©shutterstock

Menyusuri Lautan Pasir di Kaldera Bromo

Main-main ke Kota Malang, jangan lupa mampir ke Gunung Bromo. Tempat yang satu ini menyimpan banyak rahasia unik yang tidak boleh dilewatkan. Kalau punya waktu lebih, Anda bisa sekalian naik ke gunung yang berada di belakangnya, yaitu Mahameru.

Untuk menuju bromo, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, mulai dari ketahanan fisik, hingga kondisi kendaraan. Waktu terbaik main ke sini adalah saat bulan April hingga November, di mana matahari bisa terlihat dengan jelas dan cuaca lebih bersahabat. Dari Malang, Anda bisa mengikuti paket tur atau naik kendaraan sendiri. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 5-7 jam, tergantung kecepatan yang dipakai saat menyetir. Paling enak sih berangkat malam hari sehingga pas sampai sana, Anda bisa menikmati sunrise dari penanjakan.

Selain menikmati matahari terbit, ada juga padang savana yang tidak boleh dilewatkan. Di musim kemarau, padang ini akan berubah menjadi kecokelatan, sehingga tampak seperti di alam liar Afrika. Namun kalau Anda datang saat musim hujan, padang savana akan ditumbuhi rumput dan semak belukar berwarna hijau yang begitu memanjakan mata. Tak heran, banyak juga yang menyebutnya sebagai Bukit Teletubbies.

Ingin mencoba yang lebih seru? Pacu adrenalin Anda dengan menaiki kuda melintasi lautan pasir berbisik. Lokasi ini pernah dijadikan tempat pengambilan gambar salah satu film Indonesia sehingga banyak sekali wisatawan yang ingin menyusurinya. Pastikan Anda memakai kaca mata dan penutup hidung karena pasir yang tersapu oleh angin bisa melukai mata.

Ngomong-ngomong, kenapa namanya pasir berbisik? Jadi, angin yang turun dari kaldera Gunung Bromo akan membuat pusaran kecil di atas lautan pasir ini. Nah, angin tadi akan mengangkat pasir dan membuatnya saling bergesekan satu sama lain sehingga menimbulkan suara seperti bisikan.

Di kawasan Bromo juga ada beberapa penginapan yang bisa dijadikan tempat istirahat setelah berpetualang menyusuri indahnya pemandangan sekitar. Kalau Anda datang saat menjelang akhir tahun, biasanya ada pertunjukan jazz gunung. Menikmati musik yang merdu di tengah dinginnya cuaca Gunung Bromo adalah pengalaman yang begitu berkesan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait