@shutterstock

6 Alasan Kenapa Gula Buruk Bagi Si Kecil

Anak- anak adalah mangsa yang empuk bagi gula. Camilan manis seperti permen, es krim, cookies, cupcake, dan makanan manis lainnya adalah sumber utama gula yang disukai anak-anak. Padahal mengonsumsi gula yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan mereka. Mengapa? Berikut alasannya.

Gula Merusak Gigi
Bisa dibilang gigi adalah hal yang paling mudah terkena dampak buruk gula. Ketika makan permen karamel manis, bagian permen yang lengket akan dengan mudah menempel di sela-sela gigi. Jika tidak segera dibersihkan, bagian karamel yang menempel di gigi akan mengeluarkan asam yang bisa mengikis lapisan enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Gula dengan fruktosa tinggi akan membuat Anda mengalami gangguan hati
Sebelum memasuki aliran darah, terlebih dahulu gula akan dipecah menjadi fruktosa dan glukosa. Fruktosa banyak terkandung dalam buah-buahan. Fruktosa yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati. Konsumsi fruktosa yang berlebihan akan membuat hati mengubah fruktosa menjadi lemak. Hati yang penuh dengan lemak menyebabkan perut membuncit jika lemak tidak segera digunakan oleh tubuh.

Gula meningkatkan risiko kanker
Penelitian dari University of Minnesota menemukan, bahwa anak-anak atau orang dewasa yang minum lebih dari dua kaleng minuman ringan dengan kadar gula tinggi memiliki risiko kanker pankreas 87 persen lebih tinggi.

Gula bisa memicu obesitas
Sebenarnya gula tidak memiliki kandungan gizi sama sekali. Konsumsi banyak gula akan membuat tubuh menerima kalori kosong sehingga membuat perut cepat merasa lapar. Selain itu, ketika dehidrasi, tubuh akan kehilangan glukosa sehingga menyebabkan anak-anak cenderung memilih minuman manis. Makanan dan minuman manis yang Anda konsumsi akan membuat berat badan mengalami kenaikan sehingga memicu terjadinya obesitas.

Gula menyebabkan diabetes
Konsumsi gula yang berlebihan akan membuat anak-anak ataupun orang dewasa mengalami risiko diabetes. Gula yang masuk ke dalam tubuh secara berlebihan akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk mencerna gula. Ginjal yang bekerja lebih berat dari biasanya akan membuat insulin kehilangan kemampuan untuk memproses gula. Hal ini bisa meningkatkan risiko tubuh terkena diabetes.

Gula bisa memicu anak menjadi hiperaktif
Anak-anak yang mengonsumsi gula lebih banyak akan terlihat lebih aktif dari biasanya. Makan gula akan memberikan perasaan senang sehingga anak-anak menjadi lebih aktif, atau bahkan kelewat aktif.

Menjauhkan si kecil dari gula sangat baik untuk membantu tumbuh kembang mereka. Yuk ajarkan si kecil untuk selalu hidup sehat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait