Trik Hemat Renovasi Rumah

Bila anak-anak mulai beranjak dewasa, maka kebutuhan akan ruangan yang lebih besar dan renovasi rumah semakin dirasakan. Ruangan yang sangat dibutuhkan tersebut antara lain, ruang berkumpul keluarga yang lebih besar agar seluruh anggota keluarga dapat bersantai dengan tenang.

Tentunya rencana tersebut harus di dukung dengan alokasi anggaran yang memadai. Namun, bagaimana jika kebutuhan semakin mendesak sementara anggaran yang tersedia terbatas? Untuk itu diperlukan suatu langkah rencana renovasi rumah yang hemat, efisien, dan optimal.

Langkah taktis berikut mungkin dapat Anda coba terapkan dalam rencana renovasi rumah. Pertama, buatlah prioritas mengenai apa yang akan direnovasi terlebih dahulu dan apa alasannya. Prioritas disusun mulai dari kerusakan terparah pada bagian rumah seperti atap bocor atau dinding retak. Prioritas mendesak lainnya seperti kebutuhan ruangan yang lebih bagi anggota keluarga, sampai dengan hanya ingin mengganti suasana rumah. Seperti keinginan menganti cat, keramik, ataupun perabot yang dianggap mulai membosankan.

Berdasarkan prioritas yang Anda buat, maka cocokanlah dengan anggaran renovasi yang telah Anda disediakan. Walaupun anggaran terbatas, jangan sampai menghalangi niat Anda untuk merenovasi rumah.Bila anggaran Anda terbatas, Anda dapat merenovasi rumah secara bertahap, sesuai dengan prioritas kebutuhan seluruh anggota keluarga. Sementara itu, untuk menyiasati keterbatasan lahan rumah, maka Anda perlu melakukan optimalisasi lahan dan multifungsi ruangan.

Efisiensi pembagian ruangan, dapat dilakukan dengan penyatuan multi fungsi ruang. Contohnya, Anda dapat Menyatukan garasi dengan teras depan, ruang tamu dengan taman depan; ruang tamu keluarga, ruang keluarga, ruang makan dengan ruang dapur bersih; serta dapur kotor, ruang cuci dan jemur, taman belakang dengan kamar pembantu (jika ada).

Sementara itu, jika Anda tetap ingin mempertahankan privasi, Anda dapat menyekat ruangan dengan lemari. Untuk renovasi atap rumah, Anda dapat menghilangkan eternity. Hal tersebut memberikan kesan, ruang dalam yang lebih lega, ventilasi udara yang lebih lancar, dan penerangan alami dari sinar matahari yang lebih terang. Selain itu, usaha tersebut dapat menekan pemakaian AC dan lampu di siang hari. Dengan demikian, rumah Anda menjadi lebih hemat listrik dan ramah lingkungan.

Hal lain yang perlu Anda ingat, pekerjaan renovasi akan mengganggu kegiatan penghuninya. Tidak hanya Anda, tapi tetangga juga ikut merasakannya. Seperti suara bising, debu dan penimbunan material. Maka pertimbangkanlah jaminan kenyamanan dan toleransi antara penghuni dan warga sekitarnya.

Selamat merenovasi rumah!

Share artikel ini:

Artikel Terkait