Trik Rumah Rapi dengan si Balita

Sepulang kerja Anda selalu mendapati mainan si balita berserakan di dalam rumah. Anda pun menyempatkan diri untuk berbenah sebelum beranjak tidur. Tak jarang, ini membuat Anda stres dan kelelahan. Mungkin Anda berniat menyiasati lahan terbatas dengan membuat ruang bermain untuk si kecil. Sehingga rumah akan terlihat lebih rapih dan sedap dipandang.

Dalam memilih area bermain anak, tak harus menempati lokasi khusus. Anda dapat menempatkannya di sudut kamar tidur anak, ruang keluarga, atau di teras rumah. Namun perhatikan segi keamanan, kebersihan, dan sirkulasi udaranya. Dengan adanya area khusus bermain, Anda bisa mengarahkan si kecil untuk melakukan aktivitas bermainnya di suatu titik tempat saja. Meski ini tak menjamin anak tak bermain di area rumah lainnya seperti ruang tamu, atau ruang makan. Namun setidaknya Anda bisa mengurangi kericuhan di ruangan lain.

Jika Anda memilih ruang bermain berada di dalam rumah, maka tempatkanlah di salah satu sudut kamar tidur anak. Namun jika tidak memungkinkan, coba tempatkan ruang bermain menyatu dengan ruang keluarga. Saat bermain, anak sering melakukan aktivitas gerak yang cukup tinggi. Bahkan tak jarang mendekati bahaya. Karenanya perhatikan keamanan perabotan yang digunakan di ruang bermain.Hindari menempatkan peralatan elektronik seperti kipas angin. Tempatkan peralatan elektronik di lokasi yang jauh dari jangkauan anak. Agar lebih leluasa, tempatkan lemari di tepi ruang bermain.

Hindari pula penggunaan materi perabotan yang berpotensi melukai anak seperti kaca dan logam. Sebaiknya gunakan perabotan dari bahan plastik atau kayu termasuk lemari penyimpan mainan anak. Itu pun harus material yang tidak memiliki sisi tajam atau runcing. Selain pemilihan material perabotan, pilih perabotan yang memiliki fungsi ganda. Sehingga Anda dapat menekan anggaran pembelian perabotan.

Untuk tetap menjaga kerapihan di rumah, Anda bisa membuat kesepakatan dengan si kecil. Misalnya sehabis bermain, minta anak membereskan mainannya kembali. Anda dapat membuat sebuah chart berisi jadwal anak membereskan mainan selama seminggu. Buatlah kesepakatan, jika anak telah melakukan tugas dengan baik maka akan diberi stiker sebagai penghargaan. Jika telah terkumpul sejumlah bintang, si kecil dapat melakukan kegiatan favorit sebagai hadiah.

Berhubung yang Anda mintai bantuan adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, tak heran jika susunan mainan yang dibereskan tidak teratur. Mungkin tahun ini ia baru belajar jadwal rutin dan mematuhinya sesuai kemampuannya. Nah, tahun depan anak akan lebih terampil lagi dalam membereskan mainannya. Paling tidak, Anda mulai melatih anak sejak dini.

Share artikel ini:

Artikel Terkait