©shutterstock

Ups, Hobi Selfie Ada Efek Negatifnya Juga!

Selfie atau self image kini telah menjadi gaya hidup yang sulit untuk dilepaskan. Pasalnya, gaya hidup yang satu ini banyak  digemari oleh berbagai kalangan, tidak hanya remaja namun juga orang dewasa. Fenomena ini berdampak luar biasa pada kehidupan banyak orang, belum lagi kehadiran media sosial yang memudahkan untuk mengupload dan berbagi foto membuat fenomena selfie semakin 'hidup'. Namun, tahukah Anda jika hobi selfie ini memiliki efek negatif?

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Psychological Science mengemukakan terlalu banyak memotret kapanpun dan di manapun dapat membuat sulit untuk mengingat tempat yang telah diabadikan melalui kamera. Diedra L. Clay, PsyD, seorang Profesor konseling di Bastyr University Washington mengatakan lensa adalah tabir di depan mata yang sebenarnya tidak menyadari keberadaannya. Sehingga menghalangi kornea mata untuk merekam kejadian yang telah diabadikan. Oleh karena itu, duduklah dan nikmati apa yang ada di sekitar Anda dengan baik, hal ini akan lebih menguatkan secara mental.

Dampak negatif lainnya dari fenomena selfie ini adalah menganggu secara psikologis. Seseorang yang suka selfie tidak akan bisa berhenti memotret diri sendiri hingga mendapatkan hasil yang sempurna agar bisa diupload di media sosial. Hal ini terjadi pada Danny Bowman, 19 tahun yang menderita gangguan dismorfik tubuh dan gangguan obsesif kompulsif di mana dia memotret dirinya sendiri hingga 200 kali dalam sehari. Bahkan dia mencoba untuk bunuh diri karena tidak bisa mengendalikan kebiasaanya tersebut.

Psikiater Dr. David Veale mengatakan bahwa fenomena selfie ini sangatlah serius, tidak hanya masalah kesombongan namun juga kesehatan mental yang bisa sangat membahayakan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pengertian pada anak Anda untuk tidak terlalu 'terjun' dalam kehidupan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya.

Selalu dampingi anggota keluarga, terutama anak remaja Anda untuk menggunakan media soaial dengan bijaksana ya. Selfie boleh kok, tapi tetap pada ambang normal. Setiap orang berhak mengabadikan momen penting dalam hidupnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait