©shutterstock

Belajar Menghitung Asupan Kolesterol Yuk!

Masalah kesehatan yang kian beragam menjadi salah satu ketakutan terbesar bagi sebagian orang di zaman modern. Tren gaya hidup yang kurang sehat semakin mendorong munculnya berbagai gangguan kesehatan tubuh. Peningkatan kolesterol merupakan salah satunya. Asupan makanan yang kurang sehat dan cenderung banyak mengandung lemak dan gula berlebihan dapat memicu timbulnya kolesterol dalam tubuh. Itulah sebabnya jumlah kolesterol dalam tubuh harus selalu dikontrol.

 

Sarka-Jonae Miller, praktisi kesehatan Amerika menyebutkan jika kolesterol dalam tubuh dibedakan menjadi dua. Pertama dinamakan sebagai High Density Lipoprotein (HDL), yaitu kolesterol baik yang memiliki peran membantu menghilangkan kolesterol yang tidak mendukung kesehatan dalam tubuh. Bagian kedua adalah Low Density Protein (LDL). Kolesterol inilah yang berkontribusi menyumbang plak  yang bisa menyumbat pembuluh darah.

 

Lebih lanjut, Sarka-Jonae menambahkan minyak goreng dan makanan berlemak banyak menyumbangkan LDL. Dalam proses metabolisme kolesterol bisa dikatakan sebagai sampah karena tidak termanfaatkan sama sekali. Idealnya asupan kolesterol yang 'tak sengaja' masuk dalam tubuh tidak lebih dari 200 mg per hari. Rasio kolesterol dapat dihitung dengan membagi jumlah kolesterol total dengan HDL. Misalnya, skor kolesterol 200 dibagi dengan skor HDL 50 sama artinya dengan rasio kolesterol dari 4:1.

 

Menurut Sarka-Jonae, dokter biasanya akan menyarankan untuk mempertahankan rasio kolesterol tersebut, dalam contoh tadi adalah 4:1, atau lebih rendah. Semakin rendah rasionya kondisi kolesterol semakin baik. Untuk mendapatkan informasi tentang kadar kolesterol tubuh ini dapat Anda peroleh dengan konsultasi atau check-up ke dokter dulu. Pemeriksaan kolesterol akan meliputi screening dan tes darah. Setelah mengetahui jumlah kolesterol dalam tubuh Anda dan mengerti rasio perbandingannya, tanyakan juga beberapa makanan yang menjadi pantangan sehingga dapat langsung Anda aplikasikan setibanya di rumah.

 

Maksimalkan dengan memangkas asupan makanan yang diolah dengan cara digoreng. Ganti dengan makanan yang dikukus, rebus maupun panggang. Makanan yang langsung dimakan secara segar seperti salad juga dapat menjadi pilihan hidangan yang sehat dan bebas lemak tak sehat. Tingkatkan juga asupan serat seperti buah-buahan, sayuran dan sereal gandum. Selain dapat menguraikan lemak dalam tubuh, asupan serat yang cukup dapat membuat perut kenyang lebih lama. Anda, si kecil dan keluarga pun menjadi tidak mudah tergoda dengan jajanan yang kaya kolesterol seperti gorengan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait