Resolusi Tahun Baru Bagi Balita

Bagus-bagus saja kalau selama ini kita selalu membuat agenda kegiatan yang menyenangkan atau berwisata untuk menyambut tahun baru bersama si kecil. Tapi, akan lebih bagus lagi jika kita juga membuat agenda pencapaian perkembangan kemampuannya di tahun berikutnya.

Agenda pencapaian itu menjadi penting sebab seluruh kemampuan anak baru akan dicapai melalui proses latihan / pembelajaran. Faktor lingkungan dan keturunan memang berperan juga, tapi proses pembelajaran tetaplah yang paling berperan. 

Di samping itu, dengan adanya agenda, akan lebih memungkinkan tercapainya keseimbangan. Secara umum, beberapa kemampuan kunci yang perlu ditingkatkan dan diseimbangkan untuk balita itu adalah:

  1. Motorik / Fisik: lebih mampu menguasai gerakan yang lebih tinggi
  2. Intelektual: lebih mampu membaca, menghitung, atau menalarkan sesuatu
  3. Emosional / Sosial: lebih mampu bersosialisasi atau lebih menyadari identitas dan peranan jendernya
  4. Mental: lebih menyadari tanggung jawab atau resiko tindakannya
  5. Moral: lebih mampu membedakan mana yang benar, baik, atau yang bermanfaat

Intinya, perlu ada peningkatan dan keseimbangan yang kita rencanakan secara sadar dan terprogram berdasarkan perkembangan-nyata atau masalah yang muncul. Supaya agendanya tepat, maka pengamatan dan kepedulian sangat diperlukan. Kalau pun harus membandingkan dengan anak lain, sebaiknya itu hanya kita jadikan acuan saja.

Apakah semua itu harus ditargekan secara ketat? Tentu tidak. Bagi anak-anak, yang terpenting itu bukan hasilnya, melainkan tradisi proses pembelajarannya. Anak yang kemampuan inteleknya pintar, namun mentalnya tidak dilatih, akan kehilangan kekuatan saat menghadapi kegagalan atau dia tidak punya tradisi mempertanggungjawabkan hidup yang terlatih dari kecil.

Untuk anak balita, semua proses itu perlu kita usahakan dengan pendekatan bermain atau melalui permainan. Misalnya mengajari membaca atau menghitung melalui benda-benda mainannya. Bermain adalah cara anak belajar dan belajar adalah bermain bagi mereka.

Tentu tidak adil juga bila kita hanya menargetkan sesuatu pada mereka. Kita pun perlu ada target perubahan, peningkatan, atau perbaikan dalam pola asuh. Pola asuh yang perlu kita jadikan acuan itu adalah yang memandirikan anak dengan berbagai inisiatifnya, namun semua itu tetap dengan pembatasan yang adil, tegas, dan mencerahkan (bukan kasar atau keras). Semoga bisa kita jalankan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait