Rahasia Di balik Tradisi Makan Bersama

Kesibukan orangtua (dan anak) seakan telah merampas waktu tradisi makan malam bersama keluarga. Padahal, makan bersama baik bagi pertumbuhan anak-anak. Kenapa?

                    Untuk sebagian keluarga saat ini, makan bersama barangkali menjadi sesuatu yang semakin mahal karena semakin sulit dilakukan, tidak saja bagi orangtua yang dua-duanya kerja di luar rumah.

                    Pasalnya, makan bersama itu seringkali bukan semata soal ada waktu atau tidak, tapi lebih terkait dengan kesadaran dan tradisi keluarga. Hanya orangtua yang sadarlah yang mau melakukannya sehingga menjadi tradisi.

Menciptakan Tradisi Makan Bersama     

                    Bagaimana menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan tradisi makan bersama di keluarga? Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengetahui dan mengingat betapa banyak manfaat yang bisa kita petik dari tradisi makan bersama ini bagi pertumbuhan dan perkembangan anak serta bagi keluarga.

                    Manfaat yang langsung bisa dirasakan adalah menyangkut finansial. Alasannya, karena saat menu  santapan keluarga itu adalah olahan sendiri, dipastikan biayanya akan lebih murah sehingga secara ekonomi makan bersama itu lebih hemat.

                    Manfaat terpenting lainnya dari tradisi makan bersama adalah semakin mudah menjaga keseimbangan nutrisi keluarga. Anak kita akan belajar untuk terbiasa mengkonsumsi sayuran atau kandungan gizi yang seimbang melalui saran dan contoh dari kita.

                    Kemudian, makan bersama juga merupakan sarana untuk menciptakan keharmonisan keluarga karena semakin mudah menanamkan pentingnya komunikasi dalam keluarga satu sama lainnya. Kedekatan komunikasi ini punya hubungan ke hal-hal lain yang sangat vital dari perkembangan anak dan orangtua.

                    Selain itu, tradisi ini juga dapat dijadikan alat proteksi untuk menyelamatkan anak dari berbagai perilaku yang ditolak oleh norma dan tata krama sosial karena dia tahu orangtuanya akan terus mengontrol. 

Menurut banyak penelitian, kedekatan komunikasi yang muncul dari tradisi makan bersama itu ternyata punya korelasi dengan perilaku baik anak di sekolah, sopan santun dan rasa tanggung jawab.

                    Supaya  manfaat  yang didapat lebih banyak lagi, orangtua bisa menjadikan pertemuan dalam makan bersama itu sebagai pintu masuk untuk melakukan edukasi melalui cara yang menyenangkan, seperti dialog, sharing, atau memberi tantangan.

                    Bahkan bagi orangtua sendiri, makan bersama juga akan melatih bagaimana mengungkapkan keinginan atau koreksi tanpa harus dengan amarah atau mengomel. Orangtua akan belajar bagaimana mengendalikan emosi diri. Untuk jangka panjang, ini juga bisa memperkuat identitas keluarga.

Semoga bisa kita jalankan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait