Wisata ramah lingkungan

Sudah saatnya peduli lingkungan menjadi gaya hidup setiap orang, termasuk ketika berwisata. Wisata Ramah-Lingkungan atau Wisata Hijau bisa menjadi cara berlibur tanpa mengurangi suka cita, sekaligus tanpa menyakiti bumi tercinta.

Hampir satu triliun orang berwisata lintas-negara setiap tahun. Hampir tidak disadari, para wisatawan yang hanya singgah tersebut punya kontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan. Kontribusi itu bisa berwujud emisi karbon yang dihasilkan saat menempuh perjalanan udara, ekosistem alami yang terganggu karena kedatangan manusia, hingga akumulasi pemborosan selama Anda menginap di hotel.

Gagasan wisata ramah-lingkungan lantas muncul. Yaitu jenis wisata yang memberi penekanan pada perlindungan alam dan kultur di tempat Anda berwisata. Prinsip 3R (reuse, reduce, recycle) menjadi pedoman utama. Menjaga kelestarian alam, menghormati tradisi dan gaya hidup setempat, serta berkontribusi positif terhadap komunitas lokal, turut menjadi perhatian.

Persiapan Wisata
Ringkas Berkemas
Setiap 5 kg bagasi ekstra yang dibawa tiap penumpang akan menambah jumlah bahan bakar yang dikonsumsi pesawat terbang yang artinya menambah emisi karbondioksida. Jadi, ringkaslah dalam berkemas!

Manfaatkan Teknologi
Selamatkan pohon dan punggung Anda—dengan cara mengunduh panduan wisata dan peta ke dalam perangkat komunikasi yang bisa Anda genggam. Buku panduan wisata paling terkemuka di dunia, Lonely Planet, menjual panduan wisata dalam bentuk digital yang memungkinkan Anda menyaring informasi yang Anda butuhkan dan melihat panduan itu melalui PDA. Beberapa maskapai penerbangan asing menawarkan tiket tanpa-kertas. Maskapai tersebut akan mengirimkan kode yang bisa dipindai melalui telepon genggam atau PDA Anda.

Bawalah Perlengkapan Pakai-Ulang
Bawa kantong belanja sendiri sehingga Anda tidak perlu mengonsumsi banyak kantong plastik. Kurangi penggunaan barang-barang sekali pakai, seperti pakaian dalam atau kotak makan berbahan styrofoam. Pakai ulang berbagai benda yang Anda bawa ketika berwisata, seperti botol air mineral.

Selama Perjalanan
Gunakan Kereta Api
Jika perjalanan wisata Anda masih bisa ditempuh dengan kereta api, lakukan. Sebuah harian di AS menyebutkan, emisi CO2 yang dihasilkan karena penggunaan jasa pesawat terbang sejauh 1.000 km (sekitar jarak Jakarta-Surabaya) per orang, setara dengan jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh satu mobil SUV selama setengah bulan.

Transportasi Publik
Untuk perjalanan dalam kota, manfaatkan prasarana transportasi publik, seperti bus kota atau trem. Minimalkan pemakaian taksi atau mobil sewaan. Jika memungkinkan, perbanyak jalan kaki dan bersepeda. Pasti liburan Anda akan lebih berkesan!

Mobil Kecil
Jika Anda menyewa mobil, pilih kendaraan terkecil yang paling nyaman untuk Anda. Jika perusahaan persewaan kendaraan menawarkan Anda mobil ber-cc besar dengan harga yang sama dengan sebuah mobil berukuran lebih kecil, tolak. Semakin besar kapasitas mesin, semakin banyak bahan bakar yang diperlukan.

Ke Toilet Sebelum Terbang
Jika Anda ingin sedikit mengurangi emisi CO2, gunakan toilet bandara. Hindari penggunaan toilet pesawat karena –Anda boleh percaya fakta ini- bahan bakar yang digunakan untuk menyiram toilet, setara dengan bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankan mobil sejauh 9,6 km.

Saat Berada di Lokasi Wisata
Wisata Alam
Wisata ke pegunungan atau hutan tropis menjadi pilihan Anda? Berjalanlah dalam kelompok kecil dan jaga langkah agar tetap di jalan setapak. Hal tersebut bisa mengurangi tingkat kerusakan tanaman dan kemungkinan gangguan atau kematian binatang-binatang kecil yang disebabkan oleh kaki Anda.

Wisata Bahari
Ketika Anda menyelam, jangan menyentuh koral atau mengambil bebatuan. Hal itu bisa merusak ekosistem karang yang rapuh.

Wisata Partisipasi
Selain mempraktikkan prinsip ramah-lingkungan, masih banyak hal lain yang bisa Anda lakukan demi melestarikan alam dan budaya setempat. Dimulai dengan mencari informasi seputar biro perjalanan yang Anda gunakan. Pastikan biro tersebut mengaplikasikan prinsip ramah lingkungan. Semakin sedikit orang yang ikut dalam rombongan tur, dampak lingkungan yang dihasilkan semakin kecil. Selain itu, cari tahu apakah biro perjalanan dikelola oleh penduduk lokal, bagaimana biro perjalanan memberi imbas positif bagi komunitas setempat, dan jenis akomodasi yang mereka gunakan.

Sedapat mungkin, belilah produk lokal, jangan hasil impor. Dengan demikian, Anda telah membantu memajukan ekonomi setempat sekaligus mendapatkan citarasa optimal dari perjalanan wisata. Jangan sekali-kali membeli suvenir yang terbuat dari satwa atau tanaman langka. Dan jika Anda punya kepedulian ekstra, lakukan wisata sosial yang memberi Anda kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam memajukan lokasi wisata Anda.

Saat Menginap di Hotel
Pilih Hotel Ramah-Lingkungan
Hotel bintang empat ke atas kini sudah banyak menerapkan prinsip ramah-lingkungan. Hotel tersebut memakai pencahayaan dan sistem pengairan yang efisien, menggunakan bahan bakar alternatif untuk setiap kendaraan yang dipakai mengantar-jemput tamu, dan mendaur ulang sampah. Jika 10.000 orang menginap di hotel dengan toilet, kran air, dan shower yang efisien, setiap malam kita bisa menghemat air yang cukup untuk mengisi 11.263 bathtub.

Efisiensi
Mintalah kepada pengelola hotel untuk tidak mengganti seprei dan handuk setiap hari. Hal tersebut bisa mengurangi konsumsi air dan deterjen. Saat Anda meninggalkan hotel untuk jalan-jalan, jangan lupa mematikan lampu, televisi, pendingin ruangan, dan peralatan elektronika lain.

Peralatan Mandi Pribadi
Botol sabun, shampo, dan losion hotel yang sudah dibuka –meski hanya terpakai sedikit- pasti langsung dibuang oleh pengelola hotel. Bawa peralatan mandi pribadi, hindari pemakaian toiletries yang disediakan hotel. Jika Anda terpaksa menggunakan toiletries dari hotel, bawa selalu peralatan mandi tersebut dan gunakan sampai habis saat Anda jalan-jalan bahkan ketika Anda sampai di rumah.

Alternatif Wisata
Pernah dengar istilah staycation? Adalah sebuah terminologi yang kini mulai populer digunakan untuk mengajak Anda mengeksplorasi destinasi wisata dalam kota. Jenis wisata ini sangat ramah-lingkungan karena mencegah emisi gas buang yang dihasilkan pesawat terbang dan alat transportasi lain yang mutlak diperlukan untuk berwisata ke luar kota atau lintas-negara. Anda bisa mencari tempat favorit untuk melepas penat di akhir pekan sekaligus semakin memperkaya pemahaman terhadap kota tempat tinggal Anda. Selain itu, staycation juga menjadi jenis wisata yang tepat jika dana Anda sedang tidak memungkinkan untuk bepergian jarak jauh.

Saat Anda mengunjungi lokasi-lokasi wisata terindah di dunia, pegang teguh pepatah lawas: Jangan ambil apapun selain foto, jangan tinggalkan apapun selain jejak kaki.

Share artikel ini:

Artikel Terkait