Waspadai Keputihan yang Berlebihan

Keputihan itu bukan penyakit, melainkan gejala dari sejumlah penyebab yang tidak sama. Dua di antaranya keputihan normal dan keputihan sebab ada suatu penyakit yang melatarinya. Bagaimana mengenali perbedaan keduanya, kita membahasnya di bawah ini. Waspadai bila berlebihan.

KEPUTIHAN umumnya dialami oleh kaum ibu. Bukan berarti kaum ayah tidak bisa keputihan. Pasangan suami istri bisa saling menularkan keputihan apabila pengobatannya tidak tuntas secara bersama-sama. Namun tidak semua keputihan memerlukan pengobatan.

 

Berwarna, berbau, kental, dan gatal

Keputihan disebut normal bila bening, encer, tidak berbau, dan tidak gatal. Semua wanita pernah mengalaminya. Biasanya tak membekas di pakaian dalam. Menjelang haid, bahan pakaian dalam tak cocok, dari nylon, misalnya. Atau pakaian dalam kelewat ketat.

Keputihan masih dinilai normal sehabis keletihan, tak cocok, atau alergi makanan, selain bila sedang terangsang seksual. Selama masih tidak kental, tak membekas di pakaian dalam, tak berbau, dan tidak gatal, masih terbilang normal.

Keputihan normal tak perlu diobati, kendati keluar secara berlebihan. Hanya dicari penyebabnya. Kalau tak cocok bahan pakaian dalam, atau jenis makanan tertentu, hentikan pemakaiannya, atau mengonsumsinya.

Keputihan tergolong penyakit apabila kental, gatal, berbau, dan membekas di pakaian dalam. Bekas menyisa di pakaian dalam bisa berwarna putih susu, dan menjadi seperti bedak setelah mengering, bisa juga kekuning-kuningan, kalau bukan kehijauan. Berbeda warna keputihannya, berbeda penyebabnya, berbeda pula jenis obatnya.

Tidak ada obat yang sama untuk semua kasus keputihan. Keliru kalau mengatasi keputihan hanya dengan satu cara, atau satu jenis obat. Iklan obat keputihan acap menyesatkan seolah penyebab keputihan hanyalah satu. Sejatinya lebih dari satu.

Keputihan seperti susu disebabkan oleh jamur candida albicans. Gatalnya luar biasa. Bukan jarang saking hebatnya menggaruk, sampai terjadi perlukaan di sekitar kemaluan serta selangkangan. Obatnya harus memilih jenis antijamur.

Keputihan lain disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis. Umum terjadi dimana-mana, antara lain dari kamar mandi atau toilet umum di pasar, stasiun, terminal bus, atau rumah sakit. Parasit biasanya mencemari air membasuh dan bak air. Penyebab lainnya, bila ada kuman menginfeksi saluran vagina. Ada obat yang harus dikonsumsi dan dipakai untuk menyembuhkannya. Tapi bila keliru memilih obat keputihan, keputihannya tak kunjung menyembuh.

 

Fenomena Pingpong

Jenis keputihan penyakit yang menimpa seorang istri, wajib mengobati suaminya juga. Bila tidak, terjadi “fenomena pingpong”. Istri sembuh, namun karena suami sudah tertular, dan tidak diobati, istri tertular kembali.

Perlu diamati, jenis keputihan penyakit juga menyerupai gejala penyakit kelamin kencing nanah (gonorrhoe). Keluar cairan susu kental dari liang kemaluan wanita maupun pria pengidapnya, namun tidak gatal. Biasanya keluar pagi hari (“morning drip”). Dokter bisa membedakan keduanya.

Jangan lupa, keputihan juga bisa merupakan bagian dari gejala kanker kandungan. Keluhan keputihan, apalagi disertai perdarahan dari vagina, harus dicurigai sebagai bukan keputihan biasa. Kalaupun berbau, bukan berbau amis keputihan, melainkan bau busuk.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait