Tips P3K Mimisan

Mimisan bisa terjadi pada segala umur. Paling sering pada usia kanak-kanak. Tidak semuanya bersifat membahayakan. Namun kejadian mimisan sering bikin orangtua cemas dan panik. Selain perlu mencegah, penting pula terampil mengatasinya bila terjadi dalam keluarga kita. Apa yang perlu dan dapat kita lakukan jika menghadapi mimisan, kita bahas di bawah ini. IBU Mur terkejut melihat anaknya mimisan. Di benaknya terpikir ini mengerikan. Melihat darah banyak mengucur dari liang hidung, peristiwa yang sungguh memunculkan kepanikan. Apakah ini normal saja, pikirnya.

Banyak penyebab
Mimisan bukan satu penyebabnya. Ia bukan penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Mulai dari infeksi di dalam hidung, sampai adanya kanker darah perlu dipikirkan jika menemukan ada orang mimisan. Termasuk jika terjadi pada anak. Terlebih perlu mewaspadai kalau itu terjadi berulang.

Mimisan berarti pecahnya pembuluh darah di rongga hidung. Kejadian pecahnya pembuluh darah rongga hidung beragam sebabnya, misalnya ada infeksi di situ. Infeksi terjadi bila selama flu ditunggangi kuman lain, atau kebersihan hidung tidak terjaga. Antara lain bila membiasakan mengorek liang hidung dengan jari kotor.Kebiasaan mengorek liang hidung juga bisa bikin trauma pada pembuluh darah rongga hidung. Proses mekanik yang keras selama mengorek hidung, bisa saja mencederai pembuluh darah rongga hidung yang tipis itu. Pecahnya pembuluh itu yang memunculkan gejala mimisan.

Sudah disebut bahwa mimisan memang sebuah gejala dari sejumlah penyakit di belakangnya. Kalau hanya sebab infeksi, atau trauma terpukul, tertinju, terpijit, terkorek, bukanlah masalah besar. Baru perlu diwaspadai bila penyebabnya bersifat sistemik. Sebut saja bila ada darah tinggi lama, penyakit tifus, anemia (aplastic), kanker darah leukemia, atau bila ada kelainan pembekuan darah. Pada kasus demam berdarah dengue pun bisa juga muncul gejala mimisan.

Berbeda penyebab mimisannya, berbeda pula upaya terapinya. Bahwa pertolongan pertamanya sama, tidak harus menghapuskan pelacakan untuk menemukan siapa penyebabnya. Karena bila itu tidak dilakukan, mimisan akan datang berulang. Maka bila mimisan berkali-kali terjadi dalam selang waktu tidak lama, dan apalagi bila berlangsung semakin sering, dan semakin parah, perlu segera dipastikan bukan penyakit besar dan berbahaya yang berada di belakangnya.

Prinsipnya menekan pembuluh darah
Pertolongan pertama pada kasus mimisan hanya satu prinsipnya. Bagaimana upaya menekan pembuluh darah rongga hidung dengan memijit hidung agak di bagian pangkal. Tujuannya agar pembuluh darahnya tersumbat.

Kebanyakan mimisan tertolong dengan cara gampang seperti itu. Di puskesmas atau rumah sakit diberikan sumpal dengan kapas steril yang sudah dibubuhi obat golongan penguncup pembuluh darah (vasoconstrictor) ditambah dengan obat pemati rasa.Upaya pemijitan pada hidung untuk melakukan pertolongan pertama kasus mimisan, dilakukan selama paling kurang 5 menit. Dan apabila masih juga darah keluar, dilanjutkan sampai 10 menit. Pada kebanyakan kasus, mimisan akan tertolong dengan cara sederhan semacam itu.

Pertolongan pertama belumlah selesai menghadapi kasus mimisan, bila gejala itu datang berulang. Sebagaimana sudah disebut, mimisan yang berulang, apalagi bertambah progresif, menjadi peringatan, bahwa ada penyakit besar di belakangnya.

Pada kasus yang bukan biasa, mimisan berlangsung hebat, dan tak mudah diatasi dengan cara sederhana. Untuk kasus demikian diperlukan bantuan puskesmas, atau rumah sakit. Mimisan yang tak mudah dihentikan, dan berlangsung lama tidak boleh dibiarkan. Perlu penanganan cepat oleh rumah sakit.

Mimisan yang hebat biasanya disebabkan oleh penyakit besar di belakangnya. Gangguan hati, misalnya. Kasus demikian bisa terjadi pada segala umur. Tapi mimisan hebat pada usia anak, sering sebab ada gangguan pembekuan darah bawaan (coagulopathies herediter). Penyebab mimisan hebat lainnya disebabkan oleh darah tinggi menahun.

Adakalanya pertolongan mimisan memerlukan tindakan lebih rumit dengan cara “membakar” pembuluh darahnya (kauterisasi), selain upaya melakukan pengikatan pipa pembuluh darah yang pecah. Untuk itu memerlukan tindakan operasi ringan pada rongga hidung.

Pada mimisan yang berulang, lebih penting melacak penyebabnya agar mimisan tidak datang berulang lagi. Mewaspadai mimisan berulang, berarti tubuh tidak semakin banyak kehilangan darah. Pada kasus mimisan hebat bisa mengeluarkan bermangkuk-mangkuk darah.

Sumpal daun sirih
Warisan nenek moyang dulu, pertolongan pertama pada mimisan dilakukan dengan menyumpal liang hidung memakai gulungan daun sirih. Kalau ditilik secara ilmiah memang tidaklah salah. Gulungan daun sirih yang dipakai sebagai pencocok liang hidung yang sedang mimisan selain sebagai penyumpal, juga bersifat kimiawi penghenti darah.

Zat dalam daun sirih mengandung bahan penguncup pembuluh darah (vasoconstrictor) seperti halnya obat yang dibubuhkan pada kapas pada pertolongan pertama di puskesmas, atau rumah sakit.

Penyumpalan liang hidung mimisan dengan gulungan daun sirih, tentu perlu daun sirih yang bersih. Artinya cukup steril untuk disumpalkan pada liang hidung yang pembuluh darahnya sedang pecah. Sebab bila tidak steril, malah mencemari sehingga bibit penyakit memasuki pembuluh darah yang pecah, dan muncul masalah baru.

Posisi pasien yang mimisan, sebaiknya dibaringkan setengah terlentang, dan tidak terlentang sempurna. Karena pada posisi terlalu terlentang, dikhawatirkan darah dari rongga hidung mengalir balik memasuki pembuluh paru-paru. Hal ini tidak boleh terjadi karena bisa menimbulkan masalah penyakit baru.***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan


 

Share artikel ini:

Artikel Terkait