Aman Meninggalkan Si Kecil Di Rumah

Tidak sedikit dari kita yang harus meninggalkan si Kecil di rumah karena berbagai urusan, mungkin kerja, sekolah, atau karena urusan lain.

Tanggapan si Kecil pun beragam. Ada yang bereaksi menolak lalu menangis, tapi tidak sedikit yang senang karena bisa bebas dari kontrol orangtua.

Terlepas apapun reaksi mereka, sebetulnya yang paling penting di sini adalah memastikan keamanannya. Bahkan jika ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka yang perlu kita pastikan adalah kebutuhan perkembangannya.

Apa yang harus kita siapkan? Berikut ini adalah hal-hal yang sangat mendasar untuk disiapkan:

Memastikan pendamping /pengasuh yang aman.

Idealnya tetap dibutuhkan pendamping dari orang dewasa yang aman. Bahkan jika si Kecil belum mandiri sepenuhnya, perlu kita buatkan list berisi daftar atau prosedur yang harus dilakukan, misalnya mandi jam sekian, minum susu jam sekian, dan seterusnya. Buatlah instruksi sedetail mungkin dan tetap berkomunikasi seintensif mungkin.

Memberi tanggung jawab kepada anak

Ini untuk pendidikannya. Walaupun secara fisik kita tidak di rumah, tapi tidak berarti pendidikan harus berhenti.

Mendidik anak adalah tanggung jawab yang tidak bisa dipindah-tangankan ke siapapun.

Tanggung jawab tetap pada kita. Caranya?  Kita bisa memberi tugas, tanggung jawab, atau disiplin tertentu. Selain sebagai pendidikan bagi anak, ini juga menjadi alat kontrol bagi perkembangannya.

Misalnya kita memberi tugas menjaga kerapian rumah, menjalankan disiplin belajar, dan lain-lain. Jika ini mampu kita tingkatkan setahap demi setahap, maka akan menyumbangkan kedewasaan dan kematangan.

 

 

Jangan Memberi Cek Kosong

Maksudnya di sini kita percaya seratus persen dengan apa yang dikatakan si anak tanpa ada second opinion, pembuktian, atau kontrol. Janganlah hal ini kita lakukan terlalu lama, lebih-lebih jika alasannya karena kita malas. 

Percayalah tapi jangan seluruhnya supaya tetap ada pengawasan dan pengecekan, misalnya terkait soal jajanan yang dibeli, kualitas belajar, atau aktivitas yang dilakukan.

Tidak terbayangkan akibatnya misalnya si Kecil salah menggemari jajanan tertentu dan harus menderita penyakit yang menganggu kesehatannya karena kurang pengecekan.

Membangun Kedekatan Khusus

Jadwalkan hari atau momen dimana Anda bisa menjalin keakraban khusus dengan si Kecil setelah ditinggal. Ini akan menjadi ajang komunikasi lahir dan batin.

Dari banyak penelitian terungkap bahwa anak yang terbiasa ditinggal orangtuanya (latchkey children) akan secara alami berlatih untuk mandiri, tanggung jawab, dan kontrol sejauh tetap mendapatkan bimbingan dan pembinaan.

Cuma, di sisi lain, ada bahaya yang bisa mengancam apabila ditinggalkan secara berlebihan atau dengan cara dibiarkan. Bahaya itu menyangkut keamanan dan perkembangannya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait