Pro Kontra Ponsel Bagi Anak

Ponsel kini bukan lagi monopoli orang dewasa saja. Lihat saja banyaknya anak usia sekolah dasar yang sudah menenteng ponsel kemana-mana. Jika mencuri dengar percakapan mereka tentang ponsel pun tak kalah dengan orang dewasa. Mulai model terbaru yang sedang jadi tren hingga kecanggihan fitur-fitur di ponsel mereka. 

Memang ponsel kini seolah jadi bagian dari kehidupan yang tak bisa ditolak. Namun bila tiba soal memberikan ponsel pada anak-anak, banyak orang tua yang menghadapi dilema. Ingin selalu memantau keadaan anak lewat ponsel, tapi juga khawatir anak terekspos hal-hal negatif. Agar Anda bisa memutuskan dengan lebih obyektif, ada baiknya kita intip sisi positif dan negatif memberikan ponsel pada anak-anak.

Yang menguntungkan:

  • Keamanan
    Salah satu sisi positif utama memberikan ponsel pada anak Anda adalah untuk alasan keamanan. Dengan memiliki ponsel, orang tua dapat memantau keberadaan anak setiap waktu,  juga sangat membantu dalam keadaan darurat atau anak dalam kesulitan. Misalnya saja saat terpisah dengan orang tua di tempat umum, saat ada orang yang bermaksud jahat, atau anak berada dalam situasi yang tidak aman, mereka dapat menghubungi orang tua untuk meminta pertolongan.
  • Kepraktisan
    Bila anak memiliki banyak aktivitas di luar sekolah dan di luar rumah, ponsel akan sangat membantu bila mereka memerlukan sesuatu saat beraktivitas. Misalnya saja bila kegiatan yang diikutinya selesai lebih awal atau dibatalkan, ia bisa meminta orang tua untuk segera menjemput.
  • Melatih tanggung jawab
    Memberi ponsel pada anak akan memberi kesempatan bagi mereka untuk belajar bertanggung jawab. Anak akan merasa memiliki dan sebisa mungkin menjaganya agar ada dalam kondisi yang baik. Ini menjadi kesempatan baik untuk memupuk sifat peduli untuk merawat benda-benda milik mereka. 

Sedangkan sisi negatifnya antara lain:

  • Rentan kejahatan
    Ironisnya sisi keamanan yang kerap jadi alasan utama memberikan ponsel pada anak, kerap jadi bumerang. Karena ponsel yang dimilikinya, seorang anak bisa menjadi sasaran kejahatan. Baik kejahatan berupa pencopetan/pencurian untuk mengambil ponsel, menjadi sasaran pengiriman foto/sms kurang pantas, hingga jadi sarana orang tak bertanggungjawab untuk membujuk anak melakukan sesuatu.
  • Tagihan membengkak
    Jika tidak dikelola dengan baik, ponsel yang Anda berikan pada anak dapat memberikan ‘kejutan’ tak menyenangkan saat tiba waktu membayar tagihan. Maklum, anak-anak memang mudah tergoda untuk sering-sering menelepon, mengirim sms, hingga bermain internet lewat telepon hingga tanpa disadari tagihan akan membengkak.
  • Kurang fokus
    Excitement memiliki ponsel juga kerap membuat anak tidak fokus terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Maka jika tidak disertai peraturan-peraturan yang tegas tentang penggunaan ponsel, bisa jadi pelajaran sekolah menjadi korban karena  ‘godaan’ menelepon, mengirim sms,  atau bermain game saat sedang belajar atau membuat PR.
  • Jika Anda memang ingin memberikan ponsel pada anak, berikut beberapa tips yang akan membuat ponsel menjadi berguna dan tidak disalahgunakan:
    Jangan berikan ponsel pada anak jika ia hanya meminta ponsel agar dapat ‘diterima’ oleh teman-temannya. Jangan pupuk kebiasaaan materialistis pada anak dan jelaskan alasannya pada anak kenapa ia belum membutuhkan ponsel.
  • Jelaskan bahwa alasan utama memiliki ponsel adalah untuk keamanan, bukan yang lain-lain seperti bermain game atau berkirim sms dengan teman.
  • Buat batasan yang jelas tentang penggunaan ponsel. Misalnya begitu sampai di rumah, maka ponsel harus non aktif sehingga anak tetap berinteraksi dan terlibat dalam berbagai aktivitas keluarga, tidak asyik main ponsel sendirian.
  • Pilih paket penggunaan yang terkontrol, misalnya dibatasi jumlah pemakaian pulsa per bulan, perlu tidaknya akses internet atau download ringtone.
  • Untuk anak-anak yang masih sangat muda, ada baiknya memilih ponsel yang memang dikhususkan bagi anak-anak dan dilengkapi fitur kontrol seperti:

        - Nomor mana saja yang dapat dihubungi dan
          menghubungi anak.

        - Tidak dilengkapi fitur akses Internet, pesan
          singkat atau Chatting.

        - Memiliki batas pengguna pulsa.

        - Dillengkapi fasilitas GPS tracking, hingga
          mempermudah Anda memantau keberadaan anak.

 

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait