©shutterstock

6 Fakta Tentang Makanan Penyebab Alergi

Sebagian orang memiliki larangan makanan tertentu, karena dapat menyebabkan alergi. Agar Anda memiliki pengetahuan lebih mengenai jenis makanan penyebab alergi hingga tes alergi, simak 6 fakta tentang makanan penyebab alergi berikut ini ya.

Ada delapan makanan penyebab alergi utama
Delapan makanan tersebut adalah susu, telur, kacang, kedelai, ikan, kerang, kacang-kacangan dan gandum. Makanan tersebut bertanggung jawab atas 90 persen dari semua makanan yang menyebabkan alergi. Menariknya, kasus alergi terbanyak terdapat pada masyarakat perkotaan atau urban.

Alergi berbeda dengan intoleransi
Alergi makanan lebih melibatkan sistem kekebalan tubuh, gejalanya adalah ruam-ruam, gatal, diare, muntah, pembengkakan lidah, nadi lemah dan kesulitan menelan. Sedangkan intoleransi adalah ketidakmampuan tubuh untuk menerima jenis makanan tertentu  yang mengakibatkan efek samping, gejalanya adalah sakit kepala, kembung, atau sakit perut.

Kasus alergi paling banyak adalah kacang
Dilansir oleh Livestrong, penelitian menunjukkan jumlah anak yang hidup dengan alergi kacang bertambah tiga kali lipat antara tahun 1997 hingga 2008 tanpa diketahui penyebab pastinya. Sehingga, setiap orang tua harus selalu waspada karena kacang sangat mudah dijumpai pada makanan.

Anak-anak dapat mengatasi alergi makanan
Ada harapan bagi jutaan anak-anak yang menderita alergi makanan. Di antara mereka ada yang mengalami alergi hanya sampai umur 5 tahun. Tapi, anak laki-laki dinilai lebih bisa mengatasi alergi dibandingkan anak perempuan.

Restoran penyedia makanan untuk penderita alergi
Menurut Roger Clemens mantan presiden Institute for Food Technologists, melihat banyaknya penderita alergi menginspirasi para pemilik restoran untuk menyediakan makanan anti alergi dan memisahkan alat memasak agar tidak terjadi kontaminasi silang. Maka, Anda tinggal memberitahu pelayan tentang alergi Anda.

Tes alergi tidak selamanya benar
Dr. James Sublett, seorang ahli alergi di Louisville, Kentucky mengatakan bahwa tes kulit atau darah yang positif mengalami alergi belum tentu mengalami reaksi alergi jika makan makanan tertentu. Oleh sebab itu, setiap orang tua sebaiknya menunggu 12 bulan sebelum memperkenalkan susu sapi, dua tahun untuk telur dan tiga tahun pada kacang. Lebih penting lagi, setiap orang tua harus rajin berkonsultasi mengenai perkembangan si kecil.

Sebagai orang tua, Anda harus selalu waspada saat memberikan jenis makanan tertentu pada si kecil ya. Apalagi, jika Anda juga memiliki riwayat alergi makanan tertentu. Lebih baik, konsultasikan keadaan si kecil kepada dokter sejak dini agar alergi dapat diatasi lebih awal. Semoga menginspirasi.

Share artikel ini:

Artikel Terkait