Sekolah Alam

Mendekati tahun ajaran baru, para orang tua yang akan memasukkan anaknya ke jenjang pendidikan baru biasanya mulai mengerutkan kening. Pilih sekolah yang mana? Itulah pertanyaan besar yang harus di jawab. Apalagi kini ‘perjuangan’ mendapatkan sekolah ideal kerap dihadapkan pada makin banyaknya pilihan: mulai sekolah negeri, sekolah swasta, sekolan nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah berbasis agama, dan lain-lain.

Belum lagi kebingungan itu terurai, kini sebuah jenis sekolah baru mulai bermunculan di berbagai daerah, yaitu sekolah alam. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sekolah alam? Apa perbedaannya dengan sekolah biasa? Apa untungnya memasukkan anak ke sekolah seperti ini?

Pada dasarnya sekolah alam adalah sebuah upaya untuk beralih dari  kultur pendidikan di negara kita yang sebagian besar hanya berlangsung di dalam kelas. Anak hanya belajar secara teoritis, tanpa pernah mempraktekkan langsung pengetahuannya. Cara belajar ini dianggap pasif karena hanya mempelajari apa yang ada dibuku atau diajarkan guru. Ilmu pengetahuan yang dimiliki anak hanyalah hafalan belaka, bukan pemahaman menyeluruh yang diperoleh karena mengalami langsung suatu proses.

Metode belajar aktif menjadi tujuan utama sekolah alam, dimana anak diberi kesempatan belajar dari pengalaman langsung. Karena mengalami secara langsung, diharapkan anak tidak mudah bosan, lebih bersemangat, dan lebih tertarik untuk mengeksplorasi pengetahuannya.  Lebih jauh, yang diharapkan bukanlah sekedar pada perubahan metode pembelajaran, namun juga perbaikan mutu dan hasil pendidikan. Karena belajar secara langsung, diharapkan anak menjadi lebih kreatif, berani mengungkapkan pendapat memupuk rasa ingin tahu, dan terpacu untuk memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang suatu hal.

Sesuai namanya, sekolah alam memanfaatkan alam sebagai ruang belajar utamanya. Apa yang ada di alam dapat menjadi media sekaligus bahan pengajaran bagi muridnya. Sekolah dirancang sebagai bagian dari alam, sehingga dalam proses belajar anak secara fisik berdekatan dengan alam. Maka sekolah alam pun tak hanya dilengkapi fasilitas yang layaknya ada dalam sekolah biasa seperti laboratorium komputer atau bahasa, namun juga sarana untuk mengeksplorasi alam lebih jauh seperti lapangan untuk bermain bola, kebun buah, rumah pohon, dan banyak lagi.

Dengan adanya kesempatan mempelajari berbagai hal secara langsung berbagai hal, anak diharapkan mengetahui secara mendalam setiap hal dipelajari. Anak tidak hanya menghapal tentang berbagai jenis tanaman, tapi juga melihat bentuknya secara langsung, mencium baunya, merasakan buahnya. Anak menjadi tahu bagaimana proses menanam padi, memanen, hingga akhirnya menjadi nasi yang mereka makan. Anak menjadi tahu bahwa telur yang mereka makan sehari-hari berasal dari ayam.

Dengan pengetahuan menyeluruh tersebut, diharapkan anak dapat berkembang menjadi individu yang lebih peka pada alam dan orang-orang sekitarnya. Yang dapat bertindak dengan bijaksana karena pernah mengalami secara langsung apa yang terjadi di sekitarnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait