@shutterstock

Kemeriahan Parade Ogoh-ogoh Saat Nyepi di Bali

Bali dihuni oleh mayoritas pemeluk agama Hindu. Tidak salah jika pada saat perayaan hari besar seperti Nyepi, pulau dewata ini ramai akan upacara adat untuk menyambutnya. Salah satu rangkaian acara yang digelar adalah parade Ogoh-ogoh yang berlangsung cukup spektakuler.

Tahun Baru Saka 1937 akan berlangsung pada tanggal 21 Maret 2015. Perayaan Tahun Baru Saka memiliki beberapa rangkaian upacara mulai dari beberapa hari sebelum tahun baru. Semua ritual dan upacara sebelum tahun baru ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan alam semesta, serta menetralisir efek negatif yang dapat mengganggu seluruh kehidupan, sehingga dalam perayaan Nyepi, semesta telah menjadi tenang dan bebas dari pengaruh negatif.

Ogoh-ogoh adalah patung yang dibangun untuk parade Ngrupuk yang berlangsung pada malam Nyepi di Bali. Ogoh-ogoh dibuat oleh kelompok-kelompok pemuda atau seniman di sebuah desa, sebagai perwujudan dari karya seni. Jadi tidak hanya menjadi media ritual adat dan tradisi, tapi Ogoh-ogoh menjadi bentuk semangat pemuda untuk menyambut Hari Raya. Ogoh-ogoh biasanya terbuat dari boneka kertas dengan bingkai dari bambu. Tapi kali ini untuk menghindari kerusakan karena hujan, tahun ini dibuat dengan bahan styrofoam. Sebuah Ogoh-ogoh akan didirikan di atas pondasi yang terbuat dari papan kayu dan bambu yang dirancang untuk memudahkan mengangkat dan membawanya berkeliling. Biasanya ada delapan atau lebih laki-laki yang membawa Ogoh-ogoh di pundaknya.

Parade Ogoh-ogoh diiringi musik orkestra yang dilakukan oleh para pemuda-pemuda Bali. Ogoh-ogoh kemudian diputar berlawanan arah jarum jam sebanyak tiga kali di setiap pertigaan dan perempatan desa, yang bertujuan untuk membingungkan roh-roh jahat sehingga mereka akan pergi dan berhenti merugikan manusia. Setelah diarak di sekitar kota, Ogoh-ogoh kemudian dibakar menjadi abu di pemakanan sebagai simbol penyucian diri.

Biasanya Ogoh-ogoh berbentuk makhluk mitologis yang sebagian besar menggambarkan setan. Tujuan utama dari pembuatan ogoh-ogoh ini adalah pemurnian lingkungan alam dari setiap polutan spiritual yang dipancarkan dari aktivitas makhluk hidup, terutama manusia. Bentuk-bentuknya merupakan representasi Bhuta Kala yang berarti energi yang abadi, menurut ajaran Hindu. Selain sebagai simbol Bhuta Kala, Ogoh-ogoh juga dianggap sebagai perwujudan alam yang membentuk karakter berbahaya dari makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Tidak hanya sebagai ritual keagamaan, parade Ogoh-ogoh juga dimanfaatkan sebagai salah satu acara wisata yang menarik banyak perhatian wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Share artikel ini:

Artikel Terkait