Supaya Anak Lebih Tanggap

Bagaimana supaya anak menjadi lebih tanggap terhadap kebutuhan keadaan? Misalnya, dia punya inisiatif untuk mengambil jemuran yang jatuh oleh angin atau mau mematikan televisi yang tidak ditonton, atau mau menyimpan uang mamanya yang  jatuh dilantai.

Melatih sikap tanggap seperti itu, bisa diterapkan meski tidak mudah dan bukan pekerjaan yang instan. Namun demikian, perlu tetap melatihnya karena memang sikap tanggap adalah kebutuhan hidup anak, baik nanti atau sekarang.

Seperti apa melatihnya? Yang pertama kali adalah memberi penjelasan, terutama saat ada kesempatan, katakanlah saat ada perabotan yang perlu dirapikan, tapi dia cuek saja. Penjelasan ini dibutuhkan sampai pada batas waktu yang tak terhitung. Inti dari penjelasan itu adalah memberi bekal penilaian (moral judgement) pada anak bahwa sikap cuek terhadap keadaan perlu diganti dengan sikap tanggap, alias peduli.

Penjelasan perlu difokuskan untuk mendorong dia pada bagaimana menjadi tanggap terhadap keadaan, bukan menyerang dia atas kecuekannya. Akan lebih bagus lagi jika si anak diberi reward atas sikap tanggap yang dilakukannya, misalnya dicium kepalanya, diberi pujian tulus, dan lain-lain.

Selanjutnya, latihlah tanggungjawabnya. Dalam pendidikan, membiasakan bertanggung jawab ini penting karena hanya dengan latihanlah sensitivitas anak bisa tajam. Semakin tajam sensitivitasnya (kesadarannya), semakin tergerak dia untuk melakukan sesuatu atas instruksi dari dalam dirinya (internal instruction). Anak yang dibiasakan bertanggung jawab mengelola kebersihan kamar tidurnya, akan cepat tanggap jika ada hal-hal yang menganggu kebersihan kamar.

Sebaliknya, anak yang kurang dilatih menangani tanggung jawab tertentu, akan membuat kesadarannya tidak cepat muncul, meski dia tahu. Padahal, yang menggerakkan orang melakukan sesuatu itu bukan karena tahu, tapi karena sadar. Jadi, sumber resposiveness (tanggap) yang mendasar itu adalah responsibility (tanggung jawab), yang dimulai dari tanggungjawab personal, interpersonal, sosial, lalu meluas terus sampai ke tanggung jawab global, sebagai contoh tidak membuang sampah plastik sembarangan.

Selain itu, merangsang dia dengan berbagai bacaan, tantangan, dan dukungan untuk maju juga diperlukan. Ini karena ketanggapan itu ada kaitannya juga dengan seberapa banyak koneksi yang tersambung di dalam otak si anak (kecerdasan mengkaitkan-kaitkan sesuatu). Tauladani anak dengan sikap tanggap.

Semoga bermanfaat

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait