Sehatkah Sosialisasi si Kecil?

Bergaul adalah kebutuhan ana-anak. Ini adalah cara bagaimana mereka mengembangan diri atau cara mereka belajar dari kehidupan secara langsung. Mereka belajar menjadi makhluk sosial dengan cara bersosialisasi.

Seperti kita dulu, tidak semua bekal hidup yang penting itu kita peroleh dari pengajaran orangtua atau sekolah. Banyak juga yang kita peroleh dari pergaulan yang di dalamnya ada kesamaan, perbedaan, dan konflik.

Dari bergaul kita belajar perilaku yang bisa diterima, bagaimana kita harus mempertahankan diri, kapan kita harus mandiri, bentuk perilaku yang ditolok, belajar pengetahuan umum, belajar berkompetisi, atau belajar melepaskan stress.

Bergaul juga akan mengembangkan kapasitas fisiknya dimana ini sangat penting bagi kesehatan, kebahagiaan, dan inteleknya.

Bermain yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah yang menggerakkan fisiknya, bukan dengan menekan tombol, seperti game online atau memainkan sajian layar kaca lainnya di rumah dan sendirian.

Cuma, tentu pastinya ada hal-hal yang perlu kita pantau dari aktivitas pergaulan anak kita. Salah satunya adalah mekanisme yang ia kembangkan dalam pergaulan itu. Jangan sampai ada masalah di sini.

Berdasarkan teori interpersonal yang berkembang, ciri-ciri mekanisme pergaulan yang sering bermasalah itu adalah:

  • Antara undersocial (suka menyendiri, masa bodoh sama kawannya) dan oversocial (terlalu ikut campur atau terlalu baik). Jalan tengahnya adalah menjadi anak yang inklusif, yaitu tetap bergaul dan tetap baik, namun tidak menjadi anak lemah (sering dimanfaatkan karena kelemahannya)
  • Antara abdicraft (minder atau tidak punya pendirian) dan autocraft (dominan karena superior). Jalan tengahnya adalah menjadi anak yang democraft, yaitu tidak minder dan juga tidak sombong.
  • Antara underpesonal (tidak dekat dengan siapapun) dan overpersonal (selalu lengket). Jalan tengahnya adalah menjadi anak yang personal, yaitu bisa mencintai dan menyayangi temannya dan juga bisa menerima kenyataan bahwa di dunia pasti tidak ada orang yang dicintai dan dibenci oleh semua manusia.

  • Tentu untuk mengarahkan anak ke jalan tengah itu sangat sulit dan hampir mustahil bisa diwujudkan sebagai hasil. Tapi yang terpenting adalah kita mengetahui sedekat apa anak kita dengan masalah-masalah itu sehingga kita bisa mengubah perlakuan dan pengasuhan.

    Anak yang inisiatifnya kita kalahkan terus sangat mungkin menjadi anak minder di luar. Anak yang melihat kita lebih sering menggunakan kekerasan, akan mungkin begitu juga di luar.

    Interaksi kita dengan anak sangat sering menjadi model interaksi yang ia praktekkan ketika berteman. Karena itu, memantau perkembangan sosial anak menjadi penting sebagai bahan koreksi juga buat kita.

    Semoga bermanfaat

Share artikel ini:

Artikel Terkait