Pertumbuhan Tulang si Kecil

Sejak dalam kandungan, anak memperoleh kecukupan pembentuk tulang dari ibu. Maka ibu hamil tidak boleh kekurangan asupan nutrisi pembangun tulang. Selain protein dan berbagai vitamin & mineral dari ragam makanan, bahan pembangun tulang sebagaian besar berasal dari kalsium (zat kapur). Demikian pula setelah anak lahir,  kebutuhan kalsium sebagai bahan baku pembentuk tulang tubuhnya tidak boleh kekurangan. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Tingginya seorang anak juga ditentukan oleh seberapa cukup kalsium ia peroleh dari menu harian. Faktor menu mengalahkan faktor genetik. Sekalipun mewarisi gen tidak jangkung, anak bisa mengalahkan warisan tidak jangkung dengan menu kaya akan kalsium. Makin memadai asupan kalsium, makin optimal tinggi badan dan kepadatan tulang terbentuk.

Kandungan kalsium dalam tubuh dewasa seberat 60 kg, ± sebanyak 1,7 Kilogram, 90% menumpuk dalam tulang dan gigi. Hanya satu persen dalam darah dan jaringan. Maka agar tulang tumbuh optimal dan berkualitas, bahan bakunya perlu dicukupi. Anak perlu kecukupan kalsium. Sebagian besar kalsium diperoleh dari susu dan produknya.

Tak ada kesempatan kedua
Pembangunan tulang tubuh berlangsung secara bertahap. Untuk memperoleh fondasi tulang yang kokoh, sejak awal tidak boleh kekurangan kalsium. Tulang akan terus bertumbuh, dan mencapai puncaknya sebelum usia pubertas. Maka kecukupan kalsium harus tetap dipenuhi sampai mencapai masa pubertas.

Jenis tulang panjang tubuh anak menentukan seberapa tinggi seorang anak. Maka pertumbuhan tulang optimal harus dikejar sebelum pubertas tiba. Segala hal yang mengganggu metabolisme kalsium akan menghambat peletakan fondasi tulang belulang anak. Termasuk bila asupan bahan bakunya tidak memadai.

Lewat usia pubertas, akan terlambat menyusul menambahkan kalsium, karena pembangunan fondasi tulang sudah selesai. Kondisi tulang anak ditentukan seberapa bagus fondasi tulang yang terbangun sebelum pubertas. Oleh karena itu jangan abaikan kecukupan kalsium anak.

Tak cukup hanya kalsium
Jika mencukupi asupan kalsium tidak diimbangi oleh asupan mineral phosphor juga hasilnya akan percuma. Kelengkapan mineral juga memerlukan cahaya matahari pagi. Kecukupan protein pun sebagai zat gizi pembangun sel, tak boleh terabaikan.  Dan itu pun belum lengkap kalau kurang bergiat fisik yang menumpu berat tubuh (weight bearing exercises) seperti jalan, lari, lompat yang diperlukan untuk kepadatan massa tulang. Karena semua itu berperanan dalam metabolisme kalsium. Termasuk kecukupan vitamin D, vitamin C, serta dalam bentuk apa kalsium dikonsumsi.

Itu sebabnya anak perlu cukup aktif secara fisik dan terpapar cahaya matahari pagi sekurangnya lima belas menit. Penyakit ricket di Inggris, contohnya. Kendati kecukupan asupan kalsium dan vitamin D, namun karena kekurangan paparan sinar  matahari, pembentukan tulang terganggu juga.

Kebutuhan kalsium per kilo berat badan anak relatif lebih besar dari orang dewasa. Kemudahan penyerapan kalsium tidak sama untuk bentuk kalsium yang berbeda. Selain itu porsi penyerapan juga ditentukan seberapa besar asupan kalsium. Pada tingkat tertentu, bila asupan kalsium terus-menerus kurang, tubuh mengambilnya dari tulang dan gigi. Pengeroposan tulang terjadi.

Sumber kalsium terbaik berasal dari susu dan produknya. Dalam takaran yang lebih sedikit, kalsium terkandung dalam kacang-kacangan, sayuran hijau, oatmeal, dan ikan. Tulang ternak dan tulang ikan sumber kalsium juga. Maka mengkonsumsi ikan teri-tawar, misalnya, membantu mencukupi kebutuhan kalsium juga.

Kapan diwaspadai?
Kekurangan asupan kalsium tidak mudah dideteksi. Kalsium yang beredar dalam darah amat kecil, sehingga kalau kekurangan kalsium sudah sangat lanjut dan besar, baru tampak dari kadar kalsium darah. Jauh hari sebelum terdeteksi dalam darah, kalsium tulang sudah tidak mencukupi.

Normal, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang kalau tidak mencukupi. Namun ada batas toleransi bila kekurangan kalsium sudah amat berlebihan. Maka perlu mengamati munculnya keluhan dan gejala defisiensi kalsium, seperti anak jadi rewel, dan cengeng. Perabaan otot-otot tubuhnya lebih lembek dibanding anak normal.

Jangan abaikan pula kalau anak lambat dalam kemampuan duduk dan atau berjalan, kemungkinan itu bagian dari gejala kekurangan kalsium juga. Bila kekurangan kalsium sudah amat berat akan muncul gejala tetany, yakni gerakan otot-otot tertentu (twitching).

Bentuk keluhan lain tampak munculnya keadaan kejang otot setempat atau kram yang biasanya dialami oleh anak yang lebih besar. Dan jangan lupa kalsium juga berfungsi dalam listrik jantung. Gangguan debar jantung bisa terganggu juga bila kalsium tubuh kurang. Dan secara keseluruhan, postur tubuh (kerangka) anak kelihatan jelek bila lama kekurangan kalsium akibat kelemahan dan kurang terbentuknya otot-otot penunjang tubuh.

Kendati asupan kalsium harian memadai, namun bila mengalami gangguan penyerapan (malabsoprsi) kalsium, hasilnya akan sama juga. Metabolisme kalsium juga dipengaruhi oleh fungsi kelenjar anak gondok (parathyroid). Gangguan fungsi kelenjar ini pun berpengaruh pada tulang belulang dan kerapuhan gigi.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait