@shutterstock

Teknologi Vs Sosialisasi Bagi Si Kecil

Pesatnya laju perkembangan zaman memang semakin terasa di era modern seperti sekarang ini. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam lingkungan sosial. Pola pemikiran masyarakat kini lebih cenderung bersikap individualis. Derasnya teknologi yang ada tanpa sadar sudah membuat sebagian orang kehilangan kehidupan sosialnya. Meluasnya aplikasi yang begitu menjamur dalam gadget seakan membuat masing-masing orang hidup dalam dunianya sendiri.

Bukan hanya pada orang dewasa, pengaruh teknologi dalam kehidupan sosial juga menimpa anak-anak. Walau demikian peran teknologi dan sosialisasi sebenarnya berkesinambungan.

Pembentukan karakter sosial
Masa anak-anak adalah waktu yang paling baik untuk mengenalkan pada dunia luar. Setelah si kecil mengenal kehidupan bersama dari keluarga, kini dia harus mulai meluaskan sosialisasinya dengan komunitas yang lebih besar. Mulai mengenal tetangga, keluarga jauh, teman sebaya dan masyarakat lainnya. Sementara jika si kecil hanya disibukkan dengan gadget saja, maka pergaulannya dengan masyarakat yang lebih luas akan terhambat.

Peran media sosial
Di sisi lain muncul komunitas sosial baru yang merupakan dampak positif dari perkembangan teknologi. Media sosial menjadi wahana berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama individu tanpa adanya batasan jarak atau tempat. Lewat layar gadget semua orang bisa terhubung dengan mudah. Sayangnya hal ini bersifat semu, karena sebagian besar para pengguna media sosial mengaku tak begitu kenal dengan sosok yang ada di media sosial tersebut. Walau bisa membuat anak-anak lebih cakap berinteraksi, namun masih saja tak bisa membuat mereka cakap berkomunikasi.

Masalah media sosial
Lambat laun media sosial semakin menunjukkan dampak buruknya bagi masyarakat dan anak-anak sering menjadi korbannya. Tak seperti sebagian orang dewasa yang memanfaatkan media sosial ini untuk menjalin hubungan kerja maupun komunikasi jarak jauh dengan kerabat maupun kolega, anak masih terlalu awam untuk memahami fungsi dari media sosial ini. Tak pelak hal ini justru mendekatkan mereka dengan beragam masalah sosial.

Beda halnya dengan sosialisasi yang dijalin secara langsung seperti saat si kecil bermain bersama teman-temannya. Komunikasi verbal anak lebih terasah dan tubuhnya pun lebih bugar karena dia sering olahraga. Sejauh apapun teknologi berkembang, idealnya komunikasi dan interaksi antar dengan orang lain harus selalu dibudayakan. Memang manfaatnya belum terasa betul bagi si kecil, tetapi kelak saat dewasa hubungan sosial menjadi hal penting dalam proses kehidupan. Sebab, sesuai hakikatnya manusia tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait