Siapa Bilang Gigi Susu Tak Perlu Dirawat?

Amatlah keliru jika beranggapan bahwa gigi susu tak perlu perawatan. Gigi susu yang baik adalah cikal bakal geligi sehat dan rapi.

Gigi susu, sering disebut gigi sulung, gigi sementara, ataupun gigi desidui, berjumlah 20 buah yang tersusun masing-masing 10 buah pada rahang atas dan bawah.

Banyak orangtua beranggapan bahwa gigi susu kurang penting, karena bersifat sementara dan akan digantikan oleh gigi permanen yang dalam keadaan normal akan berada selamanya di dalam rongga mulut. Ternyata anggapan itu keliru mengingat peran dan fungsi gigi susu yang sangat penting.

Fungsi gigi susu

  1. Untuk mengunyah guna membantu memudahkan pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan. Hal ini sangat penting mengingat masa anak-anak adalah masa aktif pertumbuhan dan perkembangan.
  2. Aktifitas mengunyah akan merangsang pertumbuhan tulang rahang. Para orangtua hendaklah ‘memberi contoh’ dan mengajar anaknya cara mengunyah makanan yang benar yaitu dilakukan pada kedua sisi rahang (kanan dan kiri) untuk merangsang agar pertumbuhan tulang seimbang. Bila anak berkebiasaan mengunyah hanya dengan satu sisi rahang saja, sisi yang jarang terpakai tampak lebih kotor dibanding sisi yang sering dipakai mengunyah.
  3. Mempertahankan ruangan dalam lengkung gigi sebagai persiapan pertumbuhan gigi permanen sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi pengganti. Sebagai contoh gigi geraham susu mempunyai dua akar; di antara dua akar gigi tersebut terletak benih gigi penggantinya. Arah pertumbuhan gigi pengganti akan sejalan dengan arah atau jalan tanggalnya gigi susu.

    Apabila gigi susu karena suatu sebab terpaksa dicabut sebelum waktunya, maka gigi yang terletak di depan ataupun di belakangnya akan bergeser ke tempat bekas gigi yang dicabut. Ini mengakibatkan kekurangan ruang untuk gigi permanennya kelak. Gigi pengganti akan kehilangan penuntun arah. Dampaknya, gigi penggantinya tumbuh berjejal dan salah arah.

  4. Berperan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu. Kehilangan atau kerusakan parah pada gigi seri dapat menimbulkan kesulitan pengucapan huruf-huruf seperti; F, V, S, Z, Th. Namun dapat dikoreksi setelah gigi penggantinya muncul.
  5. Estetika. Bila gigi susu terawat baik punya andil menjaga estetika; penampilan anak lebih lucu, lebih menarik, dan lebih sehat kalau mereka tersenyum dengan geligi yang utuh dan bersih.

Kapan gigi susu tumbuh?
Banyak ibu merasa khawatir kalau bayinya telah berumur 6 bulan belum memiliki gigi. Tumbuhnya gigi dipengaruhi banyak hal, antara lain riwayat kehamilan dan kelahiran, apakah bayi lahir cukup umur dengan berat dan panjang badan normal, riwayat kesehatan serta status gizi bayi.

Menurut penelitian, bayi prematur dan atau berat badan lahir rendah, pertumbuhan giginya lebih lambat. Bayi dengan status gizi kurang, pertumbuhan gigi terhambat, karena berkaitan dengan pertumbuhan gigi dan tulang rahang, sebagai bagian dari pertumbuhan anak secara umum.

Panduan perkiraan waktu tumbuh gigi susu (menurut Lunt & Law)


Rahang Atas Rahang Bawah
Gigi seri pertama 8-12 bulan (rata-rata 10 bulan) 6-12 bulan (rata-rata 8 bulan)
Gigi seri kedua 9-13 bulan (rata-rata 11 bulan) 10-16 bulan (rata-rata 13 bln)
Gigi taring 16-22 bulan (rata-rata 19 bulan) 17-23 bulan (rata-rata 20 bln)
Gigi geraham pertama 13-19 bulan (rata-rata 16 bulan) 14-18 bulan (rata-rata 16 bln)
Gigi geraham kedua 25-33 bulan (rata-rata 29 bulan) 23-30 bulan (rata-rata 27bln)

Tanda gigi susu akan tumbuh pada bayi umumnya didahului oleh:
  • keluarnya ludah yang berlebihan kadang-kadang sampai membasahi baju
  • anak cenderung ingin memasukkan jari-jari tangannya ke dalam mulut
  • anak terlihat gelisah, rewel, kadang nafsu makan menurun. Ini disebabkan adanya rasa sakit pada gusi karena tertembus gigi yang baru tumbuh.

Gusi tempat tumbuhnya gigi warnanya tampak lebih merah dibanding sekitarnya. Rasa sakit, merangsang keluarnya air ludah secara berlebihan. Hal ini bermanfaat, karena air ludah terkandung komponen yang bersifat antibakteri guna membantu membersihkan rongga mulut, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi. Saat gusi pada daerah tumbuhnya gigi diraba dengan jari terasa lebih keras, terlihat warna putih, disertai bentuk gigi yang akan tumbuh.

Peristiwa tumbuhnya gigi susu adalah proses alami yang tidak mengganggu kesehatan anak, kecuali ada hal lain terjadinya gangguan kesehatan. Yang perlu diwaspadai adalah kebersihan rongga mulut dan jemari anak.

Memasukkan sesuatu kedalam mulut adalah bagian dari proses perkembangan anak; sebaiknya jangan dihambat. Yang perlu diperhatikan adalah keamananan dan kebersihan barang yang masuk dengan kata lain tidak mencederai dan membawa kuman kedalam mulut penyebab infeksi. Berkonsultasilah dengan doter anak dan dokter gigi secara berkala untuk memantau tumbuh kembang anak termasuk giginya.

8 langkah agar gigi susu si kecil sehat

  1. Kualitas gigi dan pembentukannya ditentukan sejak janin usia 6 minggu di dalam kandungan. Ibu hamil yang cukup asupan kalsium dan protein umumnya pertumbuhan gigi dan tulang bayi baik.
  2. Pengendalian karies antara lain makanan yang mengandung gula dan menempel di gigi yang tidak dibersihkan akan menyebabkan kerusakan gigi.
  3. Hendaknya selalu membersihkan sisa makanan setiap anak habis makan atau minum manis.
  4. Bersihkan gigi dan gusi bayi dengan kapas/kasa steril yang dibasahi air matang. Gosoklah perlahan sehabis menyusu dan diberi makan.
  5. Bagi anak yang sudah mampu memegang sikat gigi, ciptakan suasana menyikat gigi yang menyenangkan, meskipun akhirnya bantuan orangtua tetap diperlukan.
  6. Bimbing anak menyikat gigi dengan sikat gigi khusus anak yang banyak tersedia di toko terkemuka. Bahkan ada sikat gigi “bertahap” mulai dari awal tumbuh gigi sampai lengkap gigi susu. Gunakan air masak untuk kumur agar aman bila tertelan. Bantu anak memegang sikat supaya ia bisa menggosok bagian dalam dan belakang dengan nyaman dan aman, tidak melukai pipi dan gusi pada waktu sikat digerakkan.
  7. Di bawah usia 4 tahun sebaiknya jangan menggunakan pasta gigi, dikhawatirkan akan tertelan.
  8. Pengenalan pasta gigi dapat dilakukan bila anak telah pandai berkumur, dengan pengawasan lekat. Beri contoh cara berkumur yaitu menggerakkan kumuran dan mengeluarkannya dengan keras, tak hanya sekedar dikeluarkan dari mulut.
Sumber: Mc Donald, R.E & Avery, D.R. Dentistry for the child and adolescent, Mosby., St Louis.


Share artikel ini:

Artikel Terkait