Soft drink: Seberapa banyak yang diperbolehkan?

Coba perhatikan pola makan anak ABG Anda, sarapan pagi terburu-buru, makan siang jajan di sekolah, baru pada malam hari ia sempat makan di rumah. Belum lagi kebiasaannya minum softdrink yang bisa berbotol-botol. Wah!

Minuman ringan (softdrink) ibarat boom belakangan ini apabila dikonsumsi berlebihan. Mudah diperoleh dan harganya relatif ringan. Tua muda gemar minum softdrink, terlebih anak-anak. Softdrink ibarat ”sahabat” bagi makanan siap saji seperti burger, fried chicken, dan sebagainya. Rasanya ada yang kurang bila belum meneguknya.

Anak-anak dan ABG
Selain digemari oleh anak-anak, ABG alias anak baru gede merupakan kelompok yang banyak mengkonsumsi softdrink. Bagaimana tidak, ABG merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan baik dari segi fisik, biologis maupun emosional. Periode ABG juga ditandai dengan keinginan untuk lebih bebas menentukan pilihan, lebih dekat dengan sebayanya (peer group) serta mempunyai banyak kegiatan yang cukup menyita energi.

Idealnya seorang ABG mengkonsumsi 55-60% karbohidrat, 10-15% protein dan tidak lebih 30% lemak setiap hari. Tetapi cobalah tengok kebiasaan makan seorang ABG yang seringkali melupakan sarapan pagi, sangat menyukai snacking (jajan) dan soft drink serta sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat.

Asal praktis saja
Pilihan makan seorang ABG sering dipengaruhi oleh segi kepraktisan dan ketersediaannya. Tingginya tingkat aktivitas ABG ini seringkali tanpa terasa menyebabkan banyaknya konsumsi minuman ringan. Tambahan lagi, kemudahan mendapatkan minuman jenis ini di mana-mana, mulai di kantin sekolah, warung hingga foodcourt di mal-mal.

Jika seorang anak mengkonsumsi sekitar 2 botol minuman ringan per harinya, padahal sebotol minuman ringan mengandung sekitar 100-150 kalori, berarti dari minuman ringan saja kalori yang disumbang dari total kebutuhan sudah mencapai 10-15% dari total kebutuhan energi berdasarkan 2000 kalori. Jumlah yang cukup banyak, bukan?

Berapa botol sehari?
Cobalah ingat berapa banyak putra-putri Anda mengkonsumsi minuman ringan setiap harinya? Mengapa hal ini menjadi penting untuk diperhatikan? Karena banyaknya konsumsi minuman ringan turut andil terhadap kejadian obesitas atau kegemukan pada anak dan remaja.

Dalam sebuah penelitian di beberapa sekolah menengah swasta di Jakarta, anak-anak yang termasuk kategori overweight dan obese mengkonsumsi minimal 2 macam minuman ringan setiap harinya.

Membatasi konsumsi minuman ringan per harinya juga sangat berguna pada anak yang sedang dalam pengawasan agar berat badannya tidak bertambah. Untuk itu, batasi jumlah konsumsi junk food dan minuman ringan dan mulailah mengkonsumsi makanan sehat untuk keluarga Anda.

Kepustakaan:
Vasquez IM, Hangen JP. Feeding guidelines for children and adolescents. In: Manual of pediatric nutrition. Hendricks, Duggan, Walker, editors. 3th edition. London: BC Decker; 2000. p. 116-30.

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan majalah Anakku)

Share artikel ini:

Artikel Terkait