Wanita Bahagia, Pondasi Keluarga Bahagia

Bahagianya Menjadi Perempuan

Terlahir menjadi perempuan, membuat wanita bernama lengkap Rosiana Magdalena Silalahi in bangga. “Perempuan adalah makhluk yang bisa beradaptasi dimanapun mereka berada. Punya keluwesan tersendiri untuk menghadapi tantangan, sekaligus mempunyai disiplin yang tinggi untuk menuntaskan kewajibannya Dalam pekerjaan misalnya, perempuan memiliki kelembutan untuk merangkul, apakah itu anak buah atau rekan kerja, namun juga punya ketegasan ketika memang disiplin harus ditegakkan.”

Melakukan Yang Saya Suka

Menjadi jurnalis, news anchor dan pemimpin redaksi sebuah media besar bukan dijalaninya karena paksaan. “Dari kecil saya menyukai dunia media. Saat belum bisa membaca, saya sudah sok membaca koran, padahal posisinya terbalik, dan berakhir dengan ditertawakan oleh kakak saya,” kenang Rosi. Bukan itu saja, Rosi juga sudah suka menyaksikan tayangan Dunia Dalam Berita saat kebanyakan anak menyukai film kartun.

Meski beberapa orang memandang bahwa dunia jurnalis yang dijalaninya cukup sulit bagi perempuan, namun Rosi mengaku bahwa ia sendiri tidak pernah merasa kesulitan. “Saya tidak pernah mengalami adanya perbedaan karena saya perempuan. Bahkan jika ada penugasan ke daerah konflik, banyak perempuan selain saya yang juga bersemangat dan bersedia untuk terjun ke lapangan. Semakin sulit daerahnya, semakin tertantang.”

Pembagian Waktu Itu Nomor Satu

Semangat dan jiwa muda Rosi saat ia berusia 37 tahun membuat Rosi berani menentukan langkahnya untuk mendirikan Rosi Inc. Meninggalkan karir yang telah dibangunnya selama 15 tahun untuk mendirikan bisnis bersama rekannya, Bayu Sutiono, yang juga punya latar belakang dunia media jurnalis, tentu bukan tanpa alasan, “Saya ingin mencoba hal yang baru, berfikir dan menemukan tantangan baru supaya perjalanan hidup saya lengkap. Dari sisi kapasitas dan juga pengalaman. Kini saya lebih menikmati waktu untuk mengurus perusahaan dan mengembangkannya sambil terus memberikan coaching.”

Apa yang dilakoninya sekarang bukanlah pilihan yang membuatnya lebih santai daripada pekerjaan yang ia tekuni sebelumnya, namun kesibukannya tidak pernah membuat Rosi menomorduakan keluarga, “Ada hari-hari tertentu dimana sudah saya putuskan sebagai hari santai, dan tidak mengurus pekerjaan”. Selain bermanfaat untuk menjaga kualitas hubungan dengan keluarga, waktu yang diluangkan Rosi untuk melepaskan diri sejenak dari kesibukannya juga penting untuk menjaga stamina tubuh dan pikiran, “Menurut saya, berupaya dan kerja keras itu penting, tapi mengistirahatkan dan memenuhi apa yang dibutuhkan tubuh juga perlu.”

Be Happy, Be You

Setiap perempuan berhak untuk berbahagia dan bangga menjadi dirinya sendiri. “Seringkali saya melihat perempuan yang ingin menjadi seperti apa yang dikatakan orang. Begitu peduli pada penampilan dan sayangnya justru berakhir dengan merusak tubuhnya sendiri demi menuruti ideal versi orang lain. Untuk apa menjadi ideal versi orang lain? Lebih baik memerhatikan diri sendiri untuk menjalani hidup sehat, mempunyai badan yang sehat dan happy dengan tubuh yang dimiliki.”

Hal tersebut memang digunakan Rosi untuk menjalani hidupnya. Dipandang sebagai wanita sukses yang dapat memberikan inspirasi bagi orang lain tentu membuat Rosi bangga. Karir gemilang di usia muda dan keluarga yang bahagia, seakan berjalan dengan tanpa usaha. “Kuncinya, tetap menjadi diri sendiri dan melakukan apa yang diinginkan. Lakukan dengan gembira dan sepenuh hati.”

Padahal menurut Rosi, tidak sulit untuk menjadi ideal versi diri sendiri, “Melakukan pekerjaan dengan senang, menunaikan tanggung jawab dengan riang gembira, itu adalah ideal yang sejati.”

Wanita bahagia adalah pondasi keluarga bahagia

Rosi percaya bahwa karakter seseorang terbentuk dari rumah. Peran seorang Ibu sangat penting untuk menentukan langkah keluarga dan anak-anaknya. Ibu yang berbahagia, istri yang berbahagia, adalah fondasi keluarga yang bahagia. “Tentu tidak bisa mengharapkan anak tumbuh dengan membanggakan, sehat, mandiri dan menjadi pribadi yang kuat jika ia berada di bawah asuhan seorang Ibu yang depresi atau tidak memahami apa yang terbaik bagi dirinya sendiri.

Share artikel ini:

Artikel Terkait