@shutterstock

Menyusuri Keajaiban Maros Pangkep, Hutan Batu Kars Terluas Kedua di Dunia

Dalam hal keindahan alam, Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi. Salah satunya adalah Maros Pangkep, hutan batu kars terluas kedua di dunia. Batu kars sendiri merupakan salah satu bentuk daratan yang tersusun dari batuan kapur, ada yang menjulang tinggi dan ada yang berongga hingga membentuk gua kapur. Tidak perlu jauh-jauh ke Cina atau Nevada, sekitar 50-100 km sebelah utara Makasar, tersebar tebing-tebing batu yang berdiri sendiri maupun berkelompok, yang akan membuat Anda terkesima. Maros Pangkep adalah tempat wisata alam dan hutan batu paling indah di dunia yang masuk dalam daftar UNESCO sebagai warisan dunia untuk kategori alam.

Maros Pangkep terbentang seluas 43.750 hektar. Sekitar 21.631 hektar terletak di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Tebing batu yang besar dan kuat menghiasi area ini, dengan ketinggian bisa mencapai 100 meter. Ada juga beberapa tebing batu berukuran kecil dan tersebar di tanah datar. Kombinasi warna antara batu dan tanah sawah membuat tempat ini terlihat sangat indah dan menantang bagi Anda yang punya jiwa petualang.

Selain pemandangan tebing batu, Maros Pangkep juga menyimpan kekayaan alam. Menurut UNESCO, daerah ini merupakan habitat alami bagi beberapa jenis flora yang terancam punah seperti Bintangur, Beringin, Enau, Nyato, Black Woods, dan Sappang. Hewan-hewan unik yang hidup di hutan batu kars Maros Pangkep adalah monyet hitam, kus kus, spesies kupu-kupu langka, kadal besar, udang gua, kalajengking, dan beberapa jenis ikan.

Hutan Maros Pangkep juga menyimpan bukti sejarah dengan mempunyai ratusan gua-gua di dinding tebingnya yang memiliki susunan stalaktit dan stalakmit yang luar biasa. Menurut UNESCO, ada 89 gua prasejarah yang berusia ribuan tahun dan berisi informasi yang berguna untuk menggali sejarah, seperti dinding lukis, alat-alat, maupun perlengkapan dapur yang terbuat dari kulit kerang langka.

Tidak hanya kekayaan alam yang bisa memanjakan mata para pengunjungnya, Anda juga bisa bertemu dan menikmati budaya masyarakat setempat. Beberapa desa di daerah hutan batu kars Maros Pangkep sering mengadakan upacara adat. Produk-produk penduduk setempat sangat bervariasi, mulai dari gula merah yang diambil dari lontar dan pohon enau, tas kepala, mangkuk nasi dari kayu, dan penutup kepala yang disebut saraung. Ada juga upacara adat yang unik misalnya Tudang Sipulung untuk menandai dimulainya penanaman padi. Sedangkan untuk upacara masa panen dikenal dengan upacara Mapadendang, yang dibarengi dengan perjodohan perempuan dan pria di desa tersebut.

Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia sudah sepantasnya membuat bangga dan tidak ragu dalam memilihnya sebagai tujuan wisata selanjutnya. Selamat berlibur!

Share artikel ini:

Artikel Terkait