lebih pada balita yang sedang flu. Sebab, flu berpotensi menyebabkan komplikasi radang telinga tengah. Itulah yang perlu dicegah. Congekan kerap berawal dari naik pesawat udara dalam kondisi flu. Mengapa?

Saluran pembuluh Eustachii penghubung ruang telinga dengan tenggorokan pada balita, belum sempurna buka tutupnya. Akibatnya perubahan tekanan udara yang terjadi dalam pesawat bisa mengganggunya. Apalagi jika anak sedang mengidap flu. Saat lepas landas dan begitu pula saat mendarat, perubahan mendadak pada tekanan udara di ruang telinga tengah dengan tekanan di kabin lah awal masalahnya.

Untuk meminimalisir dampak dari perubahan tekanan udara kabin secara mendadak, anak disarankan mengunyah, menelan, menghisap permen, atau meminum susu. Bahkan pada orang dewasa pun perubahan tekanan udara bisa buruk akibatnya. Apalagi pada balita yang sedang flu.

Karena itu, balita yang sedang mengidap flu dianjurkan tidak naik pesawat terbang. Perubahan tekanan udara di kabin pesawat bisa saja memunculkan keluhan tidak enak di telinga. Rasa nyeri, rasa penuh, bahkan pecahnya gendang telinga terjadi pada saat itu. Walhasil, anak jadi rewel tak terkendali.

Pada balita yang sehat, tanpa ada gangguan telinga sebelumnya, perlu disiapkan penyumpal liang telinga dengan kapas. Tujuannya agar perubahan tekanan udara di kabin tidak terlampau besar dampaknya terhadap ruang telinga tengahnya. Perhatian lebih dibutuhkan pada balita dengan riwayat radang telinga tengah menahun (otitis media chronic) yang sudah merusak gendang telinganya.

Baca Juga : Kiat Menjaga Keselamatan Anak Saat Berwisata

Persiapan lainnya

Ada hal lain yang perlu dipersiapkan menjelang keberangkatan balita dengan pesawat udara. Selain sudah diberi makan, jangan lupa selesaikan buang air besarnya, walaupun memakai popok. Buang air besar yang tertunda atau belum terselesaikan, bisa membuat balita tidak nyaman dengan pencernaannya. Jika sampai buang air besar selama berada di pesawat, selain balita yang tidak nyaman buang air besar di toilet pesawat, bunda pun akan repot.

Menjelang keberangkatan, pastikan masa tidur balita sudah cukup. Kurang tidur, suasana baru di kabin, dan rasa tak nyaman lainnya memicu balita uring-uringan.

Sebagian balita juga berpotensi mabuk perjalanan. Kalau itu adanya, pastikan minum obat antimabuk perjalanan yang diresepkan dokter. Muntah-muntah selama berada di pesawat bisa membuat balita menjadi uring-uringan. Bila balita sampai temper tantrum, orang-orang seisi kabin bakal terganggu.

Balita yang hiperaktif umumnya tidak betah duduk atau dipangku untuk waktu yang lama. Padahal, perjalanan di pesawat bisa memakan waktu berjam-jam. Balita jadi gelisah dan ingin bergerak terus. Maka ada baiknya mengajak balita berjalan-jalan di sepanjang lorong kabin selama pesawat melaju tenang. Kegiatan berjalan-jalan tersebut dapat memecah kebosanan anak berada terlalu lama di dalam pesawat. Apalagi ketika mainan sudah tak lagi cukup membantu.

Yang tak kurang penting adalah bekal obat-obatan. Selain obat-obatan yang sedang diperlukan anak, juga obat-obatan kedaruratan seperti obat diare, obat flu, dan obat demam.

Share artikel ini:

Artikel Terkait