Smart Mom: Vaksin kombinasi

Sekali suntik sudah meliputi beberapa vaksin. Wah… untung; tidak perlu sering-sering ke dokter. Tetapi aman dan baguskah?

Bagaimana memberi vaksin yang nyaman?
Vaksin adalah salah satu penemuan penting, yang dapat mencegah berbagai penyakit berbahaya dan mematikan. Adanya penemuan berbagai vaksin sering dianggap sangat merepotkan untuk memenuhi jadwal vaksinasi. Sebagai contoh, saat ini di Indonesia tersedia vaksin terhadap lebih dari 17 jenis penyakit. Kalau diberikan satu-satu … wah kasihan anak dan lama selesainya. Jalan keluarnya adalah dengan membuat vaksin kombinasi.

Sebenarnya, vaksin kombinasi sudah lama dikenal. DPT sudah diberikan puluhan tahun, terdiri dari vaksin difteri, pertusis dan tetanus. Di jaman dahulu ada vaksin Kotipa untuk kolera, tifus dan paratifus. Bahkan vaksin polio yang diteteskan sebenarnya terdiri dari 3 jenis virus polio.

Vaksin kombinasi adalah pilihan utama
Berbagai keuntungan vaksin kombinasi misalnya:

  • Praktis untuk menghindari suntikan berulang atau 2 suntikan bersamaan pada tempat yang berbeda, terlebih pada anak yang jadwalnya terlambat.
  • Cakupan imunisasi juga menjadi lebih baik.
  • Mengurangi biaya dan tempat yang diperlukan untuk menyimpan vaksin.
  • Mengurangi biaya untuk mengunjungi klinik.
  • Tampaknya mahal, tetapi kalau dihitung semua biayanya menjadi lebih murah.

Hal-hal yang harus diperhatikan
Ada kekuatiran bahwa daya proteksi terhadap masing-masing jenis vaksin akan menurun bila diberikan secara kombinasi. Memang hal tersebut ditemukan pada beberapa vaksin, terutama pada dosis awal. Namun pemberian lengkap ditambah ulangan akan meningkatkan daya proteksi sampai maksimal.

Kekuatiran bahwa anak tidak dapat membuat kekebalan dengan baik bila diberi banyak vaksin sekaligus juga telah dijawab. Setiap hari, anak terpapar pada puluhan jenis antigen dari luar. Mereka tetap membentuk kekebalan terhadap antigen yang masuk tersebut. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa anak mampu membuat kekebalan terhadap beberapa jenis vaksin sekaligus.

Ada pula kekuatiran bahwa efek samping akan meningkat. Pemantauan terhadap efek samping yang dilaporkan ternyata menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan efek samping.

Beberapa jenis vaksin kombinasi yang relatif baru
Yang terkenal adalah kombinasi DTPa dan Hib. Munculnya vaksin DTPa merupakan “berkah,” karena kita dapat terhindar dari efek demam yang agak ditakuti bila menggunakan vaksin DTP biasa. Sayangnya memang tidak bisa gratis seperti DTP yang disediakan pemerintah. Saat ini DTPa lebih dikembangkan lagi dengan adanya kombinasi DTPa dan Hib. Yang paling terkenal adalah Infanrix-Hiberix dan Tripacel-Act Hib.

Kombinasi antara DTP dan Hepatitis juga ada, meski kurang populer karena jadwal pemberian yang menyulitkan. Tidak lama lagi akan ditemukan vaksin kombinasi yang lebih baru. DTPa ditambah Hib, di-tambah IPV atau Incativated Polio Vaccine. Akan ada juga DTPa ditambah Hib ditambah IPV ditambah Hepatitis B. Wah, pemberian vaksin akan jadi makin mudah.

Referensi:

  • American Academy of Pediatrics. Combination vaccines. Pediatrics 103(5) May 1999, pp. 1064-1077
  • MMWR Recomm. Use of diphtheria toxoid-tetanus toxoid-acellular pertussis vaccine as a five-dose series. Rep - 17-Nov-2000; 49(RR-13): 1-8
  • Jacobson RM. Vaccine safety. Immunol Allergy Clin N Am 2003;23:589–603
  • Gregson AL. Does antigenic overload exist? The role of multiple immunizations in infants. Immunol Allergy Clin North Am 2003;23(4): 649-64

Share artikel ini:

Artikel Terkait