Tujuh Keajaiban Dongeng

…si itik yang semula selalu dicemooh saudara kandungnya, kini sudah berubah. Ia menjadi seekor angsa putih dengan sayap yang indah memesona. Ia tidak lagi dipanggil si itik buruk rupa melainkan si angsa cantik jelita. Mulai saat itu, si angsa hidup bahagia selamanya. Tamat.

Kalimat pembuka tadi adalah penggalan akhir dongeng anak berjudul Kisah Itik Buruk Rupa. Sebuah cerita yang berawal dari derita dan berakhir dengan bahagia selamanya. Ternyata, kisah si itik dan dongeng-dongeng lainnya, tidak sekadar mengantarkan anak menyelami emosi cerita, melainkan sarat pesan moral dan membawa dampak jangka panjang. Selain itu, membacakan dongeng ternyata amat meringankan tugas orang tua di kemudian hari. Berikut adalah manfaat dongeng bagi anak, juga kegunaannya bagi para orang tua.

  1. PELAJARAN DARI KARAKTER TOKOH DALAM DONGENG
    Si itik buruk rupa, gadis berkerudung merah, Ariel si putri duyung, Cinderella, adalah tokoh-tokoh protagonis yang mengajarkan anak nilai-nilai kebaikan. Ketulusan, kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan berbagai karakter positif lainnya, disematkan dalam diri tokoh-tokoh tersebut. Karena dipasang sebagai tokoh utama yang mudah diingat dan menjadi ikon, besar kemungkinan anak akan meniru perilaku si protagonis.
    Meski begitu, tidak selamanya tokoh protagonis dimaknai baik oleh anak. Tokoh si Kancil yang cerdik bisa diartikan suka menipu, bukan sosok yang kreatif atau panjang akal. Sementara Bruce, si hiu putih besar nan ganas dalam Finding Nemo, justru berkarakter penyayang. Jadi, berhati-hatilah dalam mengenalkan si tokoh protagonis dan antagonis. Jangan tergesa-gesa menyimpulkan.
  2. MEMBANGKITKAN OPTIMISME
    Secara tidak langsung, dongeng memberi jalan keluar berbagai masalah. Lebih dari itu, dongeng memacu pendengarnya untuk tetap semangat menjalani tantangan hidup. Naga yang kuat dan sakti ternyata bisa dikalahkan dengan tekad yang bulat. Hansel dan Gretel bisa selamat dari kurungan penyihir tua sekaligus melepaskan diri dari kemiskinan yang mencekik keluarga mereka, atas kerja sama dan keteguhan hati yang mereka punya. Dongeng anak seperti Hansel dan Gretel membangkitkan optimisme bahwa tiada yang mustahil diwujudkan asalkan manusia mau berusaha dengan cara yang tulus dan terpuji.
  3. MENGENAL ISI DUNIA
    Melalui tokoh-tokohnya, dongeng mengajak anak mengenal berbagai jenis binatang, tumbuh-tumbuhan, manusia dan budaya, serta masih banyak lagi. Dongeng juga mengenalkan alam melalui setting yang digunakan. “Saat ini, semakin banyak dongeng yang mengambil setting luar angkasa, perut bumi, atau dasar samudra. Hal ini sangat baik untuk memberi pengetahuan alam sejak dini,” ujar psikolog anak Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto.
  4. MAKNA DI BALIK PERISTIWA
    Makna yang bisa dipetik anak sangat tergantung dari cara Anda menyampaikan cerita. Jika Anda memang ingin anak mengambil makna cerita sesuai keinginan Anda, berilah penekanan pada kejadian yang dimaksud. Setelah itu, jangan lupa diskusikan makna cerita tersebut untuk mencegah timbulnya kesalahan persepsi yang berimbas negatif. Namun, jangan pernah menjatuhkan vonis terhadap persepsi anak, biarkan ia mengasah logika dan mengembangkan imajinasinya.
  5. ILMU YANG TERSELIP
    Informasi yang terkesan remeh yang banyak terselip di dalam dongeng, bisa menjadi pengalaman belajar yang amat berharga. Misalnya, Anda bisa menjelaskan sedikit tentang bahaya menggunakan benda tajam tanpa pengawasan orang dewasa sambil membacakan cerita Pinokio, yang punya ayah seorang tukang kayu.

6. HOBI BARU
Dongeng memang memberi banyak inspirasi untuk mencoba hal-hal baru. Jadi, jangan tercengang jika suatu hari anak Anda punya hobi makan sayur-sayuran setelah mendengar cerita bahwa dinosaurus kesayangannya, Brachiosaurus, tergolong herbivora.

7. JEMBATAN KOMUNIKASI
Menurut Kak Seto, orang tua harus sadar bahwa dongeng akan memudahkan tugas-tugas orang tua dalam jangka panjang. “Misalnya, anak diperkenalkan pada alat transportasi melalui dongeng yang tokohnya mobil atau kereta api. Hari-hari selanjutnya, orang tua tidak perlu menjelaskan kembali ketika berpapasan dengan alat transportasi tersebut. Justru komunikasi sudah bisa lebih maju, seperti jenis bahan bakar, jumlah penumpang, dan sebagainya,” tutur Kak Seto.

Lebih dari itu, kedekatan anak dengan orang tuanya bisa dibangun sejak dini melalui pembacaan dongeng. Ibu atau ayah dapat melakukannya menjelang anak tidur atau menyediakan sesi khusus untuk membacakan dongeng di hari libur. Dengan cara ini, orang tua dan anak terbiasa mendiskusikan jalan cerita dalam dongeng yang biasanya diambil dari permasalahan sehari-hari.

 Komunikasi yang tidak terputus antara pendongeng dan pendengar menjadi keunggulan dongeng yang tidak didapat dari menonton film, mendengarkan kaset atau CD. Karena itu, jangan anggap enteng kekuatan dongeng. Kebiasaan membacakan dongeng kepada anak merupakan salah satu cara berkomunikasi yang efektif  mengingat masalah yang kerap timbul di dalam keluarga tak lain adalah masalah komunikasi. Bila orang tua tidak berusaha untuk membangun jembatan komunikasi itu sejak dini, jangan heran jika kelak akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan anak-anaknya ketika mereka beranjak dewasa.

AGAR ANAK TERTARIK MENDENGARKAN DONGENG.

  • Hilangkan stigma. Jangan pernah memberi stempel Cinderella adalah cerita untuk anak perempuan sedangkan Spiderman hanya pantas dibacakan untuk anak laki-laki. Biarkan mereka mengenal semua jenis dongeng karena masing-masing mengajarkan kebaikan dengan caranya sendiri. Apalagi jika Anda mempunyai anak laki-laki dan perempuan, akan lebih baik membacakan satu dongeng untuk keduanya, setelah itu minta pendapat mereka tentang isi cerita tersebut. Hasilnya, bisa mengejutkan.
  • Persiapan matang. Sebelum membacakan dongeng, Anda perlu persiapan yang matang agar cerita tidak menjadi datar. Anda perlu melatih ekspresi wajah dan intonasi suara –bisa dilakukan di dalam mobil saat perjalanan pulang dari kantor– bahkan Anda bisa mulai memilih atau menciptakan kostum dari sekarang. Pasti sesi khusus pembacaan dongeng akan jauh lebih menarik.
  • Belajar dari seniman. “Jangan sekadar mendongeng, jadilah aktor, komedian, pesulap, atau apa saja. Belajar dari seniman,” kata Kak Seto. Dengan demikian, tidak hanya dongeng yang menjadi lebih menarik, tapi Anda selaku pendongeng sekaligus orang tua akan mendapat kredit lebih di mata anak. Besar kemungkinan mereka tidak akan melupakan cara Anda mendongeng dan akan meniru metode mendongeng Anda kelak ketika mereka sudah menjadi orang tua.
  • Totalitas. Berbekal buku cerita di tangan, kostum yang sudah dipersiapkan, ekspresi wajah yang sudah dilatih, dan antusiasme tinggi, berarti Anda telah siap untuk menjadi pendongeng sejati. Totalitas Anda tidak diragukan lagi. Hasilnya, Anda dan anak mendapat banyak pengalaman baru, semua berkat dongeng.

REKOMENDASI BUKU
Indonesian Children’s Favorite Stories (teks: Joan Suyenaga). Legenda-legenda asli Indonesia dikemas dalam sebuah buku. Cerita yang mengedepankan ketulusan, kejujuran, keberanian, dan pengetahuan tentang geografi serta budaya di Indonesia.


The Wild Swans (Hans Christian Andersen). Edisi baru dari cerita klasik karya penulis Denmark tersebut. Deskripsi suasana dan ilustrasi menakjubkan semakin menjadikan buku ini menarik untuk dibacakan sebelum tidur dan mengantar si kecil ke mimpi yang indah.


Adventures of the Treasure Fleet: China Discovers the World (teks: Ann Bowler). Epos kerajaan Cina pada abad ke-15. Sarat pengetahuan tentang perjalanan pasukan Laksamana Zheng He mengarungi Laut Cina Selatan, Samudera India, hingga Pantai Afrika. Catatan kaki di setiap halaman menyajikan fakta lengkap yang sangat berguna ketika anak beranjak dewasa.

Situs-situs dongeng anak:
http://www.magickeys.com/books/ Cerita dibagi ke dalam kategori young children, older children, young adult.
http://www.ltscotland.org.uk/storybook/#  Cerita dibacakan langsung oleh penulis.
http://www.kizclub.com/Sbody.html  Dilengkapi audio-visual, juga printable. Audio bisa dimatikan sehingga Anda bisa mengambil alih peran si pendongeng.
http://www.storybookcastle.com/tales/  Kumpulan legenda klasik dan kisah-kisah sepanjang masa.

Share artikel ini:

Artikel Terkait