Aman Menjelajah Dunia Maya

Sekarang era informasi. Jadi, tak aneh jika banyak anak usia sekolah, bahkan usia prasekolah, sekarang sudah melek internet..Teknologi ini memberikan pengalaman positif dan juga negatif. Anda perlu memastikan petualangan mereka di dunia maya membawa keceriaan, aman, dan mencerdaskan. Internet seperti pisau bermata dua. Di satu sisi merupakan akses ilmu pengetahuan tanpa batas dan sisi lain menjadi pintu bagi segala jenis informasi termasuk informasi negatif. Banyak orang, termasuk anak, menemui konten yang dirasa mengganggu atau tidak pantas ketika berselancar di situs-situs internet. Meski berselancar dari rumah, anak juga bisa menjadi korban kejahatan melalui internet.

Kenyataan bahwa kejahatan bisa dilakukan lewat internet, bagaimanapun, tidak sebaiknya menjadi alasan Anda melarang anak menggunakan internet. Faktanya, sebagian besar pengguna internet tidak mengalami gangguan serius. Bahkan sebaliknya, peran internet sangat besar dalam membantu kemajuan belajar dan meningkatkan kualitas individu, termasuk anak. Apalagi dengan target 46.000 sekolah tersambung internet pada 2009, akan ada 17,5 juta siswa yang melek Internet saat itu.

Agar Anda tidak khawatir, kami sajikan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk membentengi anak dari materi berbahaya. Sebelum mulai bertindak, kenali dulu manfaat dan ancaman yang bisa datang dari dunia maya.

Manfaat Internet bagi Anak
“Penggunaan Internet memang kebanyakan masih sebatas untuk mencari hiburan dan bersosialisasi,” kata pengamat telematika, Onno W. Purbo. Sebenarnya, banyak sekali manfaat internet yang bisa didapat anak jika orang dewasa yang paling dekat, yaitu orang tua dan guru, mau memberikan informasi seputar ilmu positif yang bisa didapat dari Internet.

  • Akses tak terbatas terhadap sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan pendidikan dan menambah kemampuan akademik. Informasi yang bisa didapat anak mencakup teks, gambar, suara, dan video. Segala macam informasi bisa didapatkan dalam tempo singkat sehingga orang di belahan dunia manapun punya kesempatan mendapatkan akses informasi yang sama.
  • Bergembira bersama keluarga. Melalui jutaan situs edukasi, mencari referensi lokasi wisata, atau beragam permainan seru yang bisa diunduh maupun dimainkan secara online, Anda sekeluarga bisa melakukan aktivitas seru di rumah.
  • Bisa berkomunikasi dengan kerabat dan sahabat pena yang tinggal jauh dari rumah keluarga Anda. Teknologi surat elektronik atau mailing list bisa dimanfaatkan anak untuk berkomunikasi dengan paman dan sepupu yang tinggal di luar negeri.
  • Bagi anak usia sekolah, internet memungkinkan mereka meng-update informasi terbaru, seperti berita, olahraga, film, yang membantu mereka bersosialisasi dengan banyak orang dalam keseharian.

Risiko yang Bisa Timbul dari Internet

Mungkin pornografi adalah hal yang paling Anda khawatirkan dari pemberian akses internet kepada anak. Selain itu, ternyata masih ada beberapa hal yang perlu Anda waspadai.

  • Anak bisa terpapar berbagai konten yang tidak layak (pornografi, materi SARA, hasutan berbuat negatif, iklan merokok atau meminum minuman beralkohol, bahkan cara membuat materi berbahaya). Konten berbahaya dan tidak pantas dikonsumsi anak bisa datang dari manapun melalui Internet. Melalui email atau pesan instan, pop-up yang tiba-tiba muncul di layar monitor, chatroom, atau advertorial berbagai situs.
  • Eksploitasi atas anak dalam berbagai bentuk, dari penipuan hingga pelecehan seksual.
  • Dengan semakin mudah dan semakin banyaknya konten musik dan game yang bisa diunduh, maka semakin tinggi pula risiko terkena serangan virus.
  • Tanpa disadari, beberapa aktivitas download berbagai materi dari Internet merupakan pencurian hak atas kekayaan intelektual (hak cipta).

Menangkal Pengaruh Buruk Internet

  • Siapkan software untuk memblokir situs tidak baik yang bisa Anda baca di opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Memblok_Situs_Tidak_Baik.
  • Jelaskan aturan penggunaan Internet di rumah. Tempelkan aturan tersebut di tempat yang dapat dibaca oleh semua anggota keluarga. Situs SafeKids.com membuat Family Contract for Online Safety yaitu “dokumen” kesepakatan antara Anda dan anak dengan klausul:
    1. Saya tidak akan memberikan informasi pribadi, seperti alamat rumah, nomor telepon, alamat dan nomor telepon kantor orang tua, nama dan lokasi sekolah, tanpa persetujuan orang tua.
    2. Saya akan segera memberitahu orang tua jika saya menemukan informasi yang membuat saya tidak nyaman.
    3. Saya tidak bersedia bertemu langsung dengan orang yang saya kenal melalui internet tanpa izin orang tua.
    4. Saya tidak akan mengirim gambar atau foto diri tanpa persetujuan orang tua.
    5. Saya tidak akan menanggapi pesan yang membuat saya merasa tidak nyaman. Jika saya mendapatkan pesan seperti itu, saya segera melaporkan kepada orang tua.
    6. Saya akan patuh ada kesepakatan seputar durasi online dan situs-situs yang boleh saya kunjungi.
    7. Saya akan bertanya terlebih dulu kepada orang tua sebelum mengunduh atau meng-install program apapun.
    8. Sebagai warga negara yang baik, saya tidak akan berbuat hal yang bisa merugikan orang lain atau melanggar hukum.
  • Sebenarnya, mekanisme proteksi yang paling baik bukan menggunakan software tapi dengan pembekalan akhlak yang baik dari orang tua kepada anak. Itu jauh lebih manjur daripada memakai software,” kata Onno.

Sesuaikan dengan usia

“Usia terkait erat dengan pemahaman anak mengenai internet,” tulis Zheng Yan, EdD, asisten profesor pada University of Albany’s School of Education, dalam sebuah jurnal. Dalam hal pemahaman internet, usia lebih penting dibanding riwayat dan frekuensi penggunaan internet.

Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Saat mengakses situs yang sesuai dengan usia balita, berselancar di internet bersama orang tua adalah hal terbaik. Hal tersebut bukan sekadar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua.

Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru, dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Namun bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan internet secara bebas. Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan internet.

Usia 5-7 tahun

Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan internet. Pada usia ini, orang tua perlu mempertimbangkan pemberian batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan internet (default).
Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil mendapatkan temuan-temuan baru dari internet. Sebaiknya Anda tidak terpaku pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat leluasa mengeksplorasi internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidaknyamanan pada diri anak.

Usia 7-10 tahun

Pada usia ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saat dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pula anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun bukan berarti orang tua lepas tangan begitu saja. Jangan pernah meletakkan komputer, apalagi yang terhubung dengan jaringan internet di dalam kamar pribadi anak. Letakkan komputer di ruang di ruang keluarga sehingga orang dewasa mudah mengawasi interaksi anak dengan komputer.

Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Selain itu, beri batasan yang jelas soal durasi penggunaan komputer dan internet. Jangan sampai anak enggan bersosialiasi langsung dengan teman sebaya dan melupakan aktivitas luar ruang maupun bentuk kegiatan lain. Membatasi waktu online anak bisa dilakukan dengan cara menyepakati aturan bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat anak berselancar di dunia maya, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu atau dua situs favorit mereka saja demi memperluas wawasan.

Waspada!

Jika Anda menemukan minimal satu perilaku di bawah ini terjadi pada anak, Anda perlu waspada dan mengajak dia berdiskusi. Karena bisa saja, anak sedang mengobrol dengan orang asing di chat room atau mengunduh konten kategori berbahaya.

  • Online larut malam.
  • Menggunakan internet dengan durasi panjang secara konstan.
  • Menutup aplikasi komputer ketika Anda atau orang lain melintas di dekat layar monitor.
  • Mengunduh program dengan ekstensi .jpg, .gif, .bmp, .tif, .pcx, .png, .psd, yang mengindikasikan gambar atau foto.
  • Kerap mendapat telepon atau email dari orang asing.

Rekomendasi Situs Aman untuk Anak
webtots.co.uk
disney.go.com
fisher-price.com
kinderart.com
yahooligans.com
funbrain.com
nick.com
learningplanet.com
funschool.com
familyfun.com
brainpop.com
nationalgeographic.com/xpeditions
cyberbee.com
kids-space.org
kids.msfc.nasa.gov (NASA for Kids)
mathplayground.com.

Share artikel ini:

Artikel Terkait