Siasat agar Remaja Lebih Betah di Rumah

Seiring dengan bertambahnya usia, anak Anda yang berangkat remaja akan membutuhkan ruang yang lebih private. Keluhan adik kecilnya yang selalu ribut dan mengacak-acak meja belajarnya mungkin akan sering Anda dengar. Jika tidak ditanggapi dengan serius, lama-lama ia akan tidak tahan dan lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah.

Selain kurang privacy, suasana rumah yang tidak nyaman dan hubungan yang tidak harmonis antar anggota keluarga juga dapat membuat remaja Anda tidak betah di rumah. Jika kemudian ia melampiaskannya dengan mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, Anda boleh berlega hati. Tapi, ingatkan untuk membatasi diri agar ia masih memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga lainnya di rumah.

Yang perlu Anda waspadai adalah jika remaja Anda hampir tidak pernah berada di rumah dan sering menginap di rumah temannya. Meski ia selalu memiliki alasan untuk itu, Anda dapat menegur dan mengajaknya berdiskusi. Dengan demikian Anda mengetahui akar permasalahan yang menyebabkan ia tidak ingin berlama-lama di rumah.

Untuk menghindari remaja tidak betah di rumah, lakukan langkah-langkah preventif dengan :

Menghargai Privacy-nya

Usahakan remaja Anda memiliki kamar sendiri. Jika tidak memungkinkan, mintalah kakak atau adik yang sekamar dengannya untuk saling menghargai dan menjaga barang kepunyaan masing-masing. Luangkan pula waktu untuk mengobrol dan berdiskusi dengannya sehingga ia dapat lebih terbuka dengan Anda.

Membuat Suasana Rumah Lebih Nyaman

Anda tak perlu membangun rumah yang mewah untuk anak Anda. Cukup dengan mendekorasi ruangan rumah menjadi lebih nyaman dan kondusif bagi mereka untuk istirahat dan belajar. Selain itu, hindari konflik dan pertengkaran dengan pasangan di hadapan anak Anda. Hubungan harmonis dan komunikasi yang terjalin baik dapat membuat atmosfir rumah menjadi lebih ‘hangat’.

Mengusahakan Rumah Menjadi ‘markas‘

Anda akan merasa lebih aman jika remaja Anda dan teman-temannya banyak menghabiskan waktu di rumah Anda. Selain dapat mengontrol kegiatannya, Anda juga dapat mengetahui dengan siapa saja ia bergaul. Maka, usahakan agar rumah senyaman mungkin sehingga dapat menjadi ‘markas’ mereka untuk berkumpul. Caranya adalah dengan memberi space serta menghargai privacy mereka saat berkunjung dan berkumpul di rumah Anda. Berperanlah sebagai ibu untuk mereka sehingga teman-teman remaja Anda merasa betah dan terlindungi di rumah Anda.

Memberinya kebebasan untuk memilih les tambahan di luar jam sekolah serta tidak melarangnya mengikuti kegiatan, baik di sekolah ataupun di lingkungan rumah, juga merupakan salah satu bentuk penghargaan Anda terhadap keinginan dan privacy-nya. Selama mengetahui jenis kegiatan, waktu, lokasi dan teman-temannya, Anda tak perlu khawatir. Sebaliknya, kesibukannya tersebut malah akan membuatnya rindu suasana rumah. (nas)

Share artikel ini:

Artikel Terkait