@shutterstock

Workout Wanita Dipelajari Pria, Kenapa Tidak?

Workout atau latihan belakangan cukup populer di kalangan orang-orang. Kegiatan ini memang lebih banyak dilakukan oleh wanita dibandingkan pria. Bentuk gerakan yang seolah lemah lembut dan penuh perasaan sekilas memang lebih cocok dilakukan oleh wanita. Sebut saja, Zumba, pilates ataupun yoga. Gerakan pada workout ini lebih mencerminkan kefemininan daripada kemaskulinan. Namun, bukan berarti hal ini tidak boleh dilakukan oleh pria.

Seperti olahraga lainnya, workout juga tidak memihak pada salah satu gender. Semua orang bisa melakukan workout ini dengan cara sebagai berikut.

Buat penyesuaian
Menurut Richard Lopez, Ph.D., professor exercise sciences di Florida International University, mengatakan pria memiliki testosteron yang sangat tinggi. Hal ini membuat mereka selalu memiliki emosi yang meledak-ledak. Hal ini juga tampak dari pilihan olahraga yang mereka pilih, lebih cenderung yang menantang seperti angkat beban. Bisa juga olahraga yang lebih ekspresif seperti menendang bola atau karate.

Sikap yang seperti ini tentu kurang tepat saat diaplikasikan pada workout yang lebih santai. Jika pria ingin belajar workout sebaiknya mencari pelatih wanita yang lebih berpengalaman. Di samping dapat memicu semangat, juga dapat membuatnya lebih mudah untuk menenangkan diri. Bagaimanapun  sifat biologis manusia akan ketertarikannya dengan lawan jenis jauh lebih berperan di sini. Demikian yang disampaikan oleh Richard Lopes.

Kontrol tumpuan kaki
Setelah sukses mengontol diri, berikutnya melatih tumpuan kaki agar mulai terbiasa untuk melenturkan otot kaki. Menurut Brad Schoenfeld, 2011 NSCA Personal Trainer of the Year, workout menitikberatkan pada kemampuan persendian dalam melakukan banyak gerakan. Utamanya adalah persendian dan otot kaki, sebab gerakan workout sering kali menekuk dan melenturkan tubuh dalam serangkaian prosesnya. Sementara, pria perlu membiasakan diri pula untuk melenturkan otot-otot yang ada di persendiannya.

Atur teknik pernapasan
Jika semua gerakan fisik berhasil diterapkan, lanjutkanlah dengan menangkan pikiran. Workout seperti yoga memerlukan konsentrasi dan fokus pikiran agar lebih maksimal. Sebab, beberapa workout juga menggabungkan teknik meditasi di dalamnya. Sehingga, tidak hanya otot yang perlu dilenturkan, teknik pernapasan juga harus dikontrol dengan benar.

Sudah terbukti bisa dilakukan bukan? Jika ingin lebih semarak, gabung bersama grup atau komunitas workout bisa menjadi pilihan. Semoga berhasil.

Share artikel ini:

Artikel Terkait