Temukan Bakat Anak Cerdas Gerak

Anak cerdas-gerak memiliki intuisi alami untuk menggunakan fisiknya dan mengeksplorasi melalui interaksi dengan ruang. Ia memproses informasi lewat sentuhan dan gerakan. Atlit, penari, masuk dalam kategori ini. Umumnya keterampilan geraknya melebihi kemampuan anak seusianya.

Menurut Alzena Masykouri Mpsi Psikolog dari universitas Paramadina, anak cerdas-gerak menampilkan integrasi yang baik antara pikiran dan tubuh secara bersamaan untuk mencapai suatu tujuan. "Karena terkait erat dengan keterampilan psikomotor dan pikiran," jelasnya.

Di usia 3 tahun, biasanya anak mulai menunjukkan kecerdasan kinestik. Kesiapan motorik sudah berkembang makin sempurna, juga kemampuan berpikirnya. Anak mulai mampu meniru serta menghafal gerakan misalnya meniru tarian atau menendang bola ke arah gawang. Sehingga, ketika diminta mengulang kembali gerakan tertentu, ia mampu melakukannya dengan baik.

Amatilah bakat anak cerdas-gerak sedini mungkin melalui aktivitas di rumah juga di sekolah saat anak mulai melakukan gerak bertujuan, misalnya berjalan, melompat, menendang, mendorong, memanjat atau lari. Bila terlihat terampil melakukan gerakan dibanding anak seusianya, bisa jadi ia memiliki kelebihan cerdas-gerak demikian tutur Alzena.

Sani B Hermawan, Psi, psikolog dan direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, mengatakan anak cerdas-gerak umumnya memiliki kematangan motorik baik motorik kasar seperti berlari, menangkap, melempar dan memanjat serta motorik halus seperti mencoret/menggambar, menali pita, menggunting, menempel. Kedua gerakan ini butuh koordinasi visual-motorik, keseimbangan ketepatan, dan kelenturan.

Sani menambahkan, berilah stimulasi berupa kegiatan sesuai usianya meski anak cerdas-gerak lebih mahir. Bagi anak yang lebih muda berikan latihan sederhana, mudah ditiru, namun pastikan aman untuknya. Untuk yang lebih matang usianya berikan kegiatan lebih kompleks yang melibatkan kreativitas dan lebih menantang.

Motorik halus usia balita dapat dilatih dengan belajar mencoret, mewarnai, kemudian divariasi ke bentuk yang lebih rumit. Untuk anak usia lebih besar latihan menempel, menggunting, melipat, menyususn.

Ikut-sertakan anak yang memiliki bakat cerdas-gerak dalam kegiatan-kegiatan terstruktur, misalnya les menari atau klub olahraga. Tentunya pilih klub atau les yang memang memiliki program untuk anak usia dini (mulai 3 tahun). Anak berbakat cerdas-gerak tidak selalu menyukai olahraga atau seni tertentu, sebab itu amatilah apa sebenarnya minat anak, agar pilihan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat anak.

Tips mengembangkan dan membimbing potensi anak cerdas-gerak:

  • Beri ruang dan kesempatan agar anak bisa menyentuh yang dilihat.
  • Ajak anak berpartisipasi yang berorientasi pada gerakan seperti senam, balet, dan olahraga. Interaksi spasial dan gerakan tubuh dapat membangun kepercayaan diri.
  • Bermain drama dapat melatih kemampuan cerdas-gerak anak.
  • Latih kemampuan motorik halus anak, misal dengan memegang pinsil, membuka buku demi lembar, menali pita, menggunting, menempel, merangkai manik-manik ke benang, dan kegiatan kerajinan tangan lainnya.
  • Awasi keamanan misal tidak melukai (runcing, tajam, panas), tidak menjerat (tali, benang) tidak menyekap (kantung plastik, selimut)
  • Mengikuti disiplin peraturan yang ada, kapan harus mendengarkan dan kapan harus bergerak aktif.

Share artikel ini:

Artikel Terkait