@shutterstock

Ide Membatik Seru di Museum Batik Yogyakarta

Sejak dikukuhkan sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, keberadaan batik sebagai kain tradisional khas Indonesia makin diapresiasi, tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tapi juga dari luar negeri. Akan tetapi tidak banyak orang yang mengetahui cara pembuatan batik dan nilai filosofi di baliknya.

Nah, mumpung sedang di Yogyakarta, ajak si Kecil berkunjung ke Museum Batik Yogyakarta yang terletak di Jalan Dr. Sutomo. Cukup dengan membayar 20 ribu rupiah per orang, Anda bisa mengunjungi museum batik pertama di Yogyakarta ini. Tempat yang didirikan di atas area seluas 400m2 dan diprakarsai oleh pengusaha dan pencinta batik, Hadi Nugroho, dibuka untuk umum mulai Senin hingga Sabtu, dari jam 09.00 – 15.00 WIB.

Walau terlihat seperti rumah biasa, deretan kain batik berbagai motif yang dipajang akan membuat Anda terpukau. Museum ini tidak hanya memajang batik khas Yogyakarta saja, tapi juga dari Solo, Banyumas, Klaten, dan Pekalongan. Nggak main-main lho, koleksi kain batiknya sudah mencapai 1500 lembar, dengan koleksi tertua dari era tahun 1700an. Selain batik, museum ini juga menyimpan sulaman-sulaman hasil karya pemilik museum yang menggambarkan tokoh-tokoh nasional seperti Sukarno dan Pangeran Diponegoro, hingga tokoh internasional seperti Paus Yohanes Paulus II dan Bunda Teresa.

Selain kain batik dan sulaman, museum ini juga menyimpan 700-an buah peralatan membatik seperti canting, cap batik, wajan, dan bahan pewarna termasuk malam. Orang-orang yang berkunjung ke museum ini akan mendapatkan banyak penjelasan mengenai kain batik, mulai dari proses pembuatan, alat-alat dan bahan yang digunakan, hingga nama-nama dan arti dari motif kain batik.

Jangan kuatir si Kecil tidak tertarik mengunjungi Museum Batik Yogyakarta ya. Karena di sini juga menyediakan gallery khusus yang biasa digunakan sebagai tempat belajar membatik. Ada paket kilat kursus satu jam dengan membayar Rp 40.000,00 saja. Nantinya peserta kursus diajarkan membatik dengan canting atau teknik batik tulis di secarik kain seukuran sapu tangan. Dimulai dengan membuat pola di kain, baru kemudian menorehkan malam dengan canting di atas pola tersebut. Hasilnya nanti bisa dibawa pulang untuk dipajang atau sebagai kenang-kenangan.

Seru juga ya mengunjungi Museum Batik Yogyakarta. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendatangi dan meningkatkan pengetahuan tentang batik di sini ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait