Pintarkan Anak Lewat Kasih Sayang

Semua orang menginginkan buah hatinya menjadi anak yang pintar. Hanya saja, kadang-kadang cara mendidik yang dilakukan kurang sesuai. Kebanyakan orang tua terlalu menuntut pada anak agar bisa menjadi orang yang pintar sesuai yang diinginkannya. Padahal, anak juga membutuhkan kebebasan berpikir dan menentukan masa depannya sendiri. Maka dari itu, mulailah untuk menerapkan cara yang lebih mudah dan nyaman bagi anak, seperti lewat kasih sayang.

Dalam masa pertumbuhannya, anak kecil membutuhkan banyak arahan dan bimbingan dari orang tuanya. Anda perlu mendorongnya untuk semangat dalam belajar dengan kasih sayang, bukan dengan kemarahan. Anak yang dididik dengan penuh kasih sayang akan lebih mudah menjadi orang yang besar dan sukses di masa depan. Hal ini, tentu bukan tanpa alasan. Suasana belajar yang nyaman dan kondisi keluarga yang tenteram akan membuat anak betah dan mudah menjalani setiap proses pembelajaran.

Dia akan merasa bahagia, karena orang-orang yang ada di sekitarnya begitu menyayangi dirinya. Si kecil pun akan merasa bahwa dirinya diberi kepercayaan untuk menjadi anak yang pintar. Bukan sebatas tuntutan yang selama ini sering terjadi di lapangan. Sebaliknya, jika si kecil sering mengalami kemarahan dari orang tuanya, maka dia cenderung menjadi pribadi yang menutup diri dan suka uring-uringan juga.

Yang perlu diingat, anak kecil selalu meniru kebiasaan yang terjadi di sekitarnya. Apa yang diamatinya akan menentukan karakter yang akan terbentuk dalam dirinya. Jika ia dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan rasa kasih sayang, maka anak juga akan menjadi orang yang penyayang pula. Demikian pula sebaliknya, karakter anak akan lebih sulit diatur jika orang tua terlalu memanjakan dan memarahi anak manakala mengalami kegagalan.

Jadikan sikap kasih sayang yang Anda miliki sebagai langkah untuk mencerdaskan anak. Ingatkan dia bilamana sedang salah. Jangan memarahinya, tetapi cobalah untuk menjadi teman yang bisa mengerti perasaan anak saat dia mengalami kegagalan. Ajaklah dia bersama-sama mencari tahu penyebab kegagalan tersebut. Selanjutnya, bantu anak menemukan solusinya, hingga dia bisa kembali untuk bersemangat memperbaiki diri. Apabila bisa dilakukan dengan penuh kesebaran dan ketekunan, bukan tidak mungkin buah hati Anda kelak benar-benar menjadi orang yang membanggakan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait