Pilihan Dongeng anak untuk Si Kecil

Apakah Ibu suka mendongeng untuk si Kecil? Apakah sampai kini si Kecil masih suka membaca kumpulan dongeng anak? Mungkin ketika mendengar kata ‘dongeng’ yang muncul di bayangan Ibu adalah cerita pengantar sebelum si Kecil tidur. Padahal, dongeng anak bisa diceritakan atau dibaca kapan saja dan banyak menfaatnya bagi si Kecil lho, Bu.

Manfaat dari dongeng yang tak dapat dipungkiri adalah; dongeng dapat menjadi sarana hiburan dan juga membantu si Kecil mengembangkan imajinasinya. Ketika si Kecil masih usia dini, kegiatan mendongeng bisa menjadi momen interaktif antara orang tua dan anak dengan memanfaatkan cerita dongeng sebagai bahan diskusi. Dongeng juga bisa menjadi media untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak, membangun rasa empati dan menanamkan nilai-nilai yang positif, mengingat di dalam setiap dongeng selalu ada pesan yang disampaikan.

Sehubungan dengan perkembangan verbal si Kecil, dongeng dapat meningkatkan keterampilan anak dalam berbahasa, memperkaya kosakata, menjadi media untuk belajar membaca dan lebih lanjut dapat meningkatkan minat baca si Kecil.

Yang perlu Ibu ingat juga adalah bahwa dongeng bukan hanya untuk anak usia dini. Tetapi, seperti juga kegiatang-kegiatan lainnya bagi si Kecil, dongeng perlu disesuaikan dengan usia anak agar manfaat yang si Kecil dapatkan dari kegiatan membaca dongeng ini menjadi optimal. Contohnya, dongeng kancil yang suka mencuri tentu tidak akan menarik lagi badi anak usia 7-12 tahun yang sudah duduk di bangku SD.  

Dongeng anak yang lebih sesuai untuk anak usia SD adalah cerita rakyat yang biasanya sudah lebih panjang, melibatkan karakter yang lebih banyak, nilai-nilai yang lebih abstrak dan kosa-kata yang lebih kompleks daripada yang digunakan dalam kumpulan dongeng anak usia TK. Melalui dongeng tema ini, si Kecil juga dapat belajar mengenai budaya suatu daerah.

Menurut Cahyono Budi Dharmawan dari Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, tema lain yang perlu diutamakan dalam cerita dongeng adalah tema persahabatan. Mengapa? Karena di usia SD anak sudah mulai memiliki hubungan yang lebih erat dengan teman-temannya, mulai mempunya sahabat dan juga peer group sehingga persahabat menjadi tema yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai nilai positif dalam bersosialisasi dengan orang lain.

Dongeng anak SD juga umumnya sudah tidak menggunakan hewan sebagai karakternya. Di tahap perkembangan kognitifnya yang sekarang ini, si Kecil sudah dapat mengambil pelajaran dari berbagai tokoh. Yang penting, dongeng yang ia dengar atau baca tetap mengandung nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan si Kecil sehingga bisa dikaitkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Ketika mendampingi si Kecil yang sudah di bangku SD membaca cerita dongeng, Ibu juga bisa mengajaknya berdiskusi mengenai karakter-karakter di dalam dongeng, nilai-nilai yang terkandung, pelajaran yang ia dapat dan tanggapannya mengenai dongeng tersebut.

Share artikel ini:

Artikel Terkait