Si Kecil Minder dengan Kemungilannya?

Minder itu  bisa muncul dari perasaan yang merasa kurang (feeling of lack). Sebagai orangtua, tentu kita perlu mengklasifikasikan dulu apakah munculnya perasaan itu berasal dari fakta dan kenyataan atau berasal dari penilaian buah hati.

Jika dari fakta pun, ini harus kita bedakan lagi apakah kekurangan yang dia miliki itu sudah permanen atau masih bisa diperbaiki. Bila kekurangan itu masih bisa diubah,  maka yang perlu kita lakukan di sini adalah  membantu anak  menemukan opini, pemahaman, atau kesimpulan diri yang positif, misalnya ini hanya sementara nanti akan berubah, dan seterusnya.

Tentu, jangan sampai opini dan pemahaman itu hanya sebuah hiburan hati belaka. Kita perlu mendorong dia untuk melakukan perubahan melalui program yang nyata, misalnya mau mengkonsumsi nutrisi tertentu, berolahraga, dan seterusnya. Tentu, konsultasi dengan professional sangat penting di sini.

Susah atau mudah, proses ini perlu kita lakukan. Jika proses ini berhasil dengan baik, sumbangannya terhadap rasa percaya-dirinya akan luar biasa. Anak akan punya kepercayaan diri yang bagus karena mampu mengatasi masalahnya.

Untuk membantu pelaksanaan program itu atau untuk memotivasi anak, kita bisa mengajaknya melihat contoh langsung, bisa dari komunitas, dari majalah, dari tetangga, dan lain-lain. Dengan melihat contoh atau bukti nyata, anak akan membangun rasa percaya diri.

Yang perlu kita hindari adalah mengajarinya, langsung atau tidak,  untuk ngeles atau bersikap defensif sehingga tidak terdorong untuk melakukan perubahan apapun. Tentu ini sangat disayangkan karena anak akan belajar menerima diri secara lemah (pasrah apa adanya).

Bagaimana kalau kelemahan itu sudah permanen? Yang bisa kita lakukan adalah  membantu anakmenemukan opini, pemahaman, dan kesimpulan diri yang  tidak membuat dia semakin minder. 

Akan lebih baik kalau dia bisa tetap percaya diri atau setidaknya bisa menerima keadaan secara positif, misalnya mengkaitkannya dengan takdir Tuhan yang sudah tidak bisa diubah.

Yang lebih penting lagi adalah mengalihkan konsentrasinya untuk tidak selalu melihat kelemahannya itu. Sebagai gantinya, kita perlu membantunya menemukan kelebihan lalu mengoptimalkannya. Ini bisa di pelajaran atau di ekstra kurikuler, atau di bidang lain.Pasti  ini akan sangat membantu anak.

Untuk memotivasi dan memperkuat tekadnya, kita bisa ajak dia untuk melihat contoh atau bukti langsung dari anak-anak yang punya kemiripan masalah dan berhasil punya prestasi bagus di sekolah atau di masyarakat. Ini juga sangat membantu.

Intinya, kita masih bisa membantu anak melakukan perubahan dari sekarang juga  untuk dapat menemukan masa depanyang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait