Yuk, Biasakan Anak Mencuci Tangan!

Dengan tata cara yang benar, cuci tangan ternyata dapat menjadi cara termudah untuk membentengi tubuh anak dari  infeksi. 

Jangan lupa, tangan merupakan pusat berlabuh berbagai bibit penyakit yang datang dari mana-mana. Ketika mencuci tangan, perhatikan secara seksama  bagian-bagian kulit tangan yang sering terlewat, yaitu bawah kuku, sela jemari, pangkal jempol, dan punggung tangan. Jadi, apa pun teknik dan cara cuci tangan yang dipilih, prinsipnya tidak boleh ada bagian kulit tangan yang luput dari proses meniadakan bibit penyakit ini.  Agar efektif,  teknik mencuci tangan yang benar harus dibiasakan pada anak sejak kecil. Inilah langkah-langkahnya: 

 

Cara Mencuci Tangan yang Benar

  1. Dengan air mengalir, basahi kedua tangan hingga pergelangan tangan.
  2. Tuang sedikit sabun cair ke telapak tangan, lalu gosok seluruh permukaan telapak dan punggung tangan hingga ke pergelangan. Bila menggunakan sabun batangan, gosokkan sabun ke telapak, punggung, dan pergelangan tangan.
  3. Bersihkan pula bagian bawah kuku-kuku dengan cara diusap-usapkan ke telapak tangan secara bergantian.
  4. Bilas tangan dengan air bersih mengalir hingga tak lagi tersisa busa sabun.
  5. Keringkan tangan dengan handuk atau tisu kering yang bersih, bisa juga menggunakan mesin pengering tangan, atau keringkan dengan udara (diangin-anginkan).

Tip Menanamkan Kebiasaan Cuci Tangan

•        Jadilah contoh bagi anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan atau sebelum memegang makanan; setelah buang air kecil atau air besar; dan seusai beraktivitas, seperti bermain, berolahraga, berkebun; setelah membuang sampah; setelah menyentuh binatang; dan lainnya.

•        Jangan bosan mengingatkan anggota keluarga di rumah, terutama anak-anak, untuk selalu mencuci tangan sebelum makan atau sebelum memegang makanan; setelah buang air kecil/besar; seusai bermain; setelah menyentuh binatang; dan lainnya.

•        Beri kemudahan pada anak untuk memulai kebiasaan mencuci tangan dengan menyediakan wastafel khusus anak. Bisa juga meletakkan bangku kecil di bawah wastafel standar agar ia mudah mencuci tangan.

•        Sediakan perlengkapan cuci tangan yang menarik, seperti sabun cair yang wangi atau sabun batangan bentuk unik dan harum, handuk  pengering tangan bergambar lucu. Letakkan di sekitar wastafel dan mudah dijangkau anak.

•        Ajari anak, bagaimana cara yang benar mencuci tangan. Untuk mencegah anak mencuci tangan dengan terburu-buru, bisa dilakukan sambil bernyanyi. 

•        Beri hadiah atau apresiasi jika anak melakukan tugas menjaga kebersihan dengan baik agar ia makin semangat melakukan kebiasaan sehat ini.

 

Pembersih tangan antiseptik:

Karena kehidupan semakin cepat, sibuk, mengejar kepraktisan dan cara yang lebih instan, maka mencuci tangan dengan tisu ataupun gel antiseptik bisa dilakukan.  Yang penting, kaidah mekanis dan kimiawi pada proses cuci tangan masih terpenuhi, yakni masih memungkinkan menggosok dan menyeka kulit tangan, serta bibit penyakit bisa mati. 

 

MAIN KOTOR-KOTORAN TETAP PERLU

Hidup bersih memang perlu diajarkan dan ditanamkan pada anak sejak dini, namun anak pun tetap harus dibiarkan bereksplorasi kotor-kotoran dan melakukan hal yang disukainya. Kenapa? Karena hal ini penting sekali bagi perkembangan kepekaannya, indra peraba, penciuman, dan pengalaman. Malah, aroma lumpur dan tanah mempunyai manfaat ketenangan bagi anak yang menghirupnya. Dengan bermain di luar ruang, anak akan menjadi sehat. Mengondisikan anak selalu dan terlalu bersih/higienis justru akan melemahkan kekebalan tubuhnya alias membuatnya mudah diserbu penyakit. Tentunya konteks kotor-kotoran disini tetap yang sewajarnya saja.

GUNAKAN MASKER SAAT SAKIT

 Jika ada orang dewasa atau anak lain yang sakit di rumah atau di kelas, dan penyakitnya bisa ditularkan lewat udara, maka lakukan upaya pencegahan dengan meminimalisasi kontak. Minta orang atau anak yang sakit mengenakan masker. Bila perlu, tempatkan si sakit di kamar terpisah jika penyakitnya sangat menular, seperti TB.  Jika penularannya lewat makanan atau alat makan, seperti hepatitis A, hindari pencampuran alat makanan milik si sakit.

Pada anak yang sehat, kita harus terus menjaga daya tahan tubuhnya tetap kuat supaya tak mudah tertular penyakit. Beri ia makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan waktu untuk bermain aktif.

JIKA BERSIN DAN BATUK

 Hal lain yang penting diperhatikan, ketika bersin atau batuk, ajari anak untuk menutup mulut dan hidungnya dengan siku tangan bagian dalam. Tujuannya, meminimalisasi kontak sumber penyakit mengingat kalau ditutup menggunakan telapak tangan, penularan akan lebih mudah karena tangan sering dipakai untuk memegang dan berpegangan.

Akan tetapi, yang terbaik adalah minta anak menutup mulut atau hidungnya dengan alat, seperti saputangan atau tisu dengan rapat.

Selain untuk meminimalisasi kuman atau virus terbang ke udara, saputangan atau tisu bisa digunakan untuk membuang dahak dan ingus. Selain itu, ajari anak untuk selalu cuci tangan setelah bersin, batuk, memegang benda yang tidak bersih, dan sebagainya.

 Langkah sederhana seperti mencuci tangan jika dilakukan dengan cara yang benar dan dijadikan kebiasaan dapat menghindari kita dari berbagai macam penyakit. Yuk, biasakan mencuci tangan dengan benar, dimulai sejak kecil.

Share artikel ini:

Artikel Terkait